ANALISIS PETA KERAPATAN PETIR TIPE CLOUD TO GROUND (CG) DI WILAYAH KOTA MANADO MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING (IDW) TAHUN 2023 Haifany1,a), Agus Setyo Budi1,b), Wahyudi Nasrul Pratama2,c)
1Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta
2Pusat Seismologi Teknik, Geopotensial, dan Tanda Waktu (PSGT), BMKG
Abstract
Indonesia, yang terletak di sepanjang garis khatulistiwa, mengalami frekuensi sambaran petir yang tinggi. Posisi geografisnya membuat kepulauan ini rentan terhadap kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan petir. Fenomena petir dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan, kebakaran hutan, bahkan cedera atau kematian jika tidak diwaspadai dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta kerapatan sambaran petir jenis Cloud to Ground (CG) di wilayah Manado pada tahun 2023. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan kecamatan-kecamatan yang memiliki tingkat kerapatan petir paling tinggi serta menentukan strategi mitigasi risiko bencana petir yang tepat untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat. Data yang gunakan yaitu batas wilayah Kota Manado yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan data rekaman sambaran petir Kota Manado Selama Tahun 2023 yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Metode yang digunakan yaitu interpolasi Invers Distance Weighting (IDW) menggunakan aplikasi QGIS dan Analisis Nexstorm. Dari hasil peta kerapatan yang diperoleh, Kota Manado memiliki tingkat kerapatan petir yang sangat rendah karena didominasi oleh warna Hijau Muda (1-2). Kecamatan yang memiliki kerapatan petir paling tinggi yaitu Wanea dan Malalayang yang didominasi oleh warna Oranye (4-5) dan Merah (>5-9) dengan tingkat kerapatan petir sebesar masing-masing 67.133758 (banyak petir/km2) dan 51.1682243 (banyak petir/km2), sedangkan Kecamatan dengan kerapatan petir terendah yaitu Mapanget dengan tingkat kerapatan petir sebesar 6.33165829 (banyak petir/km2). Jumlah petir tertinggi terjadi pada bulan Mei sebanyak 869 sambaran dan paling sedikit terjadi pada bulan Februari sebanyak 15 sambaran. Perencanaan strategi mitigasi risiko bencana petir penting untuk dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari bencana petir.
Keywords: Peta Kerapatan Petir, Cloud to Ground (CG), Kota Manado, Invers Distance Weighting (IDW), Analisis Nexstorm.