|
TINJAUAN DESAIN INKLUSIF SEBAGAI BAGIAN DARI PENDEKATAN PLACEMAKING DI NEGARA-NEGARA ASIA a) Jurusan Arsitektur, Universitas Trisakti Abstract Dalam merancang, perlu mempertimbangkan penggunanya tanpa terkecuali. Hal ini dapat dicapai melalui prinsip inklusif dalam placemaking, yang memiliki elemen dasar- memberikan pilihan, mengakui keragaman, dan membuat ruang untuk perbedaan. Namun hingga kini prinsip Inklusif belum menjadi norma, sebagian fasilitas inklusif belum ramah pengguna, serta pemahaman dan undang-undang terkait desain inklusif sangat terbatas, umumnya pada disabilitas, tanpa membahas aspek keragaman lainnya. Khususnya di Asia Tenggara, merupakan kawasan yang sulit menciptakan inklusivitas serta aksesibilitas, mengingat benua Asia memiliki populasi, budaya, dan perilaku yang unik sehingga sulit untuk dirancang. Untuk itu tulisan ini dibuat untuk memahami kembali aspek inklusif dan fenomenanya di benua Asia, menggunakan metoda tinjauan literatur dari 30 artikel dengan kata kunci Inklusif, Asia, dan Placemaking. Melalui tulisan ini ditemukan ragam lain aspek inklusif- usia, dari kelompok orang tua hingga anak, aspek gender, serta disabilitas dan kesehatan yang dipengaruhi determinan sosial dan ekonomi. Serta indikator kota inklusif- partisipasi dan upaya pemenuhan hak difabel, terjaminya aksesibilitas, dan adanya sikap inklusif warganya. Temuan juga menunjukkan pentingnya partisipasi desain melalui 4 langkah- Inovasi, Kolaborasi, Emansipasi, dan Motivasi. Serta pentingnya peningkatan peran mekanisme koordinasi regional dalam Inovasi untuk Pembangunan Inklusif (IID) di benua Asia, melalui promosi platform IID, mendorong keterlibatan Asia Tenggara dalam hal tersebut, serta memanfaatkan NGO. Keywords: Inklusif- Placemaking- Asia- Arsitektur Topic: Penerapan Konsep Desain pada Rancangan Lingkungan Terbangun |
| SIM8 2022 Conference | Conference Management System |