Penyuluhan Bahaya Limbah Baterai Bekas Di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong Kabupaten Serang Yus Rama Denny1, Adhitya Angga Pratama2, Rudi Hartono3, Sulaeman Deni Ramdani4, Lusiani Dewi Assaat5, Handoyo6
1Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.
2Humas, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten
3Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon, Banten
4Jurusan Vokasional Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.
5Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.
6PT Dinamika Otomasi Indonesia, Indonesia
Abstract
Baterai litium-ion merupakan baterai sekunder yang penggunaannya meningkat secara signifikan. Baterai litium-ion dicirikan oleh tegangan tinggi dan kepadatan energi serta masa pakai yang lama. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat baterai litium-ion adalah litium kobalt oksida (LiCoO2), namun unsur kobalt yang terkandung dalam LiCoO2 merupakan logam berat yang mempunyai efek berbahaya terhadap lingkungan. Logam ini memiliki sifat reaktif dan tidak stabil pada suhu tinggi sehingga mudah meledak. Selain itu, kobalt juga memiliki harga yang mahal. Terdapat banyak permasalahan limbah baterai yang ada di tempat penampungan sampah. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan mengenai bahaya baterai bekas yang merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun. Metode yang digunakan yaitu pendidikan masyarakat dengan pendekatan pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman para pekerja di Tempat Pembuangan Sampah Akhis (TPSA) mengenai bahaya limbah baterai bekas di tempat TPSA cilowong kabupaten serang provinsi banten. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada 12 September 2023 dengan melibatkan 20 pekerja. Berdasarkan hasil kegiatan mendapatkan data informasi peserta pelatihan memiliki rentang usia yang beragam dari umur 25 tahun sampai 40 tahun. Pekerjaan sehari-hari merupakan sebagai pekerja kebersihan di TPSA Cilowong. Hasil pelatihan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai bahaya limbah baterai bekas di tempat TPSA cilowong kabupaten serang provinsi banten. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan melalui penyebaran angket keefektifan kegiatan pelatihan menghasilkan data yaitu Kriteria keefektifan mendapatkan skor 3,75 dan masuk kriteria sangat efektif sehingga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para pekerja mengenai bahaya limbah baterai bekas di tempat TPSA.