SNPPM 2025
Conference Management System
Main Site
Submission Guide
Register
Login
User List | Statistics
Abstract List | Statistics
Poster List
Paper List
Reviewer List
Presentation Video
Online Q&A Forum
Ifory System
:: Abstract List ::

Page 2 (data 31 to 60 of 128) | Displayed ini 30 data/page
<< PREV 1 2 3 4 5 NEXT >>

31 Pendidikan ABS-11

PELATIHAN ANALISIS STATISTIK MENGGUNAKAN WEBSITE INTERAKTIF UNTUK MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS DATA PENDIDIKAN BAGI GURU SMA MATEMATIKA DI KABUPATEN SUKABUMI
Dania Siregar, Suyono, Vera Maya Santi, Auria Yusrin Fathya, Sinta Rahmadani, Jaisy Aulia, Maulida Audia Firdaus

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia


Abstract

The main challenge in educational decision-making is the limited statistical literacy and skills among teachers in processing data, particularly through interactive technology. This was evident from the pre-training questionnaire, in which most teachers expressed doubt or disagreement about their knowledge, and the majority had never used an interactive website for statistical analysis. This community service program aimed to enhance teachers statistical literacy through training in data analysis using an R-Shiny-based interactive website. The training was conducted on August 13, 2025, with participants consisting of senior high school mathematics teachers in Sukabumi Regency, in collaboration with the Sukabumi Senior High School Mathematics MGMP as the community service partner. The training materials covered descriptive statistics, inferential analysis, hypothesis testing, and regression. Post-training evaluation showed a significant improvement: more than 80% of participants agreed or strongly agreed that the materials were systematic, easy to understand, and relevant, and that the application was accessible and user-friendly. Furthermore, 75% of participants strongly agreed that they gained new knowledge useful for data-driven decision-making in education. In conclusion, interactive technology-based training effectively improved teachers competence, strengthened their motivation, and fostered a data-driven decision-making culture in schools.

Keywords: Community Service, Statistical Analysis, Interactive Website, Educational Data, Teachers Statistical Literacy

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Maulida Audia Firdaus)


32 Pendidikan ABS-15

EDUKASI PENANGANAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA PADA KLUB I CAN GYMNASTICS
Ruliando Hasea Purba1, Ela Yuliana2, Dadan Resmana3, Tridinda Aprilia4

1,2,3 Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Jakarta
4 POPB DKI Jakarta, Indonesia


Abstract

Cedera olahraga merupakan salah satu risiko yang sering dialami oleh atlet senam, terutama pada klub olahraga dengan intensitas latihan yang tinggi. Penanganan pertama yang tepat sangat penting untuk mencegah terjadinya keparahan cedera serta dapat mempercepat proses pemulihan atlet. Namun, masih banyak pelatih, orang tua, maupun atlet yang memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai prosedur pertolongan pertama pada cedera olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas pengetahuan penanganan pertama cedera olahraga pada Klub I Can Gymnastics. Edukasi ini melibatkan sejumlah 49 orang tua sebagai responden. Edukasi diberikan melalui metode ceramah dan simulasi praktik pertolongan pertama cedera olahraga. Hasil edukasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan responden setelah diberikan edukasi yaitu sebesar 38 %. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi penanganan pertama cedera olahraga berperan penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan cedera pada klub senam I Can Gymnastic. Oleh karena itu, program edukasi serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan di klub olahraga lainnya.

Keywords: Edukasi, cedera olahraga, pertolongan pertama, senam

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ruliando Hasea Purba, MARS., SpKFR)


33 Pendidikan ABS-17

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengolah Data dengan Menggunakan Microsoft Excel di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu
Suyono(a*), Dania Siregar (a), Khoiruz Zahra (a), Muhamad Afif Abdurrahim (b)

a) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta
*suyono[at]unj.ac.id
b) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Keterampilan mengolah data dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki para guru karena dalam menjalankan tugasnya guru akan berhadapan dengan data, baik data administrasi siswa maupun data-data yang mungkin digunakan dalam proses pembelajaran. Data perlu diolah agar menjadi informasi yang bermanfaat. Salah satu permasalahan di lapangan adalah bahwa para guru di Kabupaten Indramayu sebagian besar belum memiliki keterampilan mengolah data dengan menggunakan TIK. Untuk mengatasi permasalahan tersebut telah dilakukan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pengolahan data dengan bantuan Microsoft Excel bagi para guru di SMK Assalaam Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para guru yang semula belum terampil mengolah data dengan bantuan Microsoft Excel pada akhir pelatihan telah mampu menggunakan software tersebut untuk mengolah data. Para guru telah mampu mendeskripsikan data dalam bentuk diagram seperti diagram batang, diagram lingkaran, histogram, dan diagram garis, serta mendeskripsikan data secara numerik seperti menghitung mean, median, modus, variansi, dan simpangan baku dengan menggunakan Microsoft Excel.

Keywords: Pelatihan, Olah data, Microsoft Excel

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Suyono Suyono)


34 Pendidikan ABS-19

PELATIHAN PENYUSUNAN SURAT DINAS BAGI PARA STAF KECAMATAN DAN DESA DI KECAMATAN CILEUNGSI
Wita Septiani Rahmaputri1, Etsa Purbarani 2, Nadhifa Indana3, Zahra Gayatri4, Annisa Widya 5, Rasya Cesar6

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Kompetensi administrasi merupakan aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas. Namun, sejumlah besar aparatur kecamatan dan desa di Indonesia masih menghadapi kendala dalam penyusunan surat dinas yang sesuai dengan standar administratif dan kebahasaan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan staf administrasi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, melalui program pelatihan terstruktur penyusunan surat dinas. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pelatihan dengan enam tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan, pendataan awal, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi. Sebanyak 22 peserta dengan latar belakang pendidikan dan jabatan yang beragam mengikuti lokakarya satu hari yang dilanjutkan dengan sesi pendampingan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta menyusun struktur surat, menggunakan bahasa formal yang baku, serta merumuskan isi surat dengan tepat. Sebelum pelatihan, mayoritas peserta menilai pemahaman mereka masih cukup, sementara setelah pelatihan sebagian besar mampu mencapai kategori baik hingga sangat baik. Hasil survei menunjukkan 81,8% peserta menilai pelatihan ini sangat penting, 63,6% menilai sangat bermanfaat, dan 90,9% menyebut isi surat sebagai bagian tersulit untuk disusun. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan terstruktur yang dilengkapi dengan praktik langsung dan pendampingan dapat secara efektif meningkatkan kapasitas administrasi aparatur pemerintahan lokal. Program ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis penulisan tetapi juga membangun rasa percaya diri dan profesionalisme sehingga berkontribusi pada tata kelola yang lebih efisien serta pelayanan publik yang lebih baik di tingkat kecamatan dan desa.

Keywords: Kata kunci: surat dinas- pelatihan administrasi- pengabdian masyarakat- tata kelola- pelayanan publik

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Wita Septiani Rahmaputri)


35 Pendidikan ABS-22

Meningkatkan Kapasitas Guru: Dari Kelas Konvensional Menuju Kelas Inspiratif
Rugaiyah, Desi Rahmawati, Cecep Kustandi, Rahmah Novianti, Muhammad Fadholi, Musyaffa Cut, Retno Wulandari, Adelia Mustika, Cinta Wulan

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru di Pondok Pesantren Darul Irsyad, Kabupaten Bogor, menjadi tantangan dalam menciptakan suasana belajar yang inspiratif dan relevan dengan tuntutan era digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para guru melalui manajemen pendidikan kreatif dengan mentransformasi kelas konvensional menjadi kelas yang lebih inspiratif. Metode yang digunakan adalah pendekatan Pelatihan dan Pendampingan Partisipatif yang dilaksanakan melalui empat tahap: perencanaan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi. Program ini berfokus pada pelatihan metode pembelajaran inovatif SIAP (Smart, Inspiring, Active, Positive) serta peningkatan keterampilan digital guru dalam membuat media ajar interaktif menggunakan aplikasi Mentimeter, Quizizz, dan Canva. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru, dibuktikan dengan kenaikan skor rata-rata pemahaman dari 55% (pre-test) menjadi 85% (post-test). Selain itu, refleksi kualitatif menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan kesadaran guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Program ini berhasil menjadi katalisator perubahan, menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis, interaktif, dan partisipatif, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Keywords: Peningkatan Kapasitas Guru, Kelas Inspiratif, Pembelajaran Inovatif, Media Pembelajaran Digital, Manajemen Pendidikan Kreatif.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Muhamad Fadholi)


36 Pendidikan ABS-24

Bridging The Digital Gap Melalui Sosialisasi Etika Digital, Anti-Hoax, Dan Bijak Bermedia Sosial Bagi Masyarakat Perkotaan Di Skb 33 Jakarta
Daddy Darmawan, Karta Sasmita, Intan Purnama Dewi, Setiawan Wibowo

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Program Bridging the Digital Gap di SKB 33 Jakarta bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat perkotaan melalui pendekatan partisipatif berbasis tiga pilar: etika digital, kemampuan anti-hoaks, dan kecakapan bermedia sosial. Penelitian Participatory Action Research (PAR) ini melibatkan 45 peserta dengan metode workshop interaktif, simulasi verifikasi hoaks, FGD etika digital, dan role-play agen konten positif. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada: (1) kemampuan verifikasi informasi (92% peserta menguasai reverse image search), (2) pengelolaan privasi (100% mampu mengatur setidaknya 3 pengaturan keamanan), dan (3) pemahaman etika digital (naik 73%). Transformasi perilaku terlihat dari penurunan 87% penyebaran hoaks serta terbentuknya 5 kelompok pemantau mandiri di tingkat RT/RW. Keberhasilan program didukung oleh: (1) penggunaan studi kasus lokal (mis. isu banjir Jakarta), (2) pendekatan humanis oleh Intan Purnama Dewi yang menekankan dampak nyata interaksi digital, serta (3) kolaborasi antargenerasi melalui peran mahasiswa sebagai near-peer educators. Rekomendasi strategis mencakup replikasi model di 37 SKB/PKBM lainnya, integrasi modul ^Bijak Medsos^ dalam kurikulum pendidikan kesetaraan, dan pengembangan aplikasi ^Detektif Hoaks Jakarta^. Temuan ini membuktikan bahwa ruang pendidikan nonformal seperti SKB 33 dapat menjadi jembatan digital yang efektif untuk membentuk masyarakat urban yang kritis, beretika, dan tangguh menghadapi tantangan era digital.

Keywords: erika digital, pemberdayaan, pendidikan nonformal, media sosial, anti-hoax

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Daddy Darmawan)


37 Pendidikan ABS-30

Hands-on Training in Sensor and Microcontroller Based Physics Teaching Media
Widyaningrum Indrasari1, Fauzi Bakri, Handjoko Permana, Dewi Muliyati, Ahmad Zatnika Purwalaksana, Achmad Fadhlih Saldy Saputra, &#8288- Dila Sabila, &#8288- &#8288-Iip Wahyuni, Shak Rhuk Khan, Putri Marsha Sabrina

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

This community service program was designed to enhance the pedagogical and technological competencies of physics teachers in MGMP Fisika Jakarta by introducing them to sensor and microcontroller-based learning media. The training consisted of eight structured sessions, beginning with an introduction to microcontroller fundamentals and various types of sensors, including their working principles and real-world applications in physics education. Participants then engaged in hands-on training on operating microcontrollers and constructing measurement instruments, such as temperature and distance sensors, integrated into microcontroller systems. Teachers were also guided through the process of developing simple, sensor-based educational devices tailored to classroom use. To support effective implementation, the training included the creation of a practical guidebook and the production of demonstration videos that could be used in future instruction. Furthermore, participants learned how to build and utilize a Learning Management System (LMS) using Moodle to digitize and manage learning content. The training was delivered through a collaborative, workshop-based approach that encouraged active participation and creativity. As a result, teachers not only improved their technical skills but also gained the ability to integrate technology into physics instruction in innovative ways. The program demonstrated that equipping teachers with skills in sensor and microcontroller technology can significantly enrich STEM-based teaching and learning experiences.

Keywords: Teacher Training, Microcontroller, Sensor-Based Learning Media

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Widyaningrum Indrasari)


38 Pendidikan ABS-31

DIFFUSION OF THE PANCASILA STUDENT PROFILE INNOVATION IN THE INDEPENDENT CURRICULUM THROUGH COMMUNITY SERVICE ACTIVITIES IN SCHOOLS
Nadiroh, Asep Ediana Latip, Yoyoi Kodama, dan Indriani Rachman

Nadiroh1, PPKn, PKLH Doctoral Study Program, Universita Nejeri Jakarta, Indonesia
nadiroh[at]unj.ac.id

Asep Ediana Latip2, Islamic Primary School Teacher Education, Faculty
of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University of
Jakarta, Indonesia
asep.ediana[at]uinjkt.ac.id

Yoyoi Kodama3, Dept. of Social Studies, Faculty of Humanies, University of Kitakyushu, Japan
kodama[at]kitakyu-u.ac.jp

Indriani Rachman4 Univesitas Negeri Jakarta, Indonesia
indriani[at]unj.ac.id


Abstract

This research focuses on the diffusion of the Pancasila Student Profile innovation in schools located in the Thousand Islands through community service activities in 2024. The Pancasila Student Profile, as an integral part of the Independent Curriculum, aims to develop students^ character based on the values of Pancasila. Community service activities are seen as an effective means of disseminating and adopting educational innovations that support the implementation of Pancasila values in school environments. This research employs a descriptive quantitative approach using a questionnaire study of several participants from various schools that have participated in community service activities related to the Pancasila Student Profile. The results of the study show that community service involving teachers, students, and the surrounding community can accelerate the process of innovation diffusion and strengthen the integration of Pancasila values into students^ daily lives. This research makes an important contribution to understanding the Pancasila Student Profile innovation through community service activities in optimizing the implementation of the Independent Curriculum in Indonesia.

Keywords: Innovation Diffusion, Pancasila Student Profile, Independent Curriculum, and Community Service

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Asep Ediana Latip Latip)


39 Pendidikan ABS-32

PENGUATAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA SMP MELALUI PELATIHAN NUMERASI DI KABUPATEN SUKABUMI
Puspita Sari, Meiliasari, Khaola Rachma Adzima, Agus Agung Permana, Septiani Dwi Astuti, Tahnia Nafra Tamira

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru matematika tingkat SMP di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, melalui pelatihan numerasi. Kemampuan numerasi merupakan kemampuan memahami, menggunakan, dan menginterpretasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu, pelatihan penguatan konsep numerasi, implementasi pengembangan desain pembelajaran berbasis numerasi, dan refleksi serta penguatan. Peserta yang merupakan guru matematika SMP menyatakan bahwa kegiatan pelatihan sangat bermanfaat dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Pada tahap implementasi, peserta berkolaborasi dengan guru bidang studi lain untuk mengembangkan desain pembelajaran berbasis numerasi. Pada tahap refleksi dan penguatan, peserta menyatakan bahwa kolaborasi antar guru bidang studi dapat meningkatkan pemahaman konsep numerasi dan mengembangkan desain pembelajaran berbasis numerasi pada berbagai bidang studi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep numerasi, serta kemampuan mereka dalam merancang pembelajaran berbasis numerasi, serta kemampuan berkolaborasi antar guru bidang studi. Kegiatan ini diharapkan menjadi sebuah upaya berkelanjutan dalam penguatan literasi numerasi di tingkat SMP.

Keywords: kompetensi guru SMP, literasi matematika, matematika, pengabdian kepada masyarakat, numerasi

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Puspita Sari)


40 Pendidikan ABS-34

Pencapaian SDGs: Literasi Data Statistik Potensi Desa di Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta Pusat
Bagus Sumargo(1*)- Suyono(2)- Dian Handayani(3)- Ria Arafiyah(4)- Nilam Novita Sari(5)- Vera Maya Santi(6)- Thoriq Akbar Maulana(7)- Aqsath Aulia Putra(8)- Shafa Fatimah Az Zahra(9)- Nabilah Az-Zahra(10)

1*,2,3,5,6,7,8,9,10) Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur, 13220
4) Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur, 13220


Abstract

Program Desa Cantik (cinta statistik) bertujuan untuk meningkatkan literasi data serta kemampuan aparat kelurahan dan masyarakat dalam mengelola serta memanfaatkan data statistik secara mandiri dan sistematis. Sehubungan dengan hal ini, kami hadir di Kelurahan Kampung Rawa, Jakarta pusat dalam progam pengabdian kepada masyarakat. Kami sebagai civitas akademika terpanggil untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu sesuai tujuan Sustainable Development Goals SDGs Nomor 4 yaitu pendidikan berkualitas dan Nomor 17 yaitu Kemitraan untuk mencapai tujuan. Pendidikan berkualitas dalam rangka memberikan literasi tentang data statistik - khususnya data PODES potensi Desa.
Kegiatan literasi data statistik dilaksanakan tanggal 15 Juli 2025 terhadap 19 peserta yang terdiri dari 1 aparat kelurahan, 6 orang PjLP RPTRA,dan 16 orang kader Dasawisma DI Kelurahan Kampung Rawa Jakarta Pusat. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan melalui analisis hasil pre-test dan post-test yang terdiri atas 10 pernyataan dengan pilihan jawaban ^Ya^ dan ^Tidak^. Analisis dilakukan menggunakan uji McNemar. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman peserta terkait data statistik Potensi Desa. Mayoritas peserta juga menyatakan materi yang disampaikan mudah dipahami, aplikatif, serta bermanfaat untuk mendukung pengelolaan data statistik di tingkat kelurahan.

Keywords: Desa Cantik, Potensi Desa, Literasi Data Statistik- McNemar- Peningkatan

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Bagus Sumargo)


41 Pendidikan ABS-35

AI-INTEGRATED STEM-PBL TRAINING: PENGUATAN TPACK GURU SMP DI KABUPATEN MAJALENGKA
Ella Fitriani, Fera Kurniadewi, Hanhan Dianhar, Ariyatun, Alifah Deslia, Patrisia Maghfira

Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
Program Studi Kimia, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia


Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang besar bagi inovasi pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) berbasis Problem-Based Learning (PBL). Secara umum, guru masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ini ke dalam praktik pembelajaran, khususnya bagi mereka yang bertugas di wilayah yang relatif jauh dari perkotaan meskipun fasilitas pendidikan sudah tersedia. Keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, program pelatihan ini dirancang guna memperkuat TPACK guru dalam menerapkan AI-integrated STEM-PBL, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung pencapaian SDG 4 (Kualitas Pendidikan). Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui workshop interaktif dan kegiatan praktik langsung (hands-on activities), dan pendampingan dengan melibatkan mahasiswa sebagai mitra kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Hasil kuesioner menunjukkan seluruh peserta merasa pelatihan ini membantu mereka dalam memahami penerapan TPACK dan STEM-PBL, sementara 80% peserta menilai keterampilan TPACK mereka meningkat dan juga mereka merasa terjadi peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan AI untuk tugas mereka sebagai guru. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan sistematis untuk membekali guru dengan keterampilan AI-integrated STEM-PBL dan mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi di sekolah menengah.

Keywords: Artificial Intelligence- Pembelajaran STEM- TPACK- Pelatihan Guru- Problem-Based Learning

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ella Fitriani)


42 Pendidikan ABS-38

EFEKTIFITAS PELATIHAN ^SEKOLAH OTAK PAPUA^ UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI SISWA SMP NEGERI 5 JAYAPURA
Hendrikus Masang Ban Bolly, Ricky Lazarus Rumboirusi, Made Ratna Dewi

Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih, Jayapura Papua, Indonesia

Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura Papua, Indonesia


Abstract

Perubahan fisik, mental dan hormonal pada siswa jenjang sekolah menengah pertama memiliki dampak khusus pada performa pembelajaran. Siswa rentan terjadap perubahan biologis yang mempengaruhi motivasi belajar, stres akademik bahkan kecenderungan prokastinasi. Seluruh aktivitas pembelajaran memerlukan kinerja otak yang optimal pada jenjang tersebut. Siswa memerlukan bekal soft skill keterampilan belajar berbasis kinerja otak manusia. Pelatihan Sekolah Otak Papua memiliki tujuan untuk membekali siswa tentang bagaimana strategi pembelajaran berbasis pengetahuan dan kemampuan mengoptimalkan kinerja otak. Pelatihan dilakukan di SMP Negeri 5 Jayapura, diikuti oleh 31 siswa selama dua hari. Materi terdiri atas delapan topik yang disampaikan secara interaktif melalui tatap muka langsung dalam ruang kelas, diselingi dengan praktik sederhana, sesi video dan permainan. Evaluasi hasil pelatihan menunjukkan terjadi perubahan peningkatan pengetahuan peserta terkait dengan topik yang disampaikan dari pre-test menjawab 40% benar menjadi 86,67% benar pada post-test. Pada evaluasi efektifitas dan performa pelatihan sebanyak 70,97% setuju bahwa penggunaan media audio visual (PPT) sudah baik, 87,09% menilai bahwa pemateri kompeten dan berperforma baik- 61,29% setuju bahwa suasana dan fasilitas pelatihan baik- 77,42% setuju bahwa durasi waktu pelatihan cukup- dan 93,55% setuju bahwa mereka termotivasi untuk mengubah strategi belajar berbasis otak dan konten materi secara keseluruhan sesuai dengan relevansi kebutuhan perubahan strategi pembelajaran di SMP. Pelatihan SOP merupakan pelatihan yang aplikatif dan mampu mendorong perubahan kinerja belajar siswa SMP. Diperlukan perluasan konten bagi siswa SMP lain sekaligus meningkatkan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan SOP.

Keywords: Sekolah Otak Papua, Siswa SMP, Belajar berbasis otak

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Hendrikus Masang Ban Bolly)


43 Pendidikan ABS-39

Socialization and Training of Swimming Instructors for Children with Hearing Disabilities in DKI Jakarta
Bazuri Fadillah Amin , Del Asri, Muhamad Arif

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

The Socialization and Training Program for Swimming Instructors for Children with Hearing Disabilities in DKI Jakarta was carried out as an effort to improve the quality of adaptive sports services, particularly in swimming. Children with hearing disabilities have the same potential as other children in developing motor skills and sports abilities, but they require specific approaches and training methods tailored to their characteristics and needs. Through this program, swimming instructors were provided with an understanding of the concept of inclusion, effective communication with hearing-impaired learners, and adaptive swimming teaching techniques that are safe and enjoyable. The socialization also emphasized the importance of the instructor^s role as a facilitator in creating a learning environment that is friendly, participatory, and non-discriminatory. The results of this program are expected to produce swimming instructors who are competent in delivering more structured, effective, and inclusive teaching for children with hearing disabilities in DKI Jakarta. Thus, this program serves as a tangible contribution in supporting equal access to sports while simultaneously improving the quality of human resources in the field of adaptive physical education.

Keywords: Adaptive Sports, Swimming Instructor, Hearing Disability

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Bazuri Fadillah Amin)


44 Pendidikan ABS-43

STRENGTHENING SOCIAL AND CULTURAL RESILIENCE OF INDONESIAN MIGRANT WORKERS IN SOUTH KOREA THROUGH A COMMUNITY-BASED APPROACH
Raharjo, Iwan Sugihartono, Etin Solihatin

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

The resilience of Indonesian migrant workers (PMI) in South Korea has become a crucial issue, particularly in the context of social and cultural adaptation. Many workers face challenges such as language barriers, cultural differences in the workplace, limited access to labor rights information, and a lack of social networks, which often lead to stress, discrimination, and vulnerability to exploitation. This community service program aimed to strengthen the social and cultural resilience of Indonesian migrant workers through a community-based approach. The activities included cultural adaptation training, legal literacy workshops on labor rights and obligations, conflict management skills development, and the establishment of solidarity-based migrant worker communities. The program was implemented in collaboration with the Indonesian Embassy in Seoul, PMI Association, and IMNIDA community, and supported by six Indonesian universities under the ALPTKNI consortium. Methods used encompassed socialization, training, mentoring, digital platform development, and ongoing community engagement. The outcomes indicated increased awareness of labor rights, improved cultural adaptation skills, and stronger social solidarity among participants. Furthermore, the establishment of long-term partnerships with local organizations ensured program sustainability. This initiative not only contributed to the protection and empowerment of Indonesian migrant workers in South Korea but also served as a replicable model for similar interventions in other destination countries. The program also aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs) 3 (Good Health and Well-being) and 17 (Partnerships for the Goals), highlighting the strategic role of higher education institutions in global community empowerment and cultural diplomacy.

Keywords: Social and cultural resilience- Indonesian migrant workers- community empowerment- South Korea- labor rights.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Raharjo Raharjo)


45 Pendidikan ABS-45

Cross-Border Collaboration for Educational Advancement: An Indonesian-Philippine Initiative to Foster Creative Teaching in Zamboanga
Winda Dewi Listyasari1, Unifah Rosyidi2, Nurhattati Fuad3, Siti Zulaikha4, Gelar Gelora Mestika5, Muhammad Fadholi6, Khusnul Abdul Qodar Romadhoni7, Diantha Maryam Andyni8, Rayma S. Saher9

Universitas Negeri Jakarta1,2,3,4,5,6,7,8
Western Mindanao State University9


Abstract

Kemitraan pendidikan lintas negara memegang peran krusial dalam meningkatkan kualitas pengajaran, terutama di wilayah dengan tantangan struktural dan sumber daya terbatas. Artikel ini menguraikan hasil dari program pengabdian masyarakat kolaboratif antara Universitas Negeri Jakarta (Indonesia) dan Western Mindanao State University (Filipina), yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pedagogis guru madrasah di Zamboanga, Filipina Selatan. Menghadapi masalah berupa dominasi pola pikir statis (fixed mindset) dan ketergantungan pada metode mengajar konvensional, program ini mengadopsi pendekatan penelitian tindakan partisipatif dengan intervensi dwicabang: (1) membangun pola pikir kreatif (creative mindset) dan (2) membekali guru dengan metode pembelajaran inovatif yang kontekstual. Melalui serangkaian lokakarya, pendampingan, dan evaluasi pre-test/post-test, program ini berhasil menunjukkan perubahan signifikan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa transformasi pola pikir guru menjadi fondasi esensial yang memungkinkan adopsi keterampilan praktis. Para guru tidak hanya menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual (85%), tetapi juga kemampuan untuk merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kreatif (>80%) dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal. Program ini membuktikan bahwa pendekatan yang berfokus pada pemberdayaan psikologis dan keterampilan praktis yang adaptif dapat secara efektif mengubah guru menjadi agen inovasi yang tangguh di lingkungan mereka.

Keywords: Kolaborasi Internasional, Pengembangan Profesional Guru, Pola Pikir Kreatif, Pembelajaran Kontekstual, Inovasi Pedagogis.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Muhamad Fadholi)


46 Pendidikan ABS-49

PELATIHAN MODEL STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGAJAR BAGI TUTOR DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT BEKASI JAWA BARAT
Asma Syifa Nabihah S.Tr.Gz.,M.Gz, Dr. Henny Herawaty Br D, M.Pd, Karta Sasmita, S.Pd, M.Si, Ph.D, Drs. Ahmad Tijari, M.Pd, Fitri Khoiriyah Parinduri MKM

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Tutor di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) seringkali kurang siap memanfaatkan media digital untuk mendukung pembelajaran meskipun peserta didik dewasa mereka semakin melek teknologi. Kegiatan pengabdian ini menjawab tantangan tersebut melalui pelatihan intensif satu hari (7 Juli 2025) tentang penciptaan konten edukatif dari perspektif content creator. Menggunakan modul khusus yang berbasis visual storytelling, copywriting, dan strategi keterlibatan berbasis platform, 31 tutor dari PKBM Alam Jingga dilatih untuk merancang konten edukatif yang relevan secara kontekstual menggunakan smartphone dan alat digital gratis. Seluruh peserta berhasil menghasilkan minimal satu perencanaan konten edukatif yang selaras dengan materi pembelajaran mereka. Hasil menunjukkan pergeseran signifikan dalam pola pikir: dari penyampai informasi pasif menjadi pencipta pengalaman belajar aktif. Ini membuktikan bahwa intervensi singkat yang dirancang secara sistematis dapat memicu perubahan transformasional dalam pendidikan nonformal. Pelatihan ini menegaskan bahwa pemberdayaan tutor melalui kompetensi content creation bukan sekadar peningkatan keterampilan teknis, tetapi merupakan strategi pemberdayaan pedagogis yang sejalan dengan prinsip pembelajaran sepanjang hayat.

Keywords: : Content Creator, Pendidikan Masyarakat, Kompetensi Tutor, PKBM, Pedagogi Digital

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Asma Syifa Nabihah)


47 Pendidikan ABS-53

PELATIHAN PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU MELALUI DESAIN PENGAJARAN KREATIF
Desi Rahmawati1, Siti Zulaikha2, Rugaiyah3, Muhammad Takdir4, Linda Ika Mayasari5, Muhamad Fadholi6, Khusnul Abdul Qodar Romadhoni7, Diantha Maryam Andyni8, Kamarodin Abas Abdulkarim9

Universitas Negeri Jakarta1,2,3,4,5,6,7,8
Western Mindanao State University9


Abstract

Kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh profesionalitas guru khususnya kemampuan mereka dalam melakukan pengajaran yang kreatif dan inovatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Western Mindanao State University (WMSU) Filipina yang dilaksanakan secara hybrid dengan sasaran guru-guru sekolah islam yang berada di daerah Zamboanga Filipina bagian selatan. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi pedagogis, literasi teknologi dan membangun jejaring professional lintas negara. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, diskusi, pelatihan dan simulasi teknologi Pendidikan, serta mengadakan evaluasi berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan guru seperti model pembelajaran Project Based Learning, Problem Based Learning, Game Based Learning dan Multisensory Approach dan menggunakan aplikasi digital yang interaktif. Kegiatan ini berhasil dalam peningkatan pedagogis guru, literasi teknologi, dan kreatifitas guru. Selain itu kegiatan ini memperkuat jejaring lintas negara dan penguatan sistem pendidikan Islam di wilayah dengan keterbatasan sumber daya

Keywords: Profesionalitas guru, Pembelajaran kreatif dan inovatif, Literasi teknologi pendidikan

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Muhamad Fadholi)


48 Pendidikan ABS-57

PleasPenguatan Keterampilan Tari Pendidikan Pada Pembelajaran Seni Bagi Guru Paud Di Wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Dki Jakartae Just Try to Submit This Sample Abstract
Indah Juniasih, Eriva Syamsiatin, Nurjannah, Ajeng Fitri Untariana

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru PAUD dalam mengimplementasikan pembelajaran seni tari yang menyenangkan dan kontekstual, melalui pemanfaatan Buku Panduan Pembelajaran Tari pada Anak Usia Dini. Buku panduan ini disusun berdasarkan hasil penelitian terdahulu, telah melalui proses validasi oleh para pakar, dan memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kegiatan dilaksanakan di wilayah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, dengan melibatkan 18 guru PAUD dari Pulau Panggang dan Pulau Pramuka. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan interaktif, praktik langsung eksplorasi gerak, diskusi reflektif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar rata-rata 35% serta terbentuknya produk kreasi tari berbasis pengalaman dan nilai-nilai lokal. Buku panduan diberikan dalam bentuk cetak dan soft file yang dapat diakses melalui barcode. Kegiatan ini berhasil menjawab kebutuhan guru akan model pembelajaran seni yang aplikatif, kreatif, dan mudah diterapkan di kelas PAUD. Penguatan kapasitas guru melalui pelatihan ini diharapkan dapat dilanjutkan secara berkelanjutan guna mendukung pengembangan pendidikan seni yang kontekstual dan progresif di wilayah kepulauan.
Kata Kunci: pembelajaran tari Pendidikan: pendidikan seni: buku panduan tari Pendidikan

Keywords: Pembelajaran Tari Pendidikan, Pendidikan Seni, Buku Panduan Tari Pendidikan

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Indah juniasih)


49 Pendidikan ABS-58

Pelatihan Senggol Dalam Kakawihan Pupuh Balakbak Pada Paduan Suara Siswa Kelas 7 DI SMPN 1 Purwasari Karawang
Auliya Ayu Annisa, Roro Ajeng Hartani

Universitas Negeri Jakarta
SMPN 1 Purwasari


Abstract

This study is entitled senggol training in kakawihan pupuh balakbak in the choir of grade 7 students at SMPN 1 Purwasari Karawang. This study aims to describe what senggol is used, how is the training process of senggol in the choir of grade 7 at SMPN 1 Purwasari Karawang. Senggol is cengkok in Sundanese tradition terms. The paradigm used in this study is a qualitative paradigm using descriptive methods. The data collection techniques in this study were carried out by observation and documentation. Observations were made by observing the choir training process from start to finish. While documentation was carried out by photographing and recording choir training activities. The findings in this study include, the senggol used in pupuh balakbak are leot and ripple, the training process uses imitation and drill methods. The conclusion of this study is that the results of this training are that students are able to sing pupuh balakbak using senggol leot and riak.

Keywords: Senggol, Pupuh Balakbak, Choir, Student, 7 grade , SMPN 1 Purwasari

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Auliya Ayu Annisa)


50 Pendidikan ABS-59

Pelatihan Literasi Digital Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Mendukung Pembelajaran di Sekolah di Desa Singasari, Jonggol, Kabupaten Bogor
Baso Maruddani (a,b*), Moch. Sukardjo (a), Pitoyo Yuliatmojo (a), Aodah Diamah (a), Radimas Putra Muhammad Davi Labib (a), Aedil Akmal (a), Sri wahyuni (a)se Just Try to Submit This Sample Abstract

a) Faculty of Engineering, Universitas Negeri Jakarta,
Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Indonesia
basomaruddani[at]unj.ac.id
b) DJA Institute, Jakarta, Indonesia


Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan membuka peluang bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, termasuk di wilayah pedesaan. Tetapi keterbatasan literasi digital masih menjadi tantangan utama bagi pendidik dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital melalui pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung pembelajaran di sekolah yang berlokasi di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on training) dengan pendekatan partisipatif. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep AI, aplikasi pendukung pembelajaran berbasis AI, strategi integrasi AI ke dalam aktivitas pembelajaran, serta landasan etis dalam pemanfaatan AI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai literasi digital dan keterampilan praktis pemanfaatan AI dalam pembelajar. Sehingga pendidik mampu menyusun pembalajaran yang adaptif dan interaktif. Selain itu, pendidik mampu mengembangkan ide-ide inovatif untuk integrasi AI dalam pembelajaran. Hal ini dilihat dari rata-rata hasil pretest dan post-test, yang mengalami peningkatan dari 47% menjadi 53%. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, serta membuka peluang keberlanjutan program literasi digital berbasis teknologi.

Keywords: Kecerdasan Buatan, Literasi Digital, Pembelajaran, Pengabdian Masyarakat

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Baso Maruddani)


51 Pendidikan ABS-62

PENERAPAN MATERI BATIK FRAKTAL MATEMATIKA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA GURU DAN SISWA DI KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT
Ibnu Hadi (a,1), Eti Dwi Wiraningsih (a,2), Devi Eka Wardani Meganingtyas (a,3), Khoiruzzahra (a,4), Syarifa Anastasya Putri (a,5), Keisya Alviontina (a,6), Riana Khansa (a,7)

a) Program Studi Matematika-FMIPA Universitas Negeri Jakarta, Jalan Rawamangun Muka Jakarta Timur 13210
1) ibnu_hadi[at]unj.ac.id
2) Eti_Dwi[at]unj.ac.id
3) deviekawm[at]unj.ac.id
4) khoiruz.zahra[at]unj.ac.id
5) syarifa.anastasyaputri[at]gmail.com
6) Keisyaalviontina[at]gmail.com
7) rianaansa3107[at]gmail.com


Abstract

Fraktal merupakan objek geometri matematika yang memiliki aplikasi di berbagai bidang. Batik fraktal merupakan satu di antara penerapan konsep geometri fraktal. Hal ini terjadi karena fraktal memiliki pola yang menarik seperti keserupaan dan proses rekursi yang dapat menghasilkan objek yang indah sehingga bisa dibuat menjadi pola batik. Di sisi lain, proses pembuatan batik fraktal dapat dikaitkan dengan proses pembentukan karakter dan dianggap sebagai suatu kajian untuk proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada guru dan siswa. Artikel ini membahas penerapan materi batik fraktal matematika dalam pembentukan karakter dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada guru dan siswa di Kabupaten Sukabumi provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dan dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan di lokasi. Dari kajian dan kegiatan yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa materi batik fraktal ini cocok untuk dikembangkan dan diaplikasikan pada konsep pembentukan karakter dan pemecahan masalah pada guru dan siswa. Para guru juga mendapatkan wawasan baru dari konsep fraktal matematika yang dapat dikaitkan dengan seni dan hal lainnya. Karakter dalam pembelajaran matematika dapat diturunkan dari kegiatan membuat batik fraktal ini baik kepada guru maupun siswa.

Keywords: batik fraktal, pembentukan karakter, pemecahan masalah

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ibnu Hadi)


52 Pendidikan ABS-64

PENGGUNAAN OFONGGA OKHOI-KHOI SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KARAKTER DI PAUD GKI PETRUS WAENA
Wigati Yektiningtyas, Precilia Rafra

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Cenderawasih


Abstract

Penguatan pendidikan karakter anak usia dini menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan global dan perubahan sosial budaya. Observasi di PAUD GKI Petrus Waena menunjukkan adanya perilaku anak yang cenderung egois, kurang disiplin, dan tidak sabar. Sebagai solusi, kegiatan pengabdian ini menginisiasi penggunaan permainan tradisional Sentani, Ofongga Okhoi-khoi (permainan lidi), sebagai media pengembangan karakter anak. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 melalui pendekatan kolaboratif antara dosen, mahasiswa Universitas Cenderawasih, guru, dan peserta didik PAUD. Metode kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan, praktik bermain, pengamatan, dan evaluasi bersama guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak antusias memainkan Ofongga Okhoi-khoi dan menampilkan karakter positif seperti kejujuran, kesabaran, sportivitas, kerjasama, serta kemampuan menaati aturan. Guru memperoleh pemahaman baru bahwa permainan tradisional dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sebagai sarana edukatif, bukan sekadar hiburan. Implikasi kegiatan ini tidak hanya pada penguatan karakter anak, tetapi juga pada pelestarian budaya lokal yang hampir punah. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi pada upaya preservasi warisan budaya Papua sekaligus mendukung implementasi pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal di jenjang PAUD.

Keywords: pendidikan karakter, PAUD, permainan tradisional, Ofongga Okhoi-khoi, budaya lokal

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Wigati Yektiningtyas)


53 Pendidikan ABS-66

Kolaborasi Peran Guru dan Orangtua dalam Mengidentifikasi Bakat Olahraga Pada Anak Usia Dini
Juriana (1), Iwan Hermawan (2), Rina Ambar Dewanti (3), Yunita (4)

Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Jakarta


Abstract

This study aims to determine the role of teachers and parents in identifying sports talent in early childhood. This research was conducted as part of a community service program in Indramayu District, West Java Province. Method: This research is a quantitative descriptive study. The sample in this study were 39 teachers and 39 parents of early childhood children in Indramayu District. Data collection techniques were carried out using Google Forms using a questionnaire about parental support for children^s daily motor skills and a questionnaire about children^s motivation in carrying out motor tasks filled out by teachers. Data analysis techniques used descriptive statistical analysis. The research results shows that The role of teachers in exploring the potential and talent of sports in early childhood can be seen through four dimensions of observation, namely: enjoyment in activities, success in tasks, the presence of effort and sincerity, and the presence or absence of tension. The role of teachers in exploring the potential and talent of sports in early childhood is 87.46%. Meanwhile, the role of parents in exploring the potential and talent of sports in early childhood can be seen through four dimensions of observation, namely: emotional support, instrumental support, support togetherness, and informational support. The total role of parents in exploring the potential and talent of sports in early childhood is known to be 85.89%. This shows that teachers and parents of early childhood in Indramayu District have a fairly high role in exploring the potential and talent of sports in their children.The results of this study indicate that teachers and parents of early childhood students in Indramayu District play a significant role in developing their children^s potential and talent in sports. Teachers and parents of early childhood students need to have knowledge, understanding, and an open attitude toward gifted and exceptional children. Furthermore, the results of this study are a positive sign supporting the search for sports talent to identify potential athletes in the future.

Keywords: Role of Teachers and Parents, Identification of Sports Talent, Early Childhood

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Juriana Juriana)


54 Pendidikan ABS-68

Pelatihan Pengolahan Dokumen Digital Bagi Guru dan Dosen Anggota ASPAPI DKI Jakarta
Henry Eryanto, Marsofiyati, Darma Rika Swaramarinda, Dewi Nurmalasari, Roni Faslah, Muhammad Zidan Ma^ruf, Dama Calya Lardianata

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Abstract:

This community service program aims to enhance the digital document processing skills of teachers and lecturers who are members of the ASPAPI (Indonesian Association of Education Personnel) in the DKI Jakarta region. The training focuses on the practical use of digital tools to improve document management, including formatting, editing, and converting files. Participants are introduced to various software applications and techniques to optimize document productivity and efficiency in their daily academic tasks. The program^s goal is to equip educators with the necessary skills to navigate the digital workspace, support remote teaching, and ensure the smooth management of educational resources. By the end of the training, participants are expected to demonstrate proficiency in using digital platforms to create, modify, and organize documents effectively.

Keywords: Digital Document Processing, Training, Educational Technology, Office Administration

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Henry Eryanto)


55 Pendidikan ABS-70

Guru Hebat, Pembelajaran Berkualitas: Sosialisasi PPG Model Baru di Yayasan Al Ashriyah Islamic Boarding School
Dr. Marsofiyati, S. Pd., M. Pd.- Prof. Dr. Muhammad Zid, M. Si.- Dr. Daryanto, MT., Dr. Darsef Darwis, M. Si.- Dr. Sujarwo, S. Pd., M. Pd.- Dudung Amir Sholeh, S. Pd., M. Pd.- Fauzi Ramadhoan A Rachman, S. Pd., M.Si.- Drs. Tri Murdiyanto, M.Si.- Dr. Andi Hasriadi Hasyim, S.Pd, M.Pd.

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh Program Profesi Guru, Sekolah Pascasarjana UNJ, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman (MI, MTs, & MA) dengan fokus pada transformasi peran guru dari pengajar menjadi arsitek pengalaman belajar yang inovatif. Melalui pendekatan yang sejalan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kegiatan ini dirancang untuk memberikan pelatihan yang berbasis pada tiga pilar utama. Pilar pertama membedah potret dan kompetensi esensial guru di era digital (Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan kewarganegaraan digital sebagai landasan dalam tindakan pembelajaran. Pilar kedua memberikan pelatihan praktis metode mengajar yang interaktif dan menyenangkan (Think-Pair-Share, Gallery Walk, & Teknik Bertanya) untuk menciptakan kelas yang hidup dan berpusat pada siswa. Pilar ketiga elatih guru untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dan etis. Para guru dibekali kemampuan menggunakan berbagai tools seperti Canva, Quizizz, Padlet, hingga Artificial Intelligence (AI) sepeti Chat-GPT sebagai ^co-pilot^ atau asisten dari guru untuk merancang pembelajaran yang lebih kreatif dan efisien. Dalam konteks PTK, guru didorong untuk merefleksikan tindakan mereka secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dengan mengevaluasi dan menyesuaikan pendekatan yang diterapkan di kelas. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang adaptif dan inovatif.

Keywords: Pendidikan Profesi Guru, Pengabdian Kepada Masyarakat, peningkatan kompetensi guru

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (M Marsofiyati)


56 Pendidikan ABS-71

PENGUATAN GERAKAN PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR
Achmad Husen, Sanusi, Dina Rahma Fadlilah, Aditya Affandi, Yobel Andreas Parulian

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kerusakan lingkungan di Indonesia khususnya di Jakarta yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Sekolah dasar sebagai lingkungan awal pembentukan karakter anak dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan. Namun, minimnya integrasi nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam pembelajaran, keterbatasan fasilitas penunjang gerakan lingkungan, dan kurangnya pelatihan bagi pendidik dalam membangun budaya lingkungan secara konsisten. Selain itu, sebagian besar sekolah belum memiliki program lingkungan yang terstruktur dan berkelanjutan, juga kegiatan peduli lingkungan yang dilakukan cenderung bersifat insidental, menjadi kendala dalam mengembangkan gerakan berbudaya lingkungan. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi aktif siswa dan lemahnya keteladanan dari para pendidik dalam menjaga dan merawat lingkungan sekolah.
Sebagai solusi, kegiatan ini menawarkan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penguatan peran guru dan kepala sekolah sebagai agen perubahan. Strategi yang ditawarkan meliputi integrasi materi lingkungan ke dalam mata pelajaran, pelatihan penerapan program berbasis lingkungan seperti bank sampah, penghijauan, dan pemilahan sampah, serta penciptaan budaya sekolah yang mendukung gerakan hijau.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 4 Agustus 2025, bertempat di Aula SD Negeri 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, diikuti oleh Kepala Sekolah dan Guru-guru yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah di Wilayah Binaan 1 Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, baik negeri maupun swasta, yang keseluruhannya berjumlah 40 orang.
Berdasarkan pengamatan, para peserta menunjukkan sikap yang sangat bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Hasil tanya jawab dan wawancara pun menggambarkan hal serupa. Para peserta menilai bahwa narasumber sangat kompeten dalam bidangnya dan penyajiannya pun dapat dipahami. Itu sebabnya para peserta merasa banyak pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini, dan mereka berkomitmen untuk menerapkan pengetahuan dan pengalamannya dalam program dan kegiatan di sekolahnya masing-masing. Selain itu mereka pun berharap hendaknya panitia berkenan menanggapi apabila di kemudian hari peserta ingin konsultasi dan mendalami materi yang disajikan, serta menerapkan.

Keywords: Penguatan gerakan, peduli lingkungan, berbudaya lingkungan.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Achmad Husen, M.Pd)


57 Pendidikan ABS-74

LITERASI BAHASA DAN BUDAYA PRANCIS PADA ANAK REMAJA DI KELAS TUMBUH BELAJAR PARUNG PANJANG BOGOR
Subur Ismail, Wahyu Tri Widiastuti, Aprilia

Prodi Pendidikan Bahasa Prancis UNJ


Abstract

Literasi secara umum dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, dan memahami teks. Namun saat ini kata literasi memiliki makna yang lebih luas sejalan berkembangnya pengetahun dan teknologi terutama teknologi informasi dan komunikasi. Literasi tidak lagi hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis namun melibatkan kemampuan memahami, menafsirkan, dan menerapkan informasi dari berbagai sumber dan format. Ada beberapa hal terkait pentingnya meningkatkan literasi, yaitu: pemberdayaan individu, partisipasi sosial, pengembangan ekonomi, pengembangan budaya dan identitas. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) Prodi Pendidikan Bahasa Prancis UNJ dilandasi pemahaman mengenai literasi yang berkembang saat ini. Kegiatan ini memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat terutama pada anak remaja usia antara 15-19 tahun yang ada di daerah Parung Panjang Bogor. Selama kegiatan P2M, anak-anak remaja daerah Parung Panajng sangat antusias dan aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bahkan mereka merasa waktu pelaksanaan P2M masih sangat kurang sehingga mereka dengan berat hati harus menyelesaikan kegiatan ini. Proses belajar mengenal bahasa dan budaya Prancis mereka anggap sangat menarik dan memotivasi mereka untuk belajar. Mereka kini memahami potensi diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. Dalam proses belajar bahasa dan budaya Prancis mereka juga belajar memahami budaya lingkungannya dan budaya asing (Prancis).

Keywords: anak remaja, bahasa, budaya Prancis, literasi

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Subur Ismail, M.Pd)


58 Pendidikan ABS-75

Penyuluhan Bahaya Limbah Baterai Bekas Di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong Kabupaten Serang
Yus Rama Denny1, Adhitya Angga Pratama2, Rudi Hartono3, Sulaeman Deni Ramdani4, Lusiani Dewi Assaat5, Handoyo6

1Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.
2Humas, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten
3Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon, Banten
4Jurusan Vokasional Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.
5Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.
6PT Dinamika Otomasi Indonesia, Indonesia


Abstract

Baterai litium-ion merupakan baterai sekunder yang penggunaannya meningkat secara signifikan. Baterai litium-ion dicirikan oleh tegangan tinggi dan kepadatan energi serta masa pakai yang lama. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat baterai litium-ion adalah litium kobalt oksida (LiCoO2), namun unsur kobalt yang terkandung dalam LiCoO2 merupakan logam berat yang mempunyai efek berbahaya terhadap lingkungan. Logam ini memiliki sifat reaktif dan tidak stabil pada suhu tinggi sehingga mudah meledak. Selain itu, kobalt juga memiliki harga yang mahal. Terdapat banyak permasalahan limbah baterai yang ada di tempat penampungan sampah. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan mengenai bahaya baterai bekas yang merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun. Metode yang digunakan yaitu pendidikan masyarakat dengan pendekatan pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman para pekerja di Tempat Pembuangan Sampah Akhis (TPSA) mengenai bahaya limbah baterai bekas di tempat TPSA cilowong kabupaten serang provinsi banten. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 12 September 2023 dengan melibatkan 20 pekerja. Berdasarkan hasil kegiatan mendapatkan data informasi peserta pelatihan memiliki rentang usia yang beragam dari umur 25 tahun sampai 40 tahun. Pekerjaan sehari-hari merupakan sebagai pekerja kebersihan di TPSA Cilowong. Hasil pelatihan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai bahaya limbah baterai bekas di tempat TPSA cilowong kabupaten serang provinsi banten. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan melalui penyebaran angket keefektifan kegiatan pelatihan menghasilkan data yaitu Kriteria keefektifan mendapatkan skor 3,75 dan masuk kriteria sangat efektif sehingga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para pekerja mengenai bahaya limbah baterai bekas di tempat TPSA.

Keywords: TPSA, limbah baterai, cilowong, limbah, sampah

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Denny Yus Rama)


59 Pendidikan ABS-77

PENDAMPINGAN PERGURUAN TINGGI DALAM RANGKA PENINGKATAN PROFESI DAN KARIR DOSEN SESUAI DENGAN KEBIJAKAN MENDIKTISAINTEKS 2025
Mohammad Sofwan Effendi, Evitha Soraya, Linda Ika Mayasari, Agus Wibowo, Suparno, Aura Karina

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Kebijakan nasional terbaru melalui Permendikbudristek Nomor 44 Tahun 2024 tentang Profesi, Karir, dan Penghasilan Dosen (yang sementara ditunda penerapannya dengan memberlakukan Keputusan Mendiktisainteks Nomor 63/M/025) mendorong perguruan tinggi melakukan penyesuaian tata kelola karir dosen yang lebih akuntabel, transparan, dan berbasis kinerja. Universitas Wiralodra, Indramayu, dan Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, sebagai perguruan tinggi swasta mitra dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) masih menghadapi kendala dalam penyelarasan regulasi, prosedur operasional, dan kapasitas sumber daya manusia terkait pengelolaan karir dosen. Kegiatan PkM ini dilaksanakan melalui metode pendampingan dengan pendekatan sistematis yang mencakup analisis situasi, penyusunan peta masalah, perumusan Prosedur Operasional Standar (POS), sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), serta pendampingan implementasi. Hasil kegiatan menunjukkan penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia di kedua perguruan tinggi mitra, yang tercermin dari tersusunnya dokumen POS layanan karir dosen, meningkatnya pemahaman terhadap regulasi, serta kesiapan institusi dalam menghadapi implementasi kebijakan nasional. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan mutu layanan pendidikan tinggi dan mendukung pencapaian visi institusi mitra.

Keywords: profesi dosen, karir dosen, pendampingan, kebijakan pendidikan tinggi

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Linda Ika)


60 Pendidikan ABS-80

Pelatihan Beauty Shoot: Pengantin Tradisional, Fotografi, dan Narasi Budaya
Retno Dwi Lestari, Elais Retnowati, Puji Hadiyanti, Elsa Fitri Ana, Hafid Abbas, Ahmad Rofi

Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tata Rias Pengantin (LSK-TRP) berperan dalam meningkatkan mutu dan profesionalisme perias pengantin tradisional, namun menghadapi tantangan eksternal berupa rendahnya pemahaman pengantin tradisional (5%), rendahnya jumlah peserta uji kompetensi (30,5%), rendahnya kebutuhan sertifikat di dunia industri, serta rendahnya minat pelatihan, disertai kelemahan internal berupa ketergantungan pada Program PKK dan rendahnya relevansi konten Instagram sebagai sarana edukasi. Analisis SWOT menunjukkan perlunya peningkatan keterampilan fotografi media sosial, sehingga dilaksanakan pelatihan beautyshoot dengan pendekatan participatory photography methods untuk mengoptimalkan foto sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Kegiatan ini dilakukan melalui lima tahapan, yaitu inisiasi berupa pemaparan pentingnya media sosial, kualitas gambar, dan narasi visual- orientasi konsep melalui penjelasan teknis pencahayaan, sudut, dan komposisi- pelaksanaan berupa praktik pengambilan gambar dengan model dan backdrop- analisis kesesuaian hasil foto dengan narasi- serta diseminasi melalui publikasi karya di media sosial dan forum internal LSK-TRP. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan fotografi peserta, penguatan dokumentasi keunikan pengantin tradisional, serta optimalisasi media sosial sebagai ruang pembelajaran, promosi, dan pemberdayaan.

Keywords: Pengantin Tradisional- Beautyshoot- Participatory Photography

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Retno Lestari)


Page 2 (data 31 to 60 of 128) | Displayed ini 30 data/page
<< PREV 1 2 3 4 5 NEXT >>

SNPPM 2025 - Conference Management System

Powered By Konfrenzi Ultimate 1.832M-Build8 © 2007-2026 All Rights Reserved