|
:: Abstract List ::

Page 1 (data 1 to 30 of 65) | Displayed ini 30 data/page 1 2 3 NEXT >>
| 1 |
Earth Physics and Space Science |
ABS-256 |
|
ANALISIS PETA KERAPATAN PETIR TIPE CLOUD TO GROUND (CG) DI WILAYAH KOTA MANADO MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING (IDW) TAHUN 2023 Haifany1,a), Agus Setyo Budi1,b), Wahyudi Nasrul Pratama2,c)
1Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta
2Pusat Seismologi Teknik, Geopotensial, dan Tanda Waktu (PSGT), BMKG
Abstract
Indonesia, yang terletak di sepanjang garis khatulistiwa, mengalami frekuensi sambaran petir yang tinggi. Posisi geografisnya membuat kepulauan ini rentan terhadap kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan petir. Fenomena petir dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan, kebakaran hutan, bahkan cedera atau kematian jika tidak diwaspadai dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta kerapatan sambaran petir jenis Cloud to Ground (CG) di wilayah Manado pada tahun 2023. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan kecamatan-kecamatan yang memiliki tingkat kerapatan petir paling tinggi serta menentukan strategi mitigasi risiko bencana petir yang tepat untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat. Data yang gunakan yaitu batas wilayah Kota Manado yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan data rekaman sambaran petir Kota Manado Selama Tahun 2023 yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Metode yang digunakan yaitu interpolasi Invers Distance Weighting (IDW) menggunakan aplikasi QGIS dan Analisis Nexstorm. Dari hasil peta kerapatan yang diperoleh, Kota Manado memiliki tingkat kerapatan petir yang sangat rendah karena didominasi oleh warna Hijau Muda (1-2). Kecamatan yang memiliki kerapatan petir paling tinggi yaitu Wanea dan Malalayang yang didominasi oleh warna Oranye (4-5) dan Merah (>5-9) dengan tingkat kerapatan petir sebesar masing-masing 67.133758 (banyak petir/km2) dan 51.1682243 (banyak petir/km2), sedangkan Kecamatan dengan kerapatan petir terendah yaitu Mapanget dengan tingkat kerapatan petir sebesar 6.33165829 (banyak petir/km2). Jumlah petir tertinggi terjadi pada bulan Mei sebanyak 869 sambaran dan paling sedikit terjadi pada bulan Februari sebanyak 15 sambaran. Perencanaan strategi mitigasi risiko bencana petir penting untuk dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari bencana petir.
Keywords: Peta Kerapatan Petir, Cloud to Ground (CG), Kota Manado, Invers Distance Weighting (IDW), Analisis Nexstorm.
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Haifany Haifany)
|
| 2 |
Earth Physics and Space Science |
ABS-257 |
|
IDENTIFIKASI JENIS GEMPA VULKANIK BERDASARKAN DATA REKAMAN SEISMIK PADA GUNUNG SINABUNG MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS Bagas Anwar Arif Nur (a*), Bambang Heru Iswanto (a),Mohammad Hasib (b), Ahmad Basuki (c)
a) Program Studi Fisika, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta, Indonesia.
b) Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bandung, Indonesia
c) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung, Indonesia
Abstract
Erupsi vulkanik merupakan peristiwa alam yang memiliki potensi merusak yang signifikan terhadap manusia dan lingkungan. Identifikasi jenis gempa vulkanik menjadi kunci dalam upaya mitigasi risiko bencana dalam memberikan informasi proses dan lokasi kegiatan magma pada terjadi. Dalam penelitian ini, kami mengusulkan sebuah pendekatan menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk mengidentifikasi jenis gempa vulkanik berdasarkan data rekaman seismik. Identifikasi diawali dengan melakukan reduksi dimensi fitur menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil PCA kemudian dilakukan clustering yang setelahnya dievaluasi dengan Silhouette Score, Adjusted Random Indeks (ARI), David-Bouldin Indeks (DB-Indeks), dan Calinski-Harabasz index (CH-Indeks). Ekperimen dilakukan dengan menggunakan data rekaman berjumlah 309 sampel. Untuk tiap rekaman dilakukan ekstraksi fitur berupa fitur statistik, fitur entropi, dan fitur bentuk dengan total berjumlah 16 fitur dalam domain waktu dan frekuensi Hasil PCA pada dua komponen utama PC1 menjelaskan 49.2741% dan PC2 24.5507% dari varians data dan Hasil evaluasi menggunakan Silhouette Score sebesar 0.53, ARI 0.8, CH-Indeks 529.34, dan DB-Indeks 0.6
Keywords: Gempa Vulkanik, Identifikasi, PCA
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Bagas Anwar Arif Nur)
|
| 3 |
Earth Physics and Space Science |
ABS-296 |
|
PERBANDINGAN NILAI PEAK GROUND ACCELERATION BERDASARKAN PENDEKATAN DETERMINISTIK PERSAMAAN EMPIRIS UNTUK SESAR CIMANDIRI Haryanto1,a), Agus Setyo Budi1,b), Aditya Setyo Rahman2,a) , Yoga Dharma Persada2,b)
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Patahan Cimandiri sering disebut sebagai pemicu gempa bumi besar di Jawa Barat. Sesar Cimandiri merupakan sesar geser aktif sepanjang
100 km. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) yang dihasilkan oleh tiga persamaan empiris
Ground Motion Prediction Equation (GMPE), yaitu Boore (2003), Campbell (2003) dan Chiou-Young dkk. (2008), dengan pendekatan
deterministik. Pendekatan deterministik menggunakan formula sederhana yang mempertimbangkan magnitudo, jarak dan kondisi lokasi. Hasil
perbandingan menunjukkan bahwa nilai PGA yang diprediksi oleh persamaan empiris Boore, Campbell dan Chiou-Young kurang lebih sama,
namun ada beberapa faktor yang membedakan hasil dari ketiga parameter tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa persamaan empiris tersebut
mempertimbangkan faktor-faktor yang lebih kompleks dalam memprediksi PGA, seperti mekanisme sumber gempa, struktur geologi, dan
efek nonlinier. Penelitian ini memberikan informasi penting untuk memahami distribusi PGA pada sesar Cimnadiri. Informasi ini dapat
digunakan untuk memperkuat struktur bangunan dan infrastruktur di masa depan, sehingga dapat meminimalisir risiko kerusakan akibat
gempa.
Keywords: Sesar Cimandiri, PGA, Boore, Campbell, Chiou Young.
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Haryanto Haryanto)
|
| 4 |
Earth Physics and Space Science |
ABS-297 |
|
IDENTIFIKASI KLASIFIKASI JENIS TANAH DI WILAYAH SERANG MENGGUNAKAN DATA Vs 30 GEOMORFOLOGI Selsa Sururiyah Sya^baniah1,a), Agus Setyo Budi1,b), Nur Fani Habibah2,c) 1
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis tanah di wilayah Serang menggunakan data Vs30 berbasis geomorfologi sebagai parameter utama. Metode geomorfologi menganalisis karakteristik fisik dan morfologi tanah, sementara Vs30 mengukur kecepatan gelombang geser hingga kedalaman 30 meter untuk mengevaluasi kekuatan dan stabilitas tanah. Peta geomorfologi dan peta Vs30 saling berhubungan dalam menyajikan distribusi dan sifat tanah secara komprehensif. Atlas Tapak Lokal (Vs30) Indonesia yang disusun oleh PVMBG, menggunakan klasifikasi geomorfologi teknik, menjadi referensi utama dalam penelitian ini untuk membuat peta bahaya seismik/gempa bumi di Serang. Hasil penelitian menunjukkan keterkaitan erat antara Vs30 dan geomorfologi, yang mencakup variasi tekstur, struktur, dan kondisi geoteknik tanah di Serang. Informasi ini sangat penting untuk perencanaan tata guna lahan, mitigasi bencana, dan pengelolaan sumber daya. Penelitian menyoroti pentingnya data Vs30 dalam menghasilkan data yang akurat, yang mana kelas tanah mempengaruhi percepatan dan intensitas gempa. Penentuan kelas tanah menggunakan parameter geologi dan morfologi serta Vs30, yang diklasifikasikan sesuai dengan standar SNI, adalah langkah penting dalam pengelolaan risiko gempa bumi di wilayah ini.
Keywords: Klasifikasi tanah, Wilayah Serang, Geomorfologi, Kecepatan Gelombang Geser (VS30).
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Selsa Sururiyah Syabaniah)
|
| 5 |
Energy and Environmental Physics |
ABS-262 |
|
ANALISIS TIPE PASANG SURUT DI PERAIRAN SEMARANG MENGGUNAKAN METODE ADMIRALTY Alfiyani Az Zahro,Syafrima Wahyu, Nadia Zahrina Wulansari
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Pasang surut merupakan naik turunnya permukaan air laut akibat adanya gaya gravitasi benda-benda di langit, khususnya matahari dan bulan, terhadap massa air laut di bumi. Perairan Semarang terletak di pesisir utara Jawa Tengah yang merupakan salah satu wilayah pesisir penting di Indonesia. Lokasi ini terletak di antara beberapa pelabuhan besar dan jalur perdagangan laut, sehingga informasi mengenai pasang surut air laut sangat penting untuk kegiatan navigasi dan operasional pelabuhan. Penelitian ini menggunakan data pasang surut air laut di perairan Semarang pada Januari hingga Februari 2018. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara. Metode yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari survei langsung yang dilakukan oleh Tim Satuan Survei Hidro Oseanografi pada wilayah perairan tertentu. Sedangkan data primer merupakan pelengkap dari data sekunder yang mendukung penelitian ini, yaitu dengan menggunakan metode admiralty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pasang surut di perairan Semarang adalah pasang harian tunggal (diurnal tide) dengan nilai formzahl sebesar 3,94.
Keywords: Tides, Admiralty, Constant Harmonic, Types of tides
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Alfiyani Az Zahro)
|
| 6 |
Energy and Environmental Physics |
ABS-290 |
|
Pengaruh Ketebalan Pada Grafena Oksida Terhadap Tegangan Keluaran Device Moisture Electricity Generators (MEG) Noval Arrahman, Yuwana Pradana, Esmar Budi,Lia Aprilia
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Pemanfaatan bahan bakar fosil sebagai sumber energi primer masih dilakukan secara masif, sehingga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti peningkatan emisi karbon dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, energi terbarukan yang ramah lingkungan perlu dikembangkan sebagai alternatif. Moisture Electricity Generator (MEG) memiliki potensi yang besar untuk mendukung energi baru terbarukan. MEG dapat menyerap molekul air dari kelembaban melalui gugus fungsi graphene oksida dan memicu migrasi ion-ion yang terdisosiasi di dalam lapisan graphene oksida sehingga menghasilkan listrik. Penelitian ini dilakukan untuk memfabrikasi MEG menggunakan lapisan graphene oxide (GO) dan mempelajari pengaruh ketebalan GO terhadap tegangan keluaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah drop casting dengan variasi tetes larutan GO sebanyak 20, 30, 40 tetes yang mewakili ketebalan. Kemudian, tegangan keluaran MEG diukur pada Relative Humidity (RH) 30%, 50%, dan 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan keluaran tertinggi sebesar 0.231 V oleh MEG dengan ketebalan 40 tetes GO pada RH 80%.Pemanfaatan bahan bakar fosil sebagai sumber energi primer masih dilakukan secara masif, sehingga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti peningkatan emisi karbon dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, energi terbarukan yang ramah lingkungan perlu dikembangkan sebagai alternatif. Moisture Electricity Generator (MEG) memiliki potensi yang besar untuk mendukung energi baru terbarukan. MEG dapat menyerap molekul air dari kelembaban melalui gugus fungsi graphene oksida dan memicu migrasi ion-ion yang terdisosiasi di dalam lapisan graphene oksida sehingga menghasilkan listrik. Penelitian ini dilakukan untuk memfabrikasi MEG menggunakan lapisan graphene oxide (GO) dan mempelajari pengaruh ketebalan GO terhadap tegangan keluaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah drop casting dengan variasi tetes larutan GO sebanyak 20, 30, 40 tetes yang mewakili ketebalan. Kemudian, tegangan keluaran MEG diukur pada Relative Humidity (RH) 30%, 50%, dan 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan keluaran tertinggi sebesar 0.231 V oleh MEG dengan ketebalan 40 tetes GO pada RH 80%.
Keywords: Moisture Electricity Generators (MEG), Grafena Oksida, Tegangan Keluaran, Ketebalan
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Noval Arrahman)
|
| 7 |
Energy and Environmental Physics |
ABS-295 |
|
KINERJA PROSES PENGOLAHAN PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) BUARAN DALAM MENYEDIAKAN AIR BERSIH MENURUT STANDAR BAKU MUTU Eka Laela Nun Karinaa,1), Agus Setyo Budi1), Agus Setyarini2)
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja proses pengolahan dalam menyediakan air bersih yang memenuhi persyaratan berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan: 492/Menkes/Per/IV/2010 yang mengatur tentang persyaratan kualitas air minum. IPA buaran merupakan salah satu industri yang bergerak pada pengolahan air bersih dan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas air bersih dan mendistibusikan air bersih ke wilayah Timur dan Utara Jakarta dengan kapasitas 6000 Liter/detik. Dalam penelitian ini, dilakukan evaluasi terhadap seluruh tahapan proses pengolahan air, mulai dari pengumpulan, penyaringan, desinfeksi, hingga distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran telah berhasil mengolah air baku dari Sungai Kalimalang menjadi air bersih yang memenuhi standar baku mutu, IPA Buaran mampu memenuhi kebutuhan air dengan efisien namun tantangan dan variabilitas kualitas air baku masih terdapat.
Keywords: Air Bersih, Pengolahan, Kualitas, Standar baku
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Eka Laela Nun Karina)
|
| 8 |
Energy and Environmental Physics |
ABS-310 |
|
The Future of Palm Tree Plantation Tower Using Compression Ignition Engine For Telecommunication Purpose Diena Noviarini1, Eko Arif Syaefudin2, Aulia virlina3, Raihaanah Nabiilah Rahmaniyah4, Harits Ikbar5, Stanny Dewanti Rehatta6
State University of Jakarta
Abstract
The Collaborative Product Program activities of this Faculty are in the form of utilizing the future of palm plantation system as a development of clean and affordable energy with the concept of intelligent processing of the future of palm plantation system by utilizing fruit, fronds and harvest residues gradually into a source of clean energy that is up to date. The processing of the future of palm plantation system uses a series of information technologies as a platform, including the Internet of Things, Big Data, Cloud computing and artificial intelligence to process and transform the processing system of the future of palm plantation system so that the system becomes efficient and comfortable for users. With the aim of introducing and familiarizing this information technology system using multiple devices such as smartphones and personal computers to farmers and entrepreneurs of the future of palm plantation system, it is hoped that it can improve the conditions and processing capabilities to become a profitable business in terms of cost and technological efficiency. The research instrument uses data from the Ministry of Forestry for statistical data and the sample used is the use of a system prototype. The Research Team has conducted preliminary observations and interviews regarding the need for an information technology infrastructure to be implemented in Jambi Province, in order to improve the welfare of entrepreneurs of the future of palm plantation system. The final result of the first year^s research will be a training on the information technology system of the future of palm plantation system so that farmers and entrepreneurs of the future of palm plantation system and consumers are able to adapt the model of scientific and technological progress into their work and business which is published in the SINTA 1 indexed journal. In the second year, a prototype system will be produced with the publication of a Scopus indexed journal so that it brings benefits, especially for improving the welfare of entrepreneurs of the future of palm plantation system.
Keywords: sistem the future of palm plantation, publikasi, sinta, biomass, production
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Diena75 novi)
|
| 9 |
Instrumentation and Computational |
ABS-268 |
|
OTOMASI PENGUKURAN KECEPATAN PADA EKSPERIMEN TETES MINYAK MILIKAN MENGGUNAKAN ALGORITMA YOLOv5 Siska Miati Jati Ningsih, Hadi Nasbey, Haris Suhendar
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Eksperimen tetes minyak Milikan berperan penting dalam menentukan nilai dasar muatan elektron melalui perhitungan kecepatan tetesan minyak untuk mengukur gaya elektrostatik. Namun, analisis manual proses ini memakan waktu. Penelitian ini mengusulkan penggunaan algoritma YOLOv5 untuk otomatisasi pengukuran kecepatan tetesan minyak guna meningkatkan efisiensi dan akurasi. Algoritma YOLO merupakan pendekatan deteksi objek menggunakan teknik computer vision. Metode yang digunakan meliputi perekaman video tetes minyak, anotasi data dengan Roboflow, pelatihan model YOLOv5 dengan dataset yang diaugmentasi 10 kali, dan evaluasi menggunakan metrik mean Average Precision (mAP). Hasil penelitian menunjukkan nilai mAP sebesar 0.355 pada pelatihan, precision tertinggi mendekati 1.0 saat recall mendekati 0. Pengukuran kecepatan menggunakan YOLOv5 dibandingkan dengan metode manual menghasilkan kesalahan relatif sebesar 3.79% dan selisih waktu rata-rata 0.1274 detik. Meskipun nilai mAP tidak terlalu tinggi, model mampu mendeteksi tetesan minyak secara konsisten. Kinerja model sangat bergantung pada jenis jaringan, jumlah dataset, dan bentuk dataset. Akurasi perhitungan kecepatan cukup baik jika dibandingkan dengan data acuan dengan tingkat kesalahan dibawah 5%. Secara keseluruhan, algoritma juga menyederhanakan proses untuk melakukan percobaan.
Keywords: Computer Vision, Eksperimen, Kecepatan, Tetes Minyak Milikan, YOLOv5
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Siska Miati Jati Ningsih)
|
| 10 |
Instrumentation and Computational |
ABS-280 |
|
Optimisasi Pemanfaatan Sensor Warna TCS3200 dalam Pengembangan Sistem Otomatis untuk Pemilahan Biji Kopi Berdasarkan Perbedaan Jarak Hanum Puji Pangesti, Hadi Nasbey, Haris Suhendar
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Peningkatan permintaan akan kualitas biji kopi yang baik telah mendorong pengembangan sistem otomatis dalam pemilahan biji kopi. Salah satu komponen yang berperan penting dalam sistem ini adalah sensor warna yang mampu memberikan informasi akurat tentang nilai optimal dalam penggunaan sensor warna dalam pemilahan biji kopi. Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan terhadap sensor warna TCS3200 dengan tujuan mengoptimalkan penggunaannya dalam perancangan sistem pemilahan biji kopi otomatis berdasarkan variasi jarak. Metode yang digunakan adalah identifikasi parameter yang mempengaruhi tingkat akurasi pengukuran dan penyesuaian parameter sensor terhadap variasi warna menggunakan tiga warna kertas yang berbeda. Jarak sensor diuji pada rentang 1 cm hingga 20 cm dengan penambahan jarak sebagai variasi sebesar 0,5 cm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jarak optimal sensor yang diperoleh adalah 16,5 cm, 7,5 cm dan 15 cm dengan ukuran objek 14,8 cm x 21 cm untuk ketiga warna objek yang berbeda. Selanjutnya, sensor akan digunakan untuk pengembangan sistem pemilahan biji kopi secara otomatis berbasis Arduino Uno dan sensor warna.
Keywords: sensor warna, jarak, warna RGB, pengujian, otomatisasi
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Hanum Puji)
|
| 11 |
Instrumentation and Computational |
ABS-281 |
|
Optimalisasi dan Analisis Efisiensi Sistem Hidroponik NFT Menggunakan Panel Surya 100 WP Berbasis Mikrokontroler Jhaniya Zahra Nawawi, Hadi Nasbey, Haris Suhendar
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan dan menganalisi efisiensi sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) telah terbukti efektif dalam produktivitas tanaman, namun masih banyak tergantung pada sumber daya listrik yang stabil dan murah. Oleh karena itu, integrasi sistem hidroponik dengan energi terbarukan seperti energi matahri menjadi Solusi yang menjanjikan untuk mengatasi permasalahan ini. Panel surya sebagai salah satu teknologi energi terbarukan yang paling popular, memiliki potensi besar untuk mendukung sistem hidroponik NFT dengan cara berkelanjutan dengan menggunakan panel surya 100Wp, sistem hidroponik dapat dioperasikan secara mandiri dan ramah lingkungan, terutama di daerah-daerah yang memiliki intensitas cahaya yang tinggi. Mikrokontoler sebagai komponen utama dalam sistem otomasiasi, dapat digunakan untuk mengendalikan operasi sistem hidroponik NFT secara efisien. Dengan melakukan pengoptimalan dan analisis efisiensi, sistem hidroponik NFT yang diintegrasikan dengan panel surya dan dikendalikan oleh mikrokontroler dapat memberikan solusi yang lebih efektif dan ekonomis dalam produktif tanaman.
Keywords: Hidroponik NFT, Panel Surya, Mikrokontroler, Efisiensi Energi
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Jhaniya Zahra Nawawi)
|
| 12 |
Instrumentation and Computational |
ABS-294 |
|
ANALISIS PENGENALAN TINGKAT KEMATANGAN KELAPA MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) BERDASARKAN DATA SUARA KETUKAN KELAPA DI RUANG TERBUKA Yusuf Niko Fitranto, Bambang Heru Iswanto, Haris Suhendar
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Buah kelapa yang dikirim dari petani umumnya memiliki variasi kematangan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kematangan buah kelapa berdasarkan analisis fitur akustik dengan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Metode ini menggabungkan akuisisi data suara ketukan kelapa dengan analisis statistik multivariat untuk mengenali jenis kematangan buah kelapa secara akustik. Eksperimen penelitian melibatkan 40 sampel kelapa dan perekaman suara ketukan buah kelapa dilakukan dengan dengan mengetuk kelapa sebanyak tiga kali dari masing-masing sampel kelapa menggunakan alat pengetuk kelapa di ruang terbuka. Fitur akustik domain waktu dan frekuensi diekstraksi dari sinyal audio yang dihasilkan. Selanjutnya, analisis PCA digunakan untuk mengurangi dimensi fitur akustik dan mengidentifikasi pola yang mewakili tingkat kematangan buah kelapa. Hasil visualisasi PCA diperoleh perbedaan fitur akustik dari tingkat kematangan kelapa muda dan tua dapat teridentifikasi. Dari hasil analisis menggunakan PCA diperoleh dua komponen utama pertama yang menjelaskan sekitar 45.32% dan komponen utama kedua menjelaskan sekitar 31 % dari variasi data. Visualisasi data menggunakan scree plot menunjukkan kelompok kelapa muda terpisah secara jelas dengan kelompok kelapa tua.
Keywords: Identifikasi Suara Ketukan Kelapa, Ruang Terbuka, Kematangan Kelapa, PCA
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Yusuf Niko)
|
| 13 |
Instrumentation and Computational |
ABS-300 |
|
MONITORING PERTUMBUHAN JAMUR AGENSIA HAYATI DALAM CAMPURAN BAHAN ORGANIK DENGAN VARIASI KOMPOSISI MENGGUNAKAN ELECTRONIC NOSE Indriani Lutfiyyatunnisa1, a), Bambang Heru Iswanto1, b), Agustin Sri Mulyatni2, c)
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penggunaan campuran agensia hayati dan limbah bahan organik dapat dijadikan alternatif dari pupuk kimia sebagai produk bioinsektisida yang ramah lingkungan. Namun, keberadaan organisme agensia hayati dalam bahan organik dan rentan kontaminasi pada komposisi tertentu sulit dideteksi secara dini. Pada penelitian ini electronic nose (e-nose) digunakan untuk mendeteksi keberadaan tiga miselium jamur yang tumbuh dan kontaminasi dalam campuran bahan organik berdasarkan pola aromanya. Sebagai langkah awal akan dilakukan seleksi fitur yang akan digunakan untuk membangun model deteksi. Fitur diekstrak dari data respon e-nose yang diambil dari 28 sampel campuran jamur agensia hayati dengan bahan organik yang terdiri dari 9 variasi komposisi. E-nose yang digunakan versi 3 dengan jumlah sensor sebanyak 16 sensor tipe Taguci. Eksperimen dilakukan dengan tiga sampel jamur agensia hayati yang masing-masing dicampur dengan bahan organik ampas tebu dengan variasi komposisi pengenceran 10(−-1), 10(−-2), dan 10(−-3)serta volume pengenceran 2 ml, 4 ml, dan 6 ml serta sampel kontrol yang berisi bahan organik ampas tebu saja. Total terdapat 28 sampel dengan tiga kali pengulangan dengan waktu sampling yang berbeda. Untuk analisis komponen utama dilakukan pengolahan data dimulai dengan pre processing data dengan melakukan koreksi baseline dan normalisasi. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dengan fitur statistik deskriptif nilai minimum. Dari hasil analisis menggunakan PCA diperoleh dua komponen utama pertama menjelaskan sekitar 67.35% dan komponen utama kedua menjelaskan sekitar 18.19% dari variasi data.
Keywords: Agensia Hayati, Komposisi, Electronic Nose, Ekstraksi Fitur
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Indriani Lutfiyyatunnisa)
|
| 14 |
Instrumentation and Computational |
ABS-301 |
|
ANALISIS FITUR SUARA KETUKAN TELUR UNTUK IDENTIFIKASI KUALITAS TELUR AYAM MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) Delila Septiani Dwi Putri a), Bambang Heru Iswantob), Haris Suhendarc)
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Pemilahan telur ayam yang berkualitas sangat penting dilakukan sebelum dikonsumsi oleh masyarakat. Pasalnya, telur ayam merupakan salah satu produk yang mudah rusak karena berbagai faktor, sehingga tak jarang konsumen mendapati telur dengan kualitas tidak layak konsumsi. Pada penelitian ini, kualitas telur ayam diidentifikasi berdasarkan fitur audio dalam domain waktu dan frekuensi yang diekstrak dari suara ketukan telur. Fitur yang diekstraksi meliputi energy, entropy, Zero Crossing Rate (ZCR), spectral centroid, dan MFCC. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan sampel 100 telur ayam negeri yang terdiri atas telur layak dan tidak layak dikonsumsi. Data suara diperoleh dengan mengetuk telur secara vertikal dan horizontal. Selanjutnya data dianalisis dengan Principal Component Analysis (PCA). Hasil visualisasi PCA menunjukkan bahwa pada posisi pengetukan horizontal maupun vertikal perbedaan fitur audio dari kedua jenis telur dapat teridentifikasi, walaupun jarak antar kelompok relatif berdekatan dan terdapat overlap pada pengetukan horizontal. Adapun nilai varians PCA yang diperoleh dari ketukan horizontal pada komponen utama yaitu sebesar 51.69% untuk PCA1 dan 19.43% untuk PCA2. Sementara itu, untuk PCA pada ketukan vertikal diperoleh nilai varians sebesar 50.28% untuk PCA1 dan 26.73% untuk PCA2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suara ketukan telur ayam dapat digunakan untuk identifikasi kualitas telur dan dikembangkan untuk klasifikasi kualitas telur ayam.
Keywords: Fitur Audio, Telur Ayam, Identifikasi, PCA, Kualitas
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Delila Septiani)
|
| 15 |
Instrumentation and Computational |
ABS-302 |
|
Klasifikasi Kualitas Cangkang Telur Ayam Menggunakan EfficientNet Berbasis Citra Digital H K Putri1, B H Iswanto, dan H Suhendar
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Keretakan telur sering terjadi selama proses distribusi, baik yang terlihat dengan jelas maupun yang tidak terlihat secara kasat mata. Retakan pada cangkang telur menjadi perhatian serius karena berpotensi menyebabkan kontaminasi dan risiko kesehatan bagi konsumen. Pada penelitian ini keretakan cangkang telur ayam diklasifikasi berdasarkan citra digital dengan menggunakan Convolutional Neural Network (CNN)-EfficientNet. Eksperimen dilakukan dengan sampel 300 gambar telur dalam tiga kondisi- bagus, retak, dan pecah, masing-masing kondisi terdiri dari 100 gambar. Pengambilan gambar dilakukan dengan menggunakan kamera DSLR yang telah terkalibrasi dan berlatar belakang stabil. Pra-pemrosesan data meliputi cropping, resize, dan augmentasi. Splitting data dilakukan dengan proporsi 80:20. Hyperparameter menggunakan optimizer Adam dengan 50 iterasi dan batch 32. Performa model dievaluasi menggunakan metrik loss function (sparse categorical crossentropy), akurasi, dan confusion matrix. Klasifikasi menggunakan EfficientNet-B0 hingga B3 menghasilkan akurasi, presisi, recall, dan F1-Score berturut-turut 94,52%, 95,75%, 95,71%, dan 95,73%- 94,05%, 94,09%, 94,05%, dan 94,02%- 94,52%, 94,56%, 94,52%, dan 94,54%- 97,14%, 97,19%, 97,14%, dan 97,15%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, klasifikasi menggunakan EfficientNet menunjukkan peningkatan performa seiring dengan meningkatnya kompleksitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra keretakan cangkang telur ayam dapat dimanfaatkan untuk identifikasi kualitas telur dan dikembangkan untuk klasifikasi kualitas telur ayam.
Keywords: Cangkang Telur, CNN, Pengolahan Citra Digital
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Hernanda Khoiriyah)
|
| 16 |
Instrumentation and Computational |
ABS-303 |
|
PERBANDINGAN PERFORMA ALGORITMA RANDOM FOREST REGRESSOR DAN XGBOOST REGRESSOR DALAM PREDIKSI BAND GAP MATERIAL SEMIKONDUKTOR SILIKON Muhammad Rizky Anugraha), Teguh Budi Prayitnob) , Haris Suhendarc)
UNJ
Abstract
Material semikonduktor memainkan peran krusial dalam berbagai aplikasi teknologi modern, termasuk bidang elektronik, fotovoltaik, dan optoelektronik. Salah satu sifat utama dari material semikonduktor adalah band gap, yang merupakan energi yang diperlukan suatu elektron untuk dapat tereksitasi. Band gap adalah parameter kunci yang memengaruhi perilaku elektronik dan optik material semikonduktor. Dalam penelitian ini, machine learning digunakan untuk memprediksi nilai band gap material semikonduktor yaitu silikon. Silikon merupakan salah satu material semikonduktor yang sangat penting dan banyak digunakan dalam berbagai aplikasi teknologi modern. Dataset yang digunakan diambil dari Materials Project (MP), yang menyediakan beragam data mengenai material yang telah diuji, serta ciri ciri dan karakteristiknya. MP menyediakan informasi tentang berbagai jenis material, termasuk data sifat-sifat material, struktur kristal, kestabilan termal, dan lainnya yang dapat digunakan untuk membangun model machine learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan membandingkan performa dua algoritma machine learning, yaitu Random Forest Regressor dan XGBoost Regressor, dalam memprediksi band gap material silikon dengan akurasi tinggi berdasarkan ciri-ciri dan karakteristik material yang tersedia dalam dataset Materials Project. Evaluasi dilakukan juga terhadap kedua model machine learning tersebut dalam memprediksi band gap material silikon.
Keywords: Semikonduktor, Silikon, Material, Machine Learning.
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Muhammad Rizki Anugraga)
|
| 17 |
Instrumentation and Computational |
ABS-304 |
|
Penghitung Jumlah Kendaraan Berbasis Deteksi Objek Menggunakan Algoritma YOLOv4-tiny Rian Setiyanaa), Hadi Nasbey, Haris Suhendar
UNJ
Abstract
Kemacetan merupakan situasi dimana kondisi lalu lintas terganggu atau terhenti sama sekali. Hal ini sering ditemui di wilayah perkotaan, terutama ketika terjadi ketidakseimbangan antara jumlah kendaraan dengan kapasitas jalan yang tersedia. Jika dibandingkan dengan laju pembangunan infrastruktur jalan kota, pertambahan jumlah kendaraan telah meningkat secara eksponensial. Dari tahun 2013 hingga 2017, tercatat bahwa penambahan rata-rata jumlah kendaraan setiap tahunnya sekitar 8.600.000 kendaraan. Hal ini menyebabkan tingginya tingkat kepadatan lalu lintas di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memantau kepadatan lalu lintas dengan mengembangkan sebuah penghitung jumlah kendaraan berbasis deteksi objek. Penghitung ini dibuat untuk menghitung jumlah kendaraan pada rekaman video. Dalam penelitian ini, sistem penghitung jumlah kendaraan akan memanfaatkan kemampuan deteksi objek yang dimiliki oleh algoritma You Only Look Once (YOLO), khususnya YOLOv4-tiny. Algoritma YOLOv4-tiny dipilih karena memiliki ukuran model yang lebih kecil dan kemampuan deteksi yang lebih cepat. Berdasarkan hasil pelatihan, mAP pada bobot YOLOv4-tiny terbaik mencapai 95.13%. Selain itu, hasil penghitungan menunjukkan bahwa sistem berhasil menghitung jumlah kendaraan yang melewati garis bantu berdasarkan jenisnya.
Keywords: Kemacetan lalu lintas, Penghitungan kendaraan, YOLOv4-tiny, Deteksi objek
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Rian Setiyana)
|
| 18 |
Instrumentation and Computational |
ABS-247 |
|
Optimasi Posisi Near-Infrared LED (NIR-LED) pada Pengukuran Kadar Glukosa dan Kolesterol Darah Non-Invasif Meisya Indri Yanti (a*), Nur Jannah (a), Umiatin (a), Ernia Susana (b)
a) Program Studi Fisika, Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka, Jakarta Timur 13220, Indonesia
*meisyaindriyanti905[at]gmail.com
b) Program Studi Teknik Elektromedik, Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Jl. Hang Jebat III F3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12120, Indonesia
Abstract
Keywords: penyakit kardiovaskular- glukosa darah- kolesterol- inframerah- non-invasif
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Meisya Indri Yanti)
|
| 19 |
Instrumentation and Computational |
ABS-249 |
|
Karakterisasi Sensor Ultrasonik HC-SR04 Sebagai Parameter Pengukur Tinggi Badan Pada Prototipe Multi Frequency Bioelectrical Impedance Analysis (MF-BIA) Azzahra Khairunisa (a*), Atika Marisa Diniyah (a), Umiatin (a), Haris Sudendar (a)
a) Universitas Negeri Jakarta
Jl. R.Mangun Muka Raya No.11, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
*azzahranisa08[at]gmail.com
Abstract
Tinggi badan merupakan salah satu aspek fundamental dalam menentukan komposisi tubuh seseorang, sehingga dibutuhkan alat ukur tinggi badan untuk melakukan pengukurannya. Umumnya, alat ukur tinggi badan bersifat manual, sehingga dalam membaca hasil pengukuran masih membutukan waktu sedikit lebih lama, karena harus teliti melihat skala alat ukur tersebut. Perkembangan teknologi telah memungkinkan penggunaan sensor seperti ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur tinggi badan secara digital dengan waktu yang lebih singkat. Ultrasonik HC-SR04 merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur jarak dari suatu objek dengan kisaran jarak yang dapat diukur adalah 2-450 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai perangkat pengukur tinggi badan digital agar memiliki nilai hasil pengukuran maksimum dan akurat. Pengujian sensor ultrasonik dilakukan tanpa menggunakan housing dan menggunakan dua jenis housing dengan ukuran berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakterisasi sensor ultrasonik HC-SR04 menggunakan housing berukuran 5,1 cm x 2,5 cm x 5,7 cm menghasilkan keluaran yang stabil dengan nilai koefisien determinasi (𝑅-2) dari keluaran rata-rata adalah 0,9997 dan nilai akurasi yang dihasilkan mencapai 99,92%. Dengan demikian, pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengujian sensor ultrasonik HC-SR04 menggunakan sebuah housing berukuran 5,1 cm x 2,5 cm x 5,7 cm memiliki nilai pembacaan yang maksimum dan akurat, sehingga dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan akurasi pada prototipe Multi Frequency Bioelectrical
Impedance Analysis (MF-BIA) yang dirancang.
Keywords: Tinggi Badan, Alat Ukur Tinggi Badan, Ultrasonik HC-SR04, MF-BIA
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Azzahra Khairunisa)
|
| 20 |
Instrumentation and Computational |
ABS-250 |
|
PERBANDINGAN PERFORMA ALGORITMA RANDOM FOREST REGRESSOR DAN XGBOOST REGRESSOR DALAM PREDIKSI BAND GAP MATERIAL SEMIKONDUKTOR SILIKON Muhammad Rizky Anugrah(a*) , Teguh Budi Prayitno (b*) , Haris Suhendar (c*)
a) Program Studi Fisika, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur 13220, Indonesia
*muhammadrizkyanugrah_179[at]gmail.com
b) Program Studi Fisika, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur 13220, Indonesia
*haris_suhendar[at]unj.ac.id,
c)Program Studi Fisika, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur 13220, Indonesia
*teguh-budi[at]unj.ac.id
Abstract
Semiconductor materials play a crucial role in various modern technological applications, including electronics, photovoltaics, and optoelectronics. One of the primary properties of semiconductor materials is the band gap, which is the energy required to excite an electron. The band gap is a key parameter influencing the electronic and optical behavior of semiconductor materials. In this study, machine learning is used to predict the band gap values of the semiconductor material silicon. Silicon is one of the most important and widely used semiconductor materials in various modern technological applications. The dataset used is taken from the Materials Project (MP), which provides a wide range of data on tested materials, including their features and characteristics. MP offers information on various types of materials, such as material properties, crystal structures, thermal stability, and others that can be used to build machine learning models. This research aims to develop and compare the performance of two machine learning algorithms, namely Random Forest Regressor and XGBoost Regressor, in predicting the band gap of silicon materials with high accuracy based on the features and characteristics available in the Materials Project dataset. This study also involves a comprehensive evaluation of both machine learning models in predicting the band gap of silicon materials.
Keywords: Semiconductor, Silicon, Material, Machine Learning.
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Muhammad Rizky Anugrah)
|
| 21 |
Material Physics |
ABS-258 |
|
STUDI ANALISIS ABSORBANSI EKSTRAK DAUN CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) MENGGUNAKAN UV-Vis SPECTROPHOTOMETER Natasya Frysilia Wardanni, Iwan Sugihartono, Anggara Budi Susila, Rahmat Setiawan Mohar
Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka No. 01,
Rawamangun 13220, Indonesia
Center For Photonic National Research and Innovation Agency, Banten 15314, Indonesia
Abstract
Studi ini melaporkan telah dilakukan ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) yang digunakan sebagai zat pereduksi dan air deionisasi yang digunakan sebagai pelarut. Pada proses pembuatan ekstrak, sebanyak 20 gram bubuk daun cengkeh dicampur dengan 100 mL air deionisasi dan
direbus menggunakan hotplate magnetic stirrer selama 2 jam dengan suhu 70 derajat Celcius. Kemudian, larutan ekstrak disaring menggunakan kertas saring berdiameter 11 cm dan disentrifugasi dengan kelajuan 4000 rpm selama 30 menit untuk memperoleh ekstrak daun cengkeh. Hasil ekstrak tersebut dikarakterisasi dengan menggunakan UV-Vis Spektrophotometer untuk menganalisis absorbansi dan celah pita energi. Berdasarkan hasil uji absorbansi, ekstrak daun cengkeh menunjukkan adanya serapan maksimum pada konsentrasi 1000 ppm dengan panjang gelombang 221 nm dan pada konsentrasi 500 ppm dengan panjang gelombang 225 nm. Nilai celah pita energi pada konsentrasi 1000 ppm sebesar 3.26 eV dan pada konsentrasi 500 ppm 3.38 eV.
Keywords: UV-Vis Spektrophotometer, absorbansi, daun cengkeh (Syzygium aromaticum), panjang gelombang
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Natasya Frysilia Wardanni)
|
| 22 |
Material Physics |
ABS-259 |
|
Investigasi Sifat Termoelektrik pada Material ZnO Wurtzite: Pendekatan Berbasis Density Functional Theory Vivi Fitriyani 1, a) , Iwan Sugihartono 1, b), Teguh Budi Prayitno 1, c)
1) Program Studi Fisika, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur 13220, Indonesia
Abstract
Investigasi sifat Termoelektrik telah dilakukan melalui simulasi komputasi pada material ZnO berstruktur wurtzite. Kegiatan simulasi diawali dengan optimasi geometri untuk mendapatkan material dengan kondisi yang stabil melalui perhitungan berbasis Density Functional Theory (DFT) dengan fungsional energi pertukaran elektron Generalized Gradient Approximation (GGA). Berdasarkan hasil optimasi geometri diperoleh nilai parameter kisi a = b = 3.286 amstrong dan c = 5.301 amstrong. Analisis nilai termoelektrik dilakukan menggunakan metode semi-klasik Boltzmann. Dalam simulasi, untuk memperoleh nilai koefisien Seebeck, konduktivitas listrik, dan konduktivitas termal elektron suhu yang digunakan adalah 300 K. Selanjutnnya, parameter - parameter tersebut digunakan untuk menghitung efesiensi Termoelektrik berdasarkan figure of merit (standar efisiensi termoelektrik). Hasil perhitungan diperoleh nilai figure of merit adalah 0.66. Nilai tersebut menunjukkan bahwa sifat termoelektrik material ZnO berstruktur wurtzite mendekati optimal (~1).
Keywords: ZnO, wurtzite, Density Functional Theory, Termoelektrik, figure of merit
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Vivi Fitriyani)
|
| 23 |
Material Physics |
ABS-264 |
|
STUDI ANALISIS ABSORBANSI EKSTRAK DAUN TEH (CAMELLIA SINENSIS) MENGGUNAKAN UV VIS SPECTROPHOTOMETER Aulia Putri 1, a), Iwan Sugihartono, Anggara Budi Susila, Rahmat Setiawan Mohar
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Telah dilakukan ekstraksi menggunakan air deionisasi sebagai pelarut dari bubuk daun teh hijau (Camellia Sinensis) sebanyak 20 gram. Kemudian, larutan bubuk daun teh hijau ditambahkan pelarut air deionisasi sebanyak 100 ml dan direbus pada suhu 70oC selama 2 jam. Larutan yang telah direbus disaring menggunakan kertas saring. setelah disaring larutan tersebut disentrifugasi dengan kelajuan 4000 rpm selama 30 menit untuk memperoleh ekstrak daun teh. Selanjutnya, ekstrak daun teh diuji kemampuan absorbansinya menggunakan UV-Vis Spektrofotometer. Berdasarkan hasil uji absorbansi diperoleh nilai serapan ekstrak daun teh pada rentang panjang gelombang 200 hingga 800 nm dengan serapan maksimum pada konsentrasi 500 ppm berada pada panjang gelombang 225 nm dengan celah pita 4.09 eV, sedangkan pada konsentrasi 1000 ppm berada pada panjang gelombang 214 nm dengan celah pita 3.82 eV.
Keywords: daun teh hijau (Camelllia Sinensis), ekstrak, UV-Vis Spectrophotometer, absorbansi, panjang gelombang
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Aulia Putri)
|
| 24 |
Material Physics |
ABS-265 |
|
STUDI BAND GAP ENERGI STRUKTUR NANO ZnO DARI POLA REFLEKTANSI Syeha Lutfiah, Iwan Sugihartono, Rahmat Setiawan Mohar, Isnaeni, Maykel Manawan
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Keywords: Struktur nano ZnO, hidrotermal, sifat optik, reflektansi, celah pita
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Syeha Lutfiah)
|
| 25 |
Material Physics |
ABS-266 |
|
PENGARUH KOMBINASI LARUTAN PREKURSOR TERHADAP BANDGAP ENERGY DARI ZnO YANG DISINTESIS DENGAN METODE HIDROTERMAL Shafa Rahma Cyrilla, Rahmat Setiawan Mohar, Iwan Sugihartono, Maykel Manawan
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Keywords: Energi celah pita, Hidrotermal, Struktur nano ZnO, Prekursor, Reflektansi
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Shafa Rahma Cyrilla)
|
| 27 |
Material Physics |
ABS-277 |
|
STUDI STRUKTUR KRISTAL NANOPARTIKEL ZnO 0.6 M YANG DISINTESIS MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oliefera) PADA pH-9 DAN pH-10 Annisa Feby Nur Rahmasari, Iwan Sugihartono, Nurfina Yudasari, Akhmad Futukhillah Fataba Alaih, Djoko Triyono
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Keywords: nanopartikel ZnO, moringa oliefera, pH, XRD, parameter struktur kristal
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Annisa Feby Nur Rahmasari)
|
| 28 |
Material Physics |
ABS-278 |
|
PENGARUH KONSENTRASI ETANOL TERHADAP ZnO NANOROD YANG DISINTESIS DENGAN METODE HIDROTERMAL UNTUK DEGRADASI LIMBAH PARAQUAT Bintang Ramadhan, Iwan Sugihartono, Nurfina Yudasari
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Keywords: ZnO nanorod, hidrotermal, fotokatalis, spektroskopi UV-Vis, degradasi
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Bintang Ramadhan)
|
| 29 |
Material Physics |
ABS-282 |
|
ANALISIS KANDUNGAN UNSUR KACANG ALMOND DAN METE MENGGUNAKAN TEKNIK LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS) Maria Belendina Simatupang, Mangasi Alion Marpaung
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Kacang almond dan mete memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh manusia dan berbagai produk makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur kacang almond dan mete menggunakan teknik Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS). Teknik LIBS digunakan untuk memancarkan laser berenergi tinggi ke sampel, menghasilkan plasma yang mengandung atom tereksitasi. Atom tereksitasi ini kemudian memancarkan radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang karakteristik, yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi unsur dalam sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik LIBS dapat digunakan untuk menganalisis kandungan unsur kacang almond dan mete secara akurat. Kandungan unsur utama yang diidentifikasi dalam kacang almond adalah magnesium (Mg), kalsium (Ca), kalium (K), dan fosfor (P). Kandungan unsur utama yang diidentifikasi dalam mete adalah kalsium (Ca), kalium (K), Fluorin (F).
Keywords: Analisis unsur, Kacang almond, Kacang Mete
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Maria Belendina)
|
| 30 |
Material Physics |
ABS-283 |
|
PENGARUH RAPAT ARUS TINGGI PADA MORFOLOGI LAPISAN KOMPOSIT NI/TIN/ALN DENGAN METODE ELEKTRODEPOSISI ARUS PULSA Dhea Laila Putri Afifah, Esmar Budi, Teguh Budi Prayitno
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penggunaan arus pulsa untuk elektrodeposisi memiliki keunggulan yaitu terbentuknya ukuran butir yang lebih kecil, porositas, dan homogenitas, sehingga berdampak pada peningkatan sifat material. Pada penelitian ini, komposisi dari larutan elektrolit yang akan digunakan diantaranya NiCl2.6H2O 0.17 M, NiSO4.6H2O 0.38 M, TiN 6 gr/L, AlN 10gr/L, H3BO3 0.49 M, dan Sodium Dodecyl Sulfate (SDS) 0,6 gr/L. Pada elektroda lawan akan digunakan Platina (Pt) dan pada elektroda kerja akan digunakan Tungsten Karbida (WC). Variasi rapat arus pulsa yang akan digunakan yaitu 1 mA/mm2 dan 1,2 mA/mm2. Proses elektrodeposisi akan dilakukan selama 30 menit pada suhu 40C dan laju pengadukan 600 rpm. Setelah proses elektrodeposisi, dilakukan karakterisasi morfologi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil SEM pada perbesaran 1000x menunjukkan, pada variasi rapat arus pulsa 1 mA/mm2 ukuran partikel lebih besar, persebaran partikel cukup merata, terdapat retakan dan tidak terlihat adanya aglomerasi pada permukaan substrat, sedangkan pada rapat arus 1,2 mA/mm2, partikel terlihat lebih kecil, partikel tersebar merata, tidak ada retakan maupun aglomerasi yang terlihat pada permukaan substrat, sehingga permukaan lapisan terlihat lebih halus. Hasil menunjukkan semakin meningkatnya rapat arus maka morfologi permukaan lapisan akan semakin halus.
Keywords: lapisan komposit Ni/TiN/AlN, elektrodeposisi, morfologi permukaan, rapat arus pulsa
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Dhea Laila)
|
Page 1 (data 1 to 30 of 65) | Displayed ini 30 data/page 1 2 3 NEXT >>
|