MONITORING PERTUMBUHAN JAMUR AGENSIA HAYATI DALAM CAMPURAN BAHAN ORGANIK DENGAN VARIASI KOMPOSISI MENGGUNAKAN ELECTRONIC NOSE Indriani Lutfiyyatunnisa1, a), Bambang Heru Iswanto1, b), Agustin Sri Mulyatni2, c)
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penggunaan campuran agensia hayati dan limbah bahan organik dapat dijadikan alternatif dari pupuk kimia sebagai produk bioinsektisida yang ramah lingkungan. Namun, keberadaan organisme agensia hayati dalam bahan organik dan rentan kontaminasi pada komposisi tertentu sulit dideteksi secara dini. Pada penelitian ini electronic nose (e-nose) digunakan untuk mendeteksi keberadaan tiga miselium jamur yang tumbuh dan kontaminasi dalam campuran bahan organik berdasarkan pola aromanya. Sebagai langkah awal akan dilakukan seleksi fitur yang akan digunakan untuk membangun model deteksi. Fitur diekstrak dari data respon e-nose yang diambil dari 28 sampel campuran jamur agensia hayati dengan bahan organik yang terdiri dari 9 variasi komposisi. E-nose yang digunakan versi 3 dengan jumlah sensor sebanyak 16 sensor tipe Taguci. Eksperimen dilakukan dengan tiga sampel jamur agensia hayati yang masing-masing dicampur dengan bahan organik ampas tebu dengan variasi komposisi pengenceran 10(−-1), 10(−-2), dan 10(−-3)serta volume pengenceran 2 ml, 4 ml, dan 6 ml serta sampel kontrol yang berisi bahan organik ampas tebu saja. Total terdapat 28 sampel dengan tiga kali pengulangan dengan waktu sampling yang berbeda. Untuk analisis komponen utama dilakukan pengolahan data dimulai dengan pre processing data dengan melakukan koreksi baseline dan normalisasi. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dengan fitur statistik deskriptif nilai minimum. Dari hasil analisis menggunakan PCA diperoleh dua komponen utama pertama menjelaskan sekitar 67.35% dan komponen utama kedua menjelaskan sekitar 18.19% dari variasi data.