Bridging The Digital Gap Melalui Sosialisasi Etika Digital, Anti-Hoax, Dan Bijak Bermedia Sosial Bagi Masyarakat Perkotaan Di Skb 33 Jakarta Daddy Darmawan, Karta Sasmita, Intan Purnama Dewi, Setiawan Wibowo
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Program Bridging the Digital Gap di SKB 33 Jakarta bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat perkotaan melalui pendekatan partisipatif berbasis tiga pilar: etika digital, kemampuan anti-hoaks, dan kecakapan bermedia sosial. Penelitian Participatory Action Research (PAR) ini melibatkan 45 peserta dengan metode workshop interaktif, simulasi verifikasi hoaks, FGD etika digital, dan role-play agen konten positif. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada: (1) kemampuan verifikasi informasi (92% peserta menguasai reverse image search), (2) pengelolaan privasi (100% mampu mengatur setidaknya 3 pengaturan keamanan), dan (3) pemahaman etika digital (naik 73%). Transformasi perilaku terlihat dari penurunan 87% penyebaran hoaks serta terbentuknya 5 kelompok pemantau mandiri di tingkat RT/RW. Keberhasilan program didukung oleh: (1) penggunaan studi kasus lokal (mis. isu banjir Jakarta), (2) pendekatan humanis oleh Intan Purnama Dewi yang menekankan dampak nyata interaksi digital, serta (3) kolaborasi antargenerasi melalui peran mahasiswa sebagai near-peer educators. Rekomendasi strategis mencakup replikasi model di 37 SKB/PKBM lainnya, integrasi modul ^Bijak Medsos^ dalam kurikulum pendidikan kesetaraan, dan pengembangan aplikasi ^Detektif Hoaks Jakarta^. Temuan ini membuktikan bahwa ruang pendidikan nonformal seperti SKB 33 dapat menjadi jembatan digital yang efektif untuk membentuk masyarakat urban yang kritis, beretika, dan tangguh menghadapi tantangan era digital.
Keywords: erika digital, pemberdayaan, pendidikan nonformal, media sosial, anti-hoax