Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai sebuah Bandar Udara baru yang berfungsi sebagai salah satu moda transportasi di wilayah Bagian Selatan Jawa yang terletak di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Bandara yang diresmikan pada tahun 2020 ini mempunyai keunggulan sebagai salah satu bandar udara pertama yang mendapat pencapaian berupa gold dalam penilaian greenship new building. Dalam mencapai prestasi tersebut, tentunya banyak hal yang diperhatikan dari berbagai kriteria dimana salah satunya berhubungan dengan keairan yang mempunyai tujuan mengurangi permasalahan hidrologi yang mungkin akan terjadi di kemudian hari seperti banjir dan genangan. Maka dari itu, salah satu hal yang dapat mengurangi permasalahan tersebut adalah perencanaan dan konsep drainase yang baik dan aman, dimana telah dilaksanakan dan sudah tercapai pada Bandara ini serta tidak lupa juga memperhatikan adanya konsep ramah lingkungan berupa penerapan konsep ekodrainase. Penelitian ini dilakukan di kawasan darat bandar udara yang terbagi menjadi 2 wilayah yaitu sisi utara Jalur Jalan Lintang Selatan (JJLS) dan sisi selatan Jalur Jalan Lintang Selatan (JJLS). Awal perencanaan ekodrainase pada penelitian ini dimulai dari analisis hidrologi dan dilanjutkan dengan pembahasan ekodrainase. Kesimpulan yang diperoleh setelah pembahasan ekodrainase, dapat dikatakan perencanaan ekodrainase pada bandara ini adalah baik dan aman dikarenakan letak ekodrainase tidak hanya berpusat pada satu wilayah saja seperti letak resapan air berupa kolam atau pond terletak di sisi utara JJLS yang efektif sebagai resapan air berlebih saat musim hujan.
Keywords: Ekodrainase, Debit Banjir, Bandara
Topic: Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun