SIM8 2022
Conference Management System
Main Site
Submission Guide
Register
Login
User List | Statistics
Abstract List | Statistics
Poster List
Paper List
Reviewer List
Presentation Video
Online Q&A Forum
Access Mode
Ifory System
:: Abstract List ::

Page 2 (data 31 to 60 of 92) | Displayed ini 30 data/page
<< PREV 1 2 3 4 NEXT >>

31 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-20

PENERAPAN ARSITEKTUR BIOMIMIKRI PADA PERANCANGAN PUSAT KONSERVASI MANGROVE DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM MANGROVE, PIK
Bella Darameswari, I.G Oka Sindhu DS, Dwi Rosnarti

Trisakti University


Abstract

Di Indonesia, mangrove menempati wilayah yang sangat luas, meskipun luasnya telah menurun hingga 40 persen selama tiga dekade terakhir. Selain melindungi pantai, mangrove mampu menjaga kualitas perairan di sekitarnya. Saat ini sedang dibangun pulau reklamasi di Teluk Jakarta, yang akan berdampak pada hutan mangrove di sekitarnya. Usulan Pusat Konservasi Mangrove di PIK Mangrove Nature Park yakni akibat dari penurunan tahunan hutan mangrove. Pusat Konservasi Mangrove mencakup fasilitas seperti laboratorium yang membantu operasi penelitian dan fasilitas pariwisata lainnya yang akan menarik mereka yang tertarik untuk belajar lebih banyak tentang pentingnya mangrove bagi lingkungan. Dengan memasukkan metode alami ke dalam desain bangunan, Arsitektur Biomimikri memungkinkan pendekatan arsitektur ini untuk membangun hubungan antara arsitektur dan alam. Melalui gagasan ^fisiologi mangrove^ dan pendekatan arsitektur biomimikri, struktur ini mempunyai ciri arsitektur yang bisa menggairahkan lingkungan mangrove dan ekosistem yang menyediakan makanannya.

Keywords: Mangrove, Konservasi, Arsitektur Biomimikri, Pusat Konservasi Mangrove

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Bella Darameswari)


32 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-21

TINJAUAN LITERATUR PADA PENERAPAN VENTILASI ALAMI SEBAGAI STRATEGI DESAIN PASIF DALAM PENDEKATAN NEO VERNAKULAR DI NEGARA ASIA
Inggrid Shafira Dwiyunita, Popi Puspitasari, Dwi Rosnarti

Program Studi Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta


Abstract

Negara-negara di Asia tidak terlepas dengan tradisi dan adat istiadat nya, termasuk dalam pengaplikasianya pada bangunan. Mulai dari teknik pembangunan, perletakan ruang, hingga pemanfaatan sumber daya alam sebagai penghawaan alami. Sebagian besar negara di Asia beriklim tropis dengan 2 musim, yaitu musim panas dan musim hujan dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Salah satu teknik dalam arsitektur tradisional untuk mengatasi overheat pada musim panas dan mengontrol kelembapan pada musim hujan adalah memaksimalkan penggunaan desain pasif. Dengan era modern dan berkembang sekarang, orang-orang lebih memilih untuk menggunakan desain pendingin buatan sebagai penghawaan dalam ruangan. Artikel ini ditujukan agar strategi desain pasif pada banguan-bangunan di Asia dapat diterapkan/memberikan referensi untuk studi terkait. Tinjauan literatur dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi desain pasif yang diterapkan oleh beberapa negara di Asia. Artikel ini menunjukkan bahwa ventilasi alami adalah salah satu teknik terbaik untuk mencapai tingkat kelembapan dan temperatur dalam ruang yang nyaman dalam bangunan. Ventilasi alami sebagai strategi pendinginan pasif pada bangunan menawarkan keuntungan signifikan dibandingkan teknik pendinginan buatan lainnya. Desain tradisional juga dapat diterapkan kembali dalam konstruksi modern sebagai sistem ^desain pasif^.

Keywords: Ventilasi alami, Desain pasif, Arsitektur Tradisional

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Inggrid Shafira Dwiyunita)


33 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-22

TINJAUAN DESAIN INKLUSIF SEBAGAI BAGIAN DARI PENDEKATAN PLACEMAKING DI NEGARA-NEGARA ASIA
Alia Nadhirah (a*), Popi Puspitasari (b), Khotijah Lahji (b)

a) Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti
Jl. Kyai Tapa No. 1, Jakarta Barat 11440, Indonesia
*ftsp[at]trisakti.ac.id
b) Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti
Jl. Kyai Tapa No. 1, Jakarta Barat 11440, Indonesia
c) Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti
Jl. Kyai Tapa No. 1, Jakarta Barat 11440, Indonesia


Abstract

Dalam merancang, perlu mempertimbangkan penggunanya tanpa terkecuali. Hal ini dapat dicapai melalui prinsip inklusif dalam placemaking, yang memiliki elemen dasar- memberikan pilihan, mengakui keragaman, dan membuat ruang untuk perbedaan. Namun hingga kini prinsip Inklusif belum menjadi norma, sebagian fasilitas inklusif belum ramah pengguna, serta pemahaman dan undang-undang terkait desain inklusif sangat terbatas, umumnya pada disabilitas, tanpa membahas aspek keragaman lainnya. Khususnya di Asia Tenggara, merupakan kawasan yang sulit menciptakan inklusivitas serta aksesibilitas, mengingat benua Asia memiliki populasi, budaya, dan perilaku yang unik sehingga sulit untuk dirancang. Untuk itu tulisan ini dibuat untuk memahami kembali aspek inklusif dan fenomenanya di benua Asia, menggunakan metoda tinjauan literatur dari 30 artikel dengan kata kunci Inklusif, Asia, dan Placemaking. Melalui tulisan ini ditemukan ragam lain aspek inklusif- usia, dari kelompok orang tua hingga anak, aspek gender, serta disabilitas dan kesehatan yang dipengaruhi determinan sosial dan ekonomi. Serta indikator kota inklusif- partisipasi dan upaya pemenuhan hak difabel, terjaminya aksesibilitas, dan adanya sikap inklusif warganya. Temuan juga menunjukkan pentingnya partisipasi desain melalui 4 langkah- Inovasi, Kolaborasi, Emansipasi, dan Motivasi. Serta pentingnya peningkatan peran mekanisme koordinasi regional dalam Inovasi untuk Pembangunan Inklusif (IID) di benua Asia, melalui promosi platform IID, mendorong keterlibatan Asia Tenggara dalam hal tersebut, serta memanfaatkan NGO.

Keywords: Inklusif- Placemaking- Asia- Arsitektur

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Alia Nadhirah)


34 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-25

Perencanaan Sistem Drainase dengan Konsep Zero Delta Run Off Pada Perumahan Permata Puri Cibubur
Pasya Nur Kamila, Wahyu Sejati

Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Kampus A


Abstract

Kenaikan angka jumlah penduduk setiap tahunnya memicu pertambahan angka kebutuhan akan tempat tinggal sehingga dibangunnya perumahan maupun apartemen untuk memenuhi permintaan tersebut. Perubahan tata guna lahan akan terjadi sehingga menyebakan peningkatan debit limpasan permukaan karena berkurangnya daerah resapan dan tangkapan air hujan. Dibutuhkan perencanaan drainase yang memadai untuk menghindari banjir yang diakibatkan oleh limpasan air berlebih. Perencanaan drainase dengan konsep zero delta run off menjadi solusi atas permasalahan tersebut dengan menerapkan teknologi ekodrainase yang akan meresapkan air limpasan permukaan ke tanah sebanyak-banyaknya tanpa menambah beban drainase kawasan. Perencanaan drainase ini menggunakan metode distribusi gumbel untuk menghitung curah hujan rencana, menggunakan Rumus Mononoobe untuk perhitungan intensitas hujan, serta menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) untuk menghitung waktu pengaliran. Teknologi ekodrainase untuk menunjang konsep zero delta run off adalah merencanakan dimensi kolam retensi dan sumur resapan. Hasil perhitungan yang didapat adalah debit Kawasan sebelum dibangunnya perumahan Permata Puri Cibubur adalah 0,017 m3/detik untuk Cluster Y dan 0,016 m3/detik untuk Cluster Z. Setelah kawasan terbangun, debit kawasan mengalami kenaikan menjadi 0,1352 m3/detik pada Cluster Y dan 0,1154 m3/detik pada cluster Z. Penerapan teknologi ekodrainase seperti kolam retensi dan sumur resapan diharapkan menurunkan jumlah debit limpasan hingga kawasan setelah dibangun memiliki debit yang sama seperti kawasan sebelum terbangun sehingga bisa tercapai zero delta run off.

Keywords: drainase, ekodrainase, zero delta run off

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Pasya Nur Kamila)


35 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-30

PERENCANAAN TEKNOLOGI EKODRAINASE PADA PERUMAHAN PUSAKA BUMI PATUNGKUDA, KABUPATEN SUKABUMI
Rachmat Maulana Putra, Dr. Ir. Teddy W Sudinda, M. Eng.

Universitas Trisakti


Abstract

Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah dengan laju pertumbuhan pada tahun 2020 sebesar 1,48% merupakan angka yang cukuo tinggi. Pembangunan infrastruktur di sektor perumahan mulai menguat. Salah satu kawasan yang sedang dikembangan adalah Perumahan Pusaka Bumi Parungkuda di kabupaten Sukabumi. Dalam proses pengembangannya perlu memperhatikan masalah hidrologi seperti banjir yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, perlu adanya implementasi dan perencanaan yang baik dari sistem drainase pada perumahan dengan teknologi yang digunakan berupa Sumur resapan dan kolam retensi. Berdasarkan hasil perhitungan debit banjir rencana maka untuk skenario 1 tanpa penerapan ekodrainase maka diperoleh debit sebesar 0,3977 m3 /detik untuk otlet 1 dan otlet 2 sebesar 0,01036 m3 /detik. Dan untuk skenario 2 dengan penerapan sumur resapan dapat mereduksi debit sebesar 0,0603 m3 /detik dan otlet ke 2 sebesar 0,0147 m3/detik. Lalu pada skenario ke 3 saluran menuju kolam retensi terserap 100% dikarenakan mampu menampung semua debit yang masuk kedalam kolam.

Keywords: Saluran Drainase, Debit Banjir Rencana, Ekodrainase

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Rachmat Maulana Putra)


36 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-33

REVIEW OF SPATIAL STRUCTURE, CONSTRUCTION AND LOCAL MATERIALS IN THE APPLICATION OF NEO VERNACULAR PRINCIPLES IN ASIA
Melinda Purwati (a*)Dr.Ir.Popi Puspitasari (b)Ir.Khotijah Lahji.MT

a.Trisakti University
Jl. Letjen S. Parman No.1, RT.6/RW.16, Grogol, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440.
b.Faculty Of Civil Enginering and Planning
Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol
Jakarta Barat, Indonesia


Abstract

This study aims to find out more about several different structural elements of neo- vernacular in Asia, especially in Indonesia. From the results of several reviews, it is concluded that the shape of the roof consists of ordinary pyramids on wai rebo and Javanese residential roofs as well as a combination of triangular pyramids such as tongkonan roofs. nature, while the body element consists of the main structure consisting of columns with a massive shape which are usually lined up and piled up. And the head element still uses a ridge with a combination of clasps and ties which are usually connected through a horse and tied with rattan. Overall, the building uses a massive structural system, while the legs use a space frame structure system.

Keywords: transformation, variation, structure, neo-vernacular, asia.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (melinda purwati)


37 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-34

ANALISIS STABILITAS LERENG DI SENTUL CITY PADA TANAH CLAY SHALE DENGAN PERKUATAN BORED PILE DAN CUTING TANAH
Muhammad Fauzan Mudhoffar, Muhammad Zaki

Universitas Trisakti


Abstract

Permukaan tanah yang miring dengan geometri tertentu disebut lereng. Pada penelitian ini sentul city merupakan lokasi peninjauan lereng yang berpotensi collapses. Pada lereng ini telah dilakukan uji sondir dan mendapatkan jenis tanah clay shale. Perkuatan tanah dimulai dengan melakukan percobaan dengan metode Fellenius, dan didapatkan hasil SF atau angka keamanan 1,12. Setelah menggunkan metode Fellenius dilanjutkan percobaan menggunakan Plaxis dan didapatkan SF atau angka keamanan 1,12.lebih kecil dari angka keamanan yang sudah ditentukan yaitu 1,5. Alternatif perkuatan tanah yang dilakukan adalah dengan bored pile dan cutting tanah yang dilakukan menggunakan pogram Plaxis. Pada percobaan dengan bored pile mendapatkan SF 1,7, dan pada percobaam dengan bored pile dan cutting tanah didapatkan hasil 1,9. Maka dari percobaan yang sudah dilakukan perkuatan bored pile meningkatakan SF yang cukup baik dan cuting tanah dapat membantu meingkatkan SF pada lereng.

Keywords: Stabilitas Lereng, Clay shale, Bored Pile, Cuting Tanah, Sentul City

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Muhammad fauzan Mudhoffar)


38 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-35

The Influence of Geogrid Use on Base Course Thickness in Clay Soil
Raihan Adithya

Department of Civil Engineering, Faculty of Civil Engineering and Planning, Trisakti University, Jakarta


Abstract

The condition of the subgrade is very important because it greatly affects the strength of the road. In field conditions, soil conditions vary widely, not all soils are in good condition, for example clay soil. Clay soil is considered a limitation in road construction because of its low bearing capacity. To avoid these things, soil stabilization is needed. The soil stabilization method used is mechanical stabilization using a geogrid. This study analyzes the base layer requirements needed by comparing several cases, namely without reinforcement, geogrid reinforcement BX1200, and BX1500. The analysis of this research was carried out using the Giroud and Han method. The results of the analysis show that the soil reinforced with geogrids BX1200 and BX1500 will increase the bearing capacity by 21% on undisturbed soil, and on remoulded soil by 31%, and reduce the required base course layer thickness each by 54% and 69% on undisturbed soil and on remoulded soil each by 63%, and 78%.

Keywords: Subgrade- geogrid- bearing capacity- base course

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Raihan Adithya)


39 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-37

Pengaruh Subtitusi Lightweight Expanded Clay Aggregate (LECA) Terhadap Kuat Tarik Belah Beton Geopolimer
Robiatul Adawiyah, Liana Herlina

Universitas Trisakti


Abstract

Penggunaan semen portland pada beton konvensional tentunya banyak menghasilkan gas emisi CO&#8322-, sehingga diperlukannya alternatif material pengganti semen sebagai bahan penyusun beton. Alternatif material yang dapat dipergunakan salah satunya yaitu fly ash agar lebih ramah lingkungan karena fly ash merupakan material yang diproduksi dari sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Disisi lain pembangunan konstruksi saat ini juga banyak menginginkan beton ringan dengan mutu yang tinggi material yang ramah lingkungan dengan mencampurkan agregat ringan (Lightweight Aggregate) / LWA jenis LECA dan abu terbang (fly ash). Adapun penelitian ini memiliki tujuan untuk megetahui nilai karakteristik kuat tarik belah beton geopolimer dengan subtitusi parsial lightweight expanded clay aggregate sebesar 0%, 25%, 50% dan 75% dari agregat kasar. Perbandingan Na&#8322-SiO&#8323- dan NaOH yang digunakan sebesar 2:1 dengan konsentrasi NaOH sebesar 8M. Curing pada beton geopolimer yaitu curing oven dengan suhu 60 selama 24 jam dan curing dengan suhu ruangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi subtitusi LECA sebagai agregat kasar yang digunakan, kuat tarik belah yang dihasilkan semakin menurun.

Keywords: beton geopolimer, abu terbang, lightweight expanded clay aggregate

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Robiatul Adawiyah)


40 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-38

abcdefghijkl
Aisah Aulia Salsabila*1, Wahyu Sejati, ST., MT.

Universitas Trisakti


Abstract

abcde

Keywords: abcde

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Aisah Aulia Salsabila)


41 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-39

PENGARUH POLA RUANG TERHADAP KARAKTER AKUSTIK GEDUNG TEATER
Gizka Aulia N , Dr-Ing. Ir. I. G. Oka Sindhu Pribadi, Msc, MM. , Ir. Endhi I. Purnomo, MSP.

Program Sarjana Arsitektur, Universitas Trisakti.


Abstract

ABSTRAK
Pusat Seni Pertunjukan yakni fasilitas yang berisi gabungan antara auditorium panggung teater, gedung konser, dan ruang pameran seni rupa yang dapat menampung fasilitas pertunjukan seperti pertunjukan musik, pertunjukan teater/lakon, pertunjukan opera, pertunjukan tari, dan ruang pameran seni rupa. Konser dapat dinikmati dengan menyenangkan ataupun sebaliknya, itu sebenarnya bergantung pada kondisi akustik tempat tersebut. Oleh sebab itu, ruang pertunjukan yang termasuk fasilitas utama harus didukung dengan desain ruang akustik sebagai tata suara yang sesuai, itu perlu untuk menghilangkan gema dan dengungan untuk mencapai kualitas suara yang bagus. Tujuan penerapan desain akustik pada gedung pertunjukan diharap bisa membangun ruang yang dapat menampung segala aktivitas dengan akustik yang prima.

Keywords: Gedung pertunjukan, Ruang Akustik, Karakter Akustik, Pola Ruang.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Gizka aulia Nurafifah)


42 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-40

EVALUASI SISTEM EKODRAINASE DI KAWASAN DARAT BANDAR UDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA
Fricilia Margaretta(1*), Sih Andajani(2*)

(1,2) Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta

*(1)sellamargaretta[at]gmail.com, (2)andajani[at]trisakti.ac.id


Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai sebuah Bandar Udara baru yang berfungsi sebagai salah satu moda transportasi di wilayah Bagian Selatan Jawa yang terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Bandara yang diresmikan pada tahun 2020 ini mempunyai keunggulan sebagai salah satu bandar udara pertama yang mendapat pencapaian berupa gold dalam penilaian greenship new building. Dalam mencapai prestasi tersebut, tentunya banyak hal yang diperhatikan dari berbagai kriteria dimana salah satunya berhubungan dengan keairan yang mempunyai tujuan mengurangi permasalahan hidrologi yang mungkin akan terjadi di kemudian hari seperti banjir dan genangan. Maka dari itu, salah satu hal yang dapat mengurangi permasalahan tersebut adalah perencanaan dan konsep drainase yang baik dan aman, dimana telah dilaksanakan dan sudah tercapai pada Bandara ini serta tidak lupa juga memperhatikan adanya konsep ramah lingkungan berupa penerapan konsep ekodrainase. Penelitian ini dilakukan di kawasan darat bandar udara yang terbagi menjadi 2 wilayah yaitu sisi utara Jalur Jalan Lintang Selatan (JJLS) dan sisi selatan Jalur Jalan Lintang Selatan (JJLS). Awal perencanaan ekodrainase pada penelitian ini dimulai dari analisis hidrologi dan dilanjutkan dengan pembahasan ekodrainase. Kesimpulan yang diperoleh setelah pembahasan ekodrainase, dapat dikatakan perencanaan ekodrainase pada bandara ini adalah baik dan aman dikarenakan letak ekodrainase tidak hanya berpusat pada satu wilayah saja seperti letak resapan air berupa kolam atau pond terletak di sisi utara JJLS yang efektif sebagai resapan air berlebih saat musim hujan.

Keywords: Ekodrainase, Debit Banjir, Bandara

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Fricilia Margaretta)


43 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-43

PERANCANGAN STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN SOIL NAILING MENGGUNAKAN METODE BISHOP, FELLENIUS, JANBU, DAN PROGRAM GEO5
Gilang Fadhly Achmad, Aksan Kawanda

Universitas Trisakti


Abstract

Daerah lereng dengan kemiringan tertentu juga dapat membantu dalam kekuatan lereng, semakin landai pada suatu lereng maka semakin minim terjadinya keruntuhan/longsor pada lereng. Suatu lereng dapat dikatakan aman jika desain pada perhitungannya memenuhi nilai faktor keamanan pada lereng tersebut yang sudah tercantum pada SNI 8460:2017 dan Buku penunjuk umum, Departemen Pekerjaan Umum tentang Penanganan lereng jalan. Metode Bishop,Fellenius, dan Janbu merupakan Metode perhitungan yang sudah digunakan sejak lama untuk menilai apakah lereng tersebut aman atau tidak dalam kekuatan suatu lereng, dengan adanya kemajuan teknologi munculnya suatu program, yaitu Geo5 yang membantu perhitungan pada mendesain lereng tersebut, dan jika terjadi keruntuhan pada lereng karena lereng tidak dapat menahan beban nya sendiri maka dapat dilakukan perkuatan tanah dengan perkuatan soil nailing. Mengatasi kelongsoran maka dapat dilakukan analisis sehingga dapat mengetahui pada bagian mana yang berpotensi terjadinya longsor dan dapat mencegah hal tersebut agar lereng tidak mengalami keruntuhan, dengan memperhitungkan besar faktor keamanan dan dapat dibuat perkuatan tanah pada lereng yang di analisis dengan metode Soil Nailing. Perancangan dalam melakukan perkuatan soil nailing sudah ada dalam peraturan SNI 8460:2017. Soil nailing dapat membantu kenaikan nilai faktor keamanan dalam kestabilitasan lereng, karena soil nailing mambantu mengikat tanah keras untuk menambah gaya tanah agar tidak terjadinya keruntuhan pada lereng, dan dapat memenuhi nilai faktor keamanan pada lereng.

Keywords: Stabilitas lereng, Faktor keamanan, Soil nailing, Geo5.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Gilang Fadhly Achmad)


44 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-53

ANALISIS STABILITAS LERENG DAN LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN BORED PILE DAN SOFTWARE PLAXIS
Muhammad Rizky Fadilla, Muhammad Zaki

Universitas Trisakti


Abstract

Tanah memiliki karakteristik yang berbeda - beda dikarenakan setiap permukaan tanah memiliki elavasi yang berbeda antara lokasi satu dengan lokasi lainnya sehingga dapat membentuk lereng. Analisis stabilitas lereng dan longsor merupakan salah satu cara untuk menganalisis faktor - faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik suatu lokasi lereng untuk dapat mengetahui apakah lereng tersebut dalam keadaan stabil atau dapat meninbulkan kelongsoran. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan besarnya nilai faktor keamanan dan deformasi lereng menggunakan suatu metode perhitungan yaitu metode Fellenius, metode Bishop dan Software plaxis, serta penanganan yang tepat dengan menggunakan perkuatan berupa bored pile. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada analisis stabilitas lereng dan longsor, diperoleh faktor keamanan sebesar 0,89 dengan menggunakan metode Fellenius, 1,02 dengan menggunakan metode Bishop, dan 1,3943 menggunakan software plaxis. Nilai tersebut masih kurang dari faktor keamanan yang di tentukan yaitu > 1,5 sehingga lereng tersebut tidak aman dan dapat menimbulkan kelongsoran. Setelah dilakukan perkuatan dengan bored pile dan dilakukan perhitungan dengan menggunakan software plaxis didapatkan nilai faktor keamanan sebesar 1,5840 dengan satu bored pile dan 2,6269 dengan dua bored pile nilai tersebut diatas faktor keamanan yang ditentukan yaitu >1,5 sehingga lereng tersebut aman dan tidak menimbulkan kelongsoran.

Keywords: Stabilitas Lereng, Longsor, Plaxis, Bored Pile, Faktor Keamanan.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Muhammad Rizky Fadilla)


45 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-54

Pengaruh Penambahan Sukrosa Terhadap Kelecakan Beton
Lusiana Nurhayati Siregar, Liana Herlina

Universitas Trisakti


Abstract

Beton sebagai salah satu material struktural utama pada pembangunan konstruksi memerlukan semen sebagai bahan dasar beton. Semen merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca ke atmosfer akibat proses industrinya. Digunakan material struktual alternatif yang lebih ramah lingkungan yaitu beton geopolimer. Beton geopolymer merupakan beton dengan bahan non semen yang bereaksi dengan alkali akivator. Pada penelitian ini, bahan non semen yang digunakan merupakan bahan sisa pembakaran batubara PLTU atau disebut fly ash. Alkali aktivator yang digunakan ada natrium hidroksida (NaOH) dan sodium silikat (Na2SiO3). Namun dalam penggunaannya, beton geopolimer memiliki satu kekurangan yaitu memiliki waktu ikat atau setting time yang lebih cepat dari beton normal dengan semen OPC sehingga menyebabkan tingkat workability atau kemudahan pekerjaan beton rendah. Digunakan bahan tambah atau zat aditif sukrosa yang bersifat sebagai retarder yaitu memperlambat waktu ikat beton geopolimer. Variasi kadar sukrosa yang digunakan adalah 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% dari berat fly ash. Didapatkan kadar yang paling optimum menambah nilai slump atau workability beton terdapat pada beton geopolimer dengan sukrosa 10% sebesar 239,3 mm.

Keywords: geopolimer, sukrosa, workability

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Lusiana Nurhayati Siregar)


46 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-55

PENGGUNAAN ANYAMAN BAMBU SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PERBAIKAN PADA TANAH LUNAK DENGAN VARIASI JARAK DAN LAPIS PERKUATAN
Farhan Heryo Nugroho, Dr. Tech Muhammad Zaki, S.T.,M.T

UNIVERSITAS TRISAKTI


Abstract

Tanah lunak memiliki daya dukung yang rendah. Oleh sebab itu diperlukan suatau perkuatan dengan tujuan meningkatkan daya dukung tanah. Pada penelitian ini menggunakan perkuatan anyaman bambu, penggunaan perkuatan ini dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan daya dukung tanah yang digunakan sebagai dasar pondasi dangkal. Variasi kedalaman dan jumlah lapis perkuatan digunakan untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah yang maksimum. Variasi kedalaman yang digunakan yaitu 0,25B dan 0,5B dengan variasi 2 lapis perkuatan. Metode penelitian yang digunakan dalam skala laboratorium. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan membandingkan nilai daya dukung tanah tanpa perkuatan dengan menggunakan perkuatan yang dinyatakan dengan Bearing Capacity Ratio (BCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi yang memberikan nilai daya dukung tertinggi yaitu variasi kedalaman 0,25B dengan 2 lapisan perkuatan. Nilai daya dukungnya sebesar 278,354 kN/m2 dengan nilai BCR sebesar 2,38 (peningkatan persen sebesar 24,96 %).

Keywords: Tanah Lunak, Daya Dukung Tanah, Anyaman Bambu, Bearing Capacity Ratio

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Farhan Heryo Nugroho)


47 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-58

INOVASI KARAKTERISTIK BUDAYA LOKAL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR MELALUI SISTEMATIK STUDI LITERATUR
Sultan Ghifari, Popi Puspitasari, Dwi Rosnarti

Program Studi Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta


Abstract

Karakteristik dari suatu daerah merupakan suatu ciri - ciri yang khas atau khusus yang menandakan bahwa hal tersebut hanya dapat ditemukan dari daerah tersebut. Adanya perancangan taman budaya yang di daerah Sleman memberikan respon dimana karakter kebudayaan Sleman dapat ditampung dan ditampilkan dengan baik secara menyeluruh. Terlepas dari kondisi Kabupaten Sleman yang mayoritas dikelilingi oleh daerah sawah dan perkebunan, daerah ini juga layak dan membutuhkan area khusus untuk melestarikan kebudayaan serta tradisi dari berbagai sektor seni yang dimiliki oleh masyarakat Sleman. Melihat kondisi terkini, masyarakat masih belum memiliki wadah yang cukup besar untuk menyalurkan dan melestarikan kebudayaan yang ada dari daerah Sleman. Studi literatur ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi karakter apa saja yang dimiliki oleh arsitektur Jawa terutama dari Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan untuk membuat tulisan ilmiah ini adalah dengan sistematik studi literatur, yang menggabungkan hasil tulisan ilmiah atau jurnal ilmiah yang berkaitan dengan inovasi karakteristik budaya lokal di Jawa dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular.

Keywords: Inovasi, Karakteristik, Budaya lokal, Neo-Vernakular, Taman Budaya

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Sultan Ghifari)


48 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-62

Implementasi Healing Environment pada Rumah Sakit
Yehezkiel Marizi Limanov, Hadi Prabowo, Punto Wijayanto

Universitas Trisakti


Abstract

Healing Environment adalah desain yang dapat memberikan perasaan untuk sembuh secara mental dan kebugaran jasmani dengan memadukan unsur unsur indra, alam, dan psikologis. Unsur Unsur indra digunakan untuk merasakan alam dengan cara mendengar, melihat, dan merasakan kemakmuran alam yang ada di dalam dari desain perancangan yang semua ini akan berakhir pada terangsangnya secara psiklogis. Maka dari itu sebuah faktor fisik sebagai desain harus diperhatikan seperti pencahayaan, penghawaan, aroma, taman, dan desain diluar ruangan, penghawaan pada ruangan ruangan di dalam, kebisingan yang dapat di kontrol, tata ruang , dan warna..
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui tanggapan dan respon dari pasien yang berkaitan dengan kenyamanan lingkungan dan suasana rumah sakit disaat berkunjung dan mengelilingi bagian bagian rumah sakit atau dalam saat menjalani perawatan dengan metode deskriptif kualitatif. dengan menggunakan beberapa tahapan seperti rumusan masalah, mencari bahan untuk kajian teori, mengumpulkan data untuk studi kasus, melakukan analisis data, dan ditutup dengan menarik kesimpulan. Data data yang dikumpulkan bersumber dari publikasi serta artkel artikel ilmiah yang dicari dan dikumpulkan melalui internet. Metode analisis akan dilakukan dengan tiga tahap, yaitu memilih bangunan kesehatan yang dirancang, membuat edskripsi mengenai masing masing kasus perancangan, dan terakhir adalah dengan melakukan pengamatan aspek aspek healing environment pada setiap bangunan.

Keywords: Desain, healing environment, psikologis

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Yehezkiel Marizi Limanov)


49 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-63

KOMPARASI KONSEP TRI HITA KARANA PADA BANGUNAN PURA AGUNG JAGAT DAN RUMAH TRADISIONAL BALI
Nabilah, Achmad Hadi Prabowo, Punto Wijayanto

Universitas Trisakti


Abstract

Konsep Tri Hita Karana merupakan konsep dasar dalam penataan ruang pada bangunan Bali. Penerapan konsep Tri Hita Karana ini juga menjadi salah satu cara pengimplementasian arsitektur kontekstual pada area Bali. Namun penerapan konsep Tri Hita Kara yang diterapkan berbeda - beda pada tiap bangunan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria yang menjadi dasar dalam menerapkan konsep Tri Hita Karana pada suatu perancangan bangunan. Komparasi yang dilakukan pada beberapa bangunan yang berhubungan dengan kota Bali, antara lain seperti rumah tradisional Bali, bangunan ibadah Bali, dan bangunan hasil karya arsitek Bali. Penelitian ini mengambilan dan pengumpulan data secara kualitatif yang akan dijelaskan secara deskriptif dengan dibantu visualisasi gambar gambar. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa konsep Tri Hita Karana memperhatikan tiga elemen yaitu tuhan, manusia, dan lingkungan. Pengimplementasian terhadap perancangan antara lain menggunakan bentuk yang condong vertikal untuk menunjukan hubungan antara manusia dengan tuhan, penggunaan material beton ekspos dan limbah kayu agar ramah lingkungan menunjukan hubungan manusia dengan lingkungan, disediakan Bale untuk tempat berinteraksi satu sama lain yang menunjukan hubungan sesame manusia, dan lain - lain.

Keywords: Tri Hita Karana, Konsep, Komparasi, Implementasi

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Nabilah Permana)


50 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-64

APPROPRIATE SITE DEVELOPMENT IN PRE DESIGN OF PRAMBANAN HOSPITAL SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA
Wisuddha Dharma Pradipta, Etty R. Kridarso, Hardi Utomo,

Trisakti University


Abstract

The need for health facilities increases along with the increase in population. Of course, this problem is also felt in Prambanan District, Sleman Regency which is also a tourist area. Therefore, it is necessary to increase the hospital class. However, the land required for development is not sufficient at the initial location. Thus, the design area is placed in a new area which is closer to the tourist attraction of Prambanan Temple and its surroundings. Because Prambanan Hospital was built on a new land, therefore land use management is important to discuss. Data retrieval comes from secondary and primary data. How to assess it is by using Greenship new building v1.2. The data is concluded based on the assessment made of the value obtained is divided by the maximum value of the measuring instrument. It can be said that the pre-design design has not fully applied the proper land use.

Keywords: Green building, Hospital, Appropriate site Development

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (WISUDDHA DHARMA PRADIPTA)


51 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-65

PENERAPAN TEMA KONTEKSTUAL FISIK PADA KAMPUNG SUSUN BAHARI AKUARIUM
Aryo Seno Anandantyo (a*), Ristya Arinta Safitri (a) , Agus Saladin (a)

a) Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti Kampus A Gedung C
Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol
Jakarta Barat, Indonesia 11440
*aryo052001800018[at]std.trisakti.ac.id


Abstract

Kebutuhan ruang hunian di area perkotaan Indonesia mengalami peningkatan pesat akibat urbanisasi, hal tersebut mengurangi ketersediaan lahan. Pemprov DKI Jakarta memiliki program rumah susun untuk mewadahi kenaikan tren urbanisasi, salah satunya kampung susun Akuarium yang terletak di kecamatan Penjaringan. Rumah susun tersebut merupakan program Kampung Prioritas yang salah satunya bertujuan menyelaraskan dengan lingkungan yaitu cagar budaya sekitar. Penelitian ini bertujuan melihat aspek-aspek rumah susun tersebut yang menyelaraskan konteks kawasan menggunakan metode kualitatif agar dapat menjadi acuan arsitektur kontekstual pada rumah susun. Hasil penelitian adalah penerapan arsitektur kontekstual pada kampung susun Akuarium dalam aspek harmoni yaitu berupa atap pelana dan warna fasad berdominan putih pada bangunan yang menyesuaikan cagar budaya sekitar yaitu museum Bahari. Kemudian penerapan kontekstual kontras yang dilakukan berupa sentuhan kontemporer pola zig-zag bukaan fasadnya. Berdasarkan aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa rumah susun Akuarium menerapkan pendekatan kontekstual.

Keywords: Kontekstual, Penyelarasan, Kampung Susun

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Aryo Seno Anandantyo)


52 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-66

KARAKTERISASI VISTA DAN SISTEM AKSIS VISUAL KAWASAN SEKITAR MONAS
Ravena Kendilo, Agus Budi Purnomo, Rizki Fitria Madina

Program Studi Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta


Abstract

Kawasan Monumen Nasional Jakarta merupakan kawasan bersejarah terdiri dari bangunan-bangunan yang di dominasi dengan fungsi kepemerintahan. Monumen Nasional turut berperan dalam menciptakan identitas kota Jakarta, yaitu sebagai landmark kawasan terletak dibagian tengah silang monas yang ditetapkan sebagai aksis utama menuju tugu. Tugu menjadi vista kawasan yang menciptakan titik fokus bagi pengamat. Dalam perencanaan aspek visual merupakan hal yang paling sering diperhatikan oleh masyarakat, adanya peningkatan infrastruktur seperti pembangunan sehingga Monas sebagai vista dari kawasan Medan Merdeka kurang diperhatikan oleh bangunan sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik vista dan sistem visual pada kawasan monas untuk diterapkan pada perancangan Galeri Nasional. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggambarkan kondisi dan situasi apa adanya sesuai dengan data yang dikumpulkan dan menghasilkan berbagai karakteristik vista sesuai dengan perletakan titik pengamat serta salah satu bangunan yang dapat dijadikan acuan dalam perancangan tapak pengembangan kawasan Galeri Nasional yang menciptakan sumbu untuk menghubungkan aksis ke kawasan Monas sehingga menghasilkan sebuah sistem visual yang baik.

Keywords: Galeri Nasional, Monumen Nasional, Kawasan, Tengeran

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ravena Kendilo)


53 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-67

APPLICATION OF THE AIRPORT MALL CONCEPT IN THE DESIGN OF TERMINAL 4 SOEKARNO HATTA AIRPORT
Juwita Nadira, Dr. Ir. Nurhikmah B Hartanti, MT, Ristya Arinta S, ST, M.Sc

Universitas Trisakti


Abstract

Airport mall is a design concept that combines two facilities in one area, namely airport terminal facilities with shopping center facilities and public spaces in one building. This merger is applied to both the departure terminal and passenger arrival terminal so that it can be visited by all users of the airport space, while airport designs generally only provide flight/terminal facilities with some additional commercial facilities that are not as complete as shopping center facilities such as malls.
Terminal 4 Soekarno-Hatta Airport is a new domestic terminal located in the Soekarno-Hatta International Airport area with an area of approximately 87 hectares which in its design will apply the airport mall concept to increase the comfort of space users so as to attract the attention of visitors to stay longer in terminal 4 and can be an option for visitors who are waiting for the scheduled departure or visitors who are waiting for an pick-up from and to Terminal 4 of Soekarno-Hatta Airport. In the application of the airport mall concept at commercial airports, passenger comfort is one of the important aspects that requires the application of designs that have effective circulation and can provide comfort for space users.

Keywords: airport mall, user comfort, combining facilities

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Juwita Nadira)


54 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-68

IMPLEMENTASI DAN PENERAPAN ARSITEKTUR FUNGASIONAL PADA BANGUNAN TERMINAL 3 BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
M.Rafii Dias Santoso , Dr. Ir. A. Hadi Prabowo .MT . IAI

Universitas Trisakti


Abstract

Jurnal Publikasi Ilmiah ini mengupas tentang implemetasi dan penerapan arsitektur fungsional terhadap suatu bangunan bandara yaitu pada bangunan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta dari segala sisi manapun ( termasuk konsep perancangan dan lain-lain ) . Sebelum dibahas dalam jurnal , kita kembali ke pengertian apa itu arsitektur fungsionalisme ? Dalam dunia arsitektur , fungsionalisme adalah suatu prinsip yang dimana bahwa bangunan harus dirancang berdasarkan tujuan dan fungsi dari bangunan itu sendiri . Arsitektur modern mengedepankan fungsi dimana suatu arsitektur dapat mewadahi semua aktivitas . Berbeda dengan arsitek pada masa pra-modern yang menata berdasarkan tipologi , arsitek modern menata berdasarkan fungsi . Dalam pandangan mengenai fungsionalisme bahwa bangunan terbentuk oleh bagian-bagiannya apakah dinding, jendela, pintu, atap, dll tersusun dalam komposisi dari unsur-unsur yang semuanya mempunyai fungsi . Dari penjelasan singkat di atas , bagaimana arsitektur fungsional dapat di terapkan pada perancangan salah satu bangunan yaitu pada bangunan terminal 3 bandar udara Internasional Soekarno Hatta , mengingat dalam rangka mengetahui serta menganalisa sejauh mana elemen arsitektur fungsional di terapkan pada bangunan terminal 3 tersebut ?

Keywords: Fungsionalisme , Arsitektur Modern , Fungsi , Bandar Udara

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (M.Rafii Dias Santoso)


55 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-69

Penerapan Penerapan Prinsip Transit Oriented Development Pada Halte Integrasi CSW-ASEAN
Farah Fadilla (a*), Hadi Prabowo (a), Julindiani Iskandar (a)

a) Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti
Jalan Kyai Tapa No.1, Jakarta Barat 11440, Indonesia
*farah052001800035[at]std.trisakti.ac.id


Abstract

Populasi penduduk yang menempati DKI Jakarta kian bertambah per tahunnya. Kelangkaan lahan di perkotaan kemudian menghasilkan suatu fenomena yang disebut sebagai urban sprawl, yaitu suatu fenomena pengembangan kawasan di pinggiran kota sebagai alternatif hunian bagi mayarakat. Kehadiran fenomena ini kemudian menghasilkan sebuah permasalahan baru karena kecendrungan masyarakat dari kawasan sprawl memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan pilihan yang lain. Tingginya tingkat penggunaan moda transportasi pribadi dapat menimbulkan berbagai permasalahan urban, di antaranya: kemacetan, pemborosan energi, polusi udara, pemborosan infrastruktur hingga segregasi sosial.
Konsep Pengembangan Berorientasi Transit atau yang dikenal dengan istilah TOD kemudian disebut sebagai salah satu solusi dari permasalahan ini. Konsep tersebut adalah sebuah konsep yang pertama kali dicetuskan oleh Peter Calthorpe dan didefinisikan sebagai konsep pengembangan suatu kawasan yang berasa di sekitar simpul transit yang perancangannya menekankan penggunaan lahan campuran.
Halte integrasi CSW ASEAN adalah sebuah simpul ikonik yang terletak di Kawasan TOD Blok M. Aksesibilitasnya terhadap berbagai destinasi serta berbagai moda transportasi membuatnya menjadi sebuah kawasan yang amat berpotensi untuk dijadikan rujukan dalam membangun sebuah kawasan TOD. Pada penelitian yang menggunakan metode kualitatif ini, dibentuk sebuah kawasan dalam radius 100 meter dari titik transit, yaitu halte integrasi CSW ASEAN. Melalui pengumpulan data berupa survei dan analisis, kawasan ini kemudian dinilai berdasarkan 8 prinsip Transit Oriented Development (TOD) oleh ITDP, yaitu: berjalan (walk), bersepeda (cycle), angkutan umum (transit), pembauran (mix), dan merapatkan (compact).

Keywords: Transit Oriented Development, Halte Integrasi CSW-ASEAN, Transportasi Massal

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Farah Fadilla)


56 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-70

IMPLEMENTASI ARSITEKTUR REGIONALISME PADA BANGUNAN PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT TROWULAN
Assafa Afrida Nur (a*), Agus Saladin (b), Rita Walaretina (b)

(a) Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti Jakarta
*assafa052001800020[at]std.trisakti.ac.id
(b) Dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti


Abstract

Pusat Informasi Majapahit Trowulan merupakan tempat untuk menunjang kegiatan penelitian, edukasi, dan pelindung situs beserta artefak yang berkaitan dengan peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit. Pendekatan arsitektur regionalisme digunakan karena dapat mengangkat potensi arsitektur lokal daerah, sehingga bangunan memiliki identitas dan karakter yang kaya akan budaya lokal setempat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menghasilkan gambar desain yang dapat memberi identitas kelokalan pada bangunan Pusat Informasi Majapahit, dengan nilai-nilai budaya khas Trowulan Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data diambil berdasarkan pada fakta lapangan yang ada. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa karakter dan identitas dapat diimplementasikan pada elemen-elemen bangunan berupa bentuk atap, bukaan, ornamentasi, dan material.

Keywords: Pusat Informasi, Regionalisme, Trowulan, Majapahit

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Assafa Afrida Nur)


57 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-71

IDENTIFIKASI KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT PADA STASIUN JUANDA DI JAKARTA PUSAT
Hadi Falhie Fathurahman, Hardi Utomo , Rita Walaretina ,Etty R. Kridarso

Program Studi Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta


Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan sebuah konsep untuk mengurangi permasalahan kemacetan di DKI Jakarta. Kondisi empiris dari Kawasan Stasiun Juanda belum menerapkan prinsip TOD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan variabel penelitian meliputi karakter pengembangan kawasan, ragam pemamfaatan ruang, dan intensitas pemanfaatan ruang .Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipologi Transit Oriented Development yang ideal pada kawasan Stasiun Juanda.

Keywords: Pengembangan, Transit Oriented Development, Stasiun Juanda

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (HADIFALHIE FATHURAHMAN)


58 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-72

PENERAPAN SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN UNTUK MENUNJANG KENYAMANAN VISUAL PADA RUANG PAMER PUSAT SENI DAN BUDAYA DI JIMBARAN, BALI
Farah Yaumairah , Nurhikmah Budi Hartanti , Rita Walaretina

Universitas Trisakti


Abstract

Ruang pamer pada galeri seni merupakan tempat untuk memamerkan karya seni yang bersifat menghibur, sarana rekreasi, dan apresiasi dari berbagai seniman dari dalam dan luar negeri. Ruang Pamer pada Galeri Seni perlu
memperhatikan berbagai aspek interior yang dirancang untuk kenyamanan pengunjung salah satunya adalah dengan memberikan pencahayaan yang layak dan sesuai standard untuk pengunjungnya. Tulisan ini bertujuan
untuk menganalisis model pencahayaan buatan untuk ruang pamer yang akan diterapkan pada ruang galeri Pusat Seni & Budaya di Jimbaran, Bali . Sistem pencahayaan buatan juga dibagi menjadi pencahayaan buatan primer dan sekunder, keduanya menentukan jenis pencahayaan yang cocok berdasarkan objek karya atau ruangan yang membutuhkan. Sistem pencahayaan maupun tingkat renderasi warna yang sesuai standard dalam SNI 03-6575-2001, ruangan yang memiliki fungsi sebagai ruang yang memamerkan objek-objek besar direkomendasikan memiliki tingkat pencahayaan sebesar 500 lux dan masuk kelompok renderasi warna 1 yaitu Ra > 85 dengan tampak warna bisa dingin, sedang, atau hangat. Namun, pencahayaan ruang pamer diharapkan tidak terlalu gelap agar karya yang dipamerkan terlihat kontras. Data diperoleh dari studi literatur dan observasi. melalui analisis tersebut dapat ditemukan hasil berupa jenis pencahayaan seperti apa yang dapat diterapkan di galeri seni pusat seni
budaya Jimbaran, Bali.

Keywords: Galeri seni, Ruang Pamer, Pencahayaan,

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Farah Yaumairah Lubis)


59 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-73

KONSEP ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA FASAD BANGUNAN PUSAT SENI DAN BUDAYA JIMBARAN, BALI
Putri Yeremia H M(*1), I G Oka Sindhu Pribadi(2), Dwi Rosnarti(3)

a)Mahasiswa Program Studi Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta
Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440, Indonesia
*Putri052001800076[at]std.trisakti.ac.id
b)Dosen Program Studi Arsitektur, Universitas Trisakti, Jakarta
Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440, Indonesia
*okapribadi[at]cbn.net.id
*dwi.r[at]trisakti.ac.id


Abstract

Bangunan Pusat Seni dan Budaya merupakan peluang dalam mewadahi pengembangan komunitas seni di Indonesia yang berhubungan dengan seni dan budaya. Pendektan Neo Vernakular dapat mencerminkan identitas kegiatan seni dan budaya Bali, direpresentasikan dalam fasad bangunan melalui kearifan lokal budaya serta modernitas dan inovatif. Perlunya perhatian khusus untuk menerapkan fasad yang tepat dari konsep Neo Vernakular, kedalam fungsi kegiatan kawasan pusat seni dan budaya Bali. Arsitektur Bali memiliki kekayaan akan konsep dan filosofi, sehingga dapat mewujudkan konsep kedalam tampilan bangunan. Tujuan penulisan untuk menganalisis karakter Arsitektur Neo Vernakular dalam mengadaptasi Arsitektur Bali, yang dikembangkan sesuai fungsi, tatanan massa majemuk serta adaptasi karakter tipologi dan tampilan bangunan Bali. Metode penelitian melalui pendekatan kualitatif data primer dan sekunder yang berdasarkan observasi serta studi kepustakaan, jurnal serta website resmi. Hasil analisis menunjukan keterkaitan variabel studi banding prinsip bangunan seni budaya Bali dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular yang menjadi kesimpulan dari penulisan.

Keywords: Pusat Seni dan Budaya, Fasad, Arsitektur Neo Vernakular, Jimbaran, Bali.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Putri Yeremia Handayani Marpaung)


60 Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun ABS-74

PEMANFAATAN MATERIAL LOKAL DAN KARAKTER FASAD TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA SUKABUMI
Salsabila Tiffanny Hidayat (a*), Dr. Maria Immaculata Ririk Winandari (b), Ir. Sri Tundono (b)

Universitas Trisakti, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Arsitektur, Jakarta Barat.


Abstract

ABSTRAK. Desain arsitektur diciptakan untuk memenuhi kebutuhan keberadaan manusia. Saat mendesain, penting untuk mempertimbangkan bahan yang dapat digunakan selain memiliki visi yang baik. Bahan bangunan datang dalam berbagai jenis, dan mereka berkembang dengan cepat. Salah satunya adalah bahan lokal, yang dapat dengan mudah ditemukan dalam jumlah besar di lokasi tertentu pada waktu tertentu. Sumber daya bisa berlimpah di tempat-tempat tertentu tetapi tidak tersedia di tempat lain. Untuk mengambil keputusan, diperlukan pemikiran. Penataan Bandara Sukabumi merupakan strategi yang digunakan pemerintah untuk mengembangkan moda transportasi baru. Bangunan bandara dengan karakter visual bisa disebut terminal. Salah satunya adalah bahan lokal, yang dapat dengan mudah ditemukan dalam jumlah besar di lokasi tertentu pada waktu tertentu. Sumber daya bisa berlimpah di tempat-tempat tertentu tetapi tidak tersedia di tempat lain. Untuk mengambil keputusan, diperlukan pemikiran. Penataan Bandara Sukabumi merupakan strategi yang digunakan pemerintah untuk mengembangkan moda transportasi baru. Bangunan bandara dengan karakter visual bisa disebut terminal. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif untuk mendeskripsikan sifat material dan energi yang digunakan pada bangunan terminal penumpang. temuan investigasi komposisi material dan penggunaan energi bangunan terminal penumpang Bandara Sukabumi

Keywords: Material Lokal, Visual Fasad, Terminal Penumpang, Bandar Udara

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Salsabila Tiffanny Hidayat)


Page 2 (data 31 to 60 of 92) | Displayed ini 30 data/page
<< PREV 1 2 3 4 NEXT >>

SIM8 2022 - Conference Management System

Powered By Konfrenzi Ultimate 1.832M-Build6 © 2007-2026 All Rights Reserved