SNPPM 2025
Conference Management System
Main Site
Submission Guide
Register
Login
User List | Statistics
Abstract List | Statistics
Poster List
Paper List
Reviewer List
Presentation Video
Online Q&A Forum
Ifory System
:: Abstract ::

<< back

Penyuluhan Bahaya Limbah Baterai Bekas Di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong Kabupaten Serang
Yus Rama Denny1, Adhitya Angga Pratama2, Rudi Hartono3, Sulaeman Deni Ramdani4, Lusiani Dewi Assaat5, Handoyo6

1Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.
2Humas, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten
3Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon, Banten
4Jurusan Vokasional Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.
5Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.
6PT Dinamika Otomasi Indonesia, Indonesia


Abstract

Baterai litium-ion merupakan baterai sekunder yang penggunaannya meningkat secara signifikan. Baterai litium-ion dicirikan oleh tegangan tinggi dan kepadatan energi serta masa pakai yang lama. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat baterai litium-ion adalah litium kobalt oksida (LiCoO2), namun unsur kobalt yang terkandung dalam LiCoO2 merupakan logam berat yang mempunyai efek berbahaya terhadap lingkungan. Logam ini memiliki sifat reaktif dan tidak stabil pada suhu tinggi sehingga mudah meledak. Selain itu, kobalt juga memiliki harga yang mahal. Terdapat banyak permasalahan limbah baterai yang ada di tempat penampungan sampah. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan mengenai bahaya baterai bekas yang merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun. Metode yang digunakan yaitu pendidikan masyarakat dengan pendekatan pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman para pekerja di Tempat Pembuangan Sampah Akhis (TPSA) mengenai bahaya limbah baterai bekas di tempat TPSA cilowong kabupaten serang provinsi banten. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 12 September 2023 dengan melibatkan 20 pekerja. Berdasarkan hasil kegiatan mendapatkan data informasi peserta pelatihan memiliki rentang usia yang beragam dari umur 25 tahun sampai 40 tahun. Pekerjaan sehari-hari merupakan sebagai pekerja kebersihan di TPSA Cilowong. Hasil pelatihan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai bahaya limbah baterai bekas di tempat TPSA cilowong kabupaten serang provinsi banten. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan melalui penyebaran angket keefektifan kegiatan pelatihan menghasilkan data yaitu Kriteria keefektifan mendapatkan skor 3,75 dan masuk kriteria sangat efektif sehingga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para pekerja mengenai bahaya limbah baterai bekas di tempat TPSA.

Keywords: TPSA, limbah baterai, cilowong, limbah, sampah

Topic: Pendidikan

Plain Format | Corresponding Author (Denny Yus Rama)

Share Link

Share your abstract link to your social media or profile page

SNPPM 2025 - Conference Management System

Powered By Konfrenzi Ultimate 1.832M-Build8 © 2007-2026 All Rights Reserved