SIM9 2023
Conference Management System
Main Site
Submission Guide
Register
Login
User List | Statistics
Abstract List | Statistics
Poster List
Paper List
Reviewer List
Presentation Video
Online Q&A Forum
Access Mode
Ifory System
:: Abstract List ::

Page 1 (data 1 to 30 of 44) | Displayed ini 30 data/page
1 2 NEXT >>

1 Ekonomi, Politik dan Lingkungan Terbangun ABS-24

KAJIAN STRATEGI PERUSAHAAN BIDANG KONSTRUKSI UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI DALAM MENGHADAPI KETIDAKPASTIAN EKONOMI
Fenny Evitalia Inggriani, Raflis, Giraldi Fardiaz Kuswanda

Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Jakarta


Abstract

Ketidakpastian ekonomi di Indonesia disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah ancaman akan terjadinya resesi global di tahun 2023. Peristiwa ini tentu berdampak pada perusahaan sektor konstruksi. Karena sebagian besar investasi modal negara didasarkan pada industri konstruksi, maka sektor konstruksi memiliki kontribusi penting dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, kinerja perusahaan sektor konstruksi perlu dipertahankan efisiensinya dalam kondisi ekonomi yang kurang stabil akibat adanya ketidakpastian ekonomi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya dilakukan analisis risiko dan manajemen strategi untuk merumuskan strategi yang tepat dan efisien untuk membangun resiliensi perusahaan terhadap ketidakpastian ekonomi.
Penelitian yang dilakukan menggunakan tiga kriteria yang disesuaikan dengan tingkatan formulasi strategi, di antaranya Strategi Tingkat Perusahaan, Strategi Tingkat Unit Usaha, dan Strategi Tingkat Fungsional. Untuk alternatif strategi yang digunakan di antaranya Retrenchment, Persevering, dan Innovating. Dari 10 responden yang terpilih setelah proses purposive sampling, hasil data akan dianalisis menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dengan sistem pembobotan dan pemeringkatan untuk menentukan prioritas. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kriteria dan alternatif yang tepat untuk perusahaan bidang konstruksi meningkatkan resiliensi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi adalah Strategi Tingkat Perusahaan dengan alternatif strategi Retrenchment.

Keywords: Strategi, Ketidakpastian Ekonomi, Sektor Konstruksi

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Fenny Evitalia Inggriani)


2 Sejarah, Teori/Filosofi dan Lingkungan Terbangun ABS-17

STUDI IMPLEMENTASI ARSITEKTUR BIOPHILIC PADA BANGUNAN COMMERCIAL MIXED-USE
Rezy

UNIVERSITAS TRISAKTI,FTSP


Abstract

Interaksi antara lingkungan fisik dan psikologi pengguna diperhitungkan oleh gagasan Biophilic ini. Penerapan pengertian Biophilic bertujuan untuk memberikan keadaan atau lingkungan dimana penghuni gedung tidak merasa khawatir dan merasa nyaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi penerapan konsep Biophilic pada bangunan apartemen dan mall. Metode yang digunakan pada studi ini adalah metode studi komparatif, yaitu membandingkan suatu objek dengan objek yang lain akan diteliti yaitu bangunan apartemen dan mall dengan menggunakan tujuh aspek desain biophilic yang berasal dari Browning, Ryan, Clancy (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep biophilic pada bangunan apartemen dan mall yaitu dengan menciptakan dan mendekatkan unsur-unsur alam ke dalam bangunan apartemen dan mall. Sementara istilah Biophilic mengacu pada hubungan antara manusia dan alam, arsitektur Biophilic adalah strategi desain yang berupaya membuat desain lebih berpusat pada pengguna untuk mendekatkan unsur alam dan pengguna.

Keywords: Biophilic, apartemen dan mall, pola desain

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Rezy Rezy)


3 Sejarah, Teori/Filosofi dan Lingkungan Terbangun ABS-19

Islamic Center di Samarinda Kalimantan Timur, Dalam Konteks Arsitektur Ekspresionisme
Gilang Putra Persada

Universitas Trisakti, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan


Abstract

Kajian ini membahas konsep pada bangunan Islamic Center di Samarinda Kalimantan Timur dengan penerapan konteks arsitektur ekspresionisme. Hal yang melatar belakangi pentingnya kalian ini adalah melihat nilai dari prinsip terhadap perenapan dari arsitektur ekspresionism, selain itu penerapan ini bisa menambah nilai dari Islamic Center Samarinda ini menjadikan landmark dari kota Samarinda maupun di Kalimandan Timur, dari penerapan ini juga diharapkan mampu memberi dampak positif dan nilai-nilai kenyamanan agar Islamic Center ini menjadi daya tarik masyarakat agar berkunjung dan juga nyaman dalam hal beribadah maupun sebagai wisata mengenal budaya Islam.. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana perenapan prinsip dari arsitektur ekspresionisme ini mengidentifikasi dan mendeskripsikan pada Islamic Center Samarinda ini dan penerapannya pada studi kasus yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menganalisis konsep Islamic Center dalam konteks arsitektur ekspresioise pada studi kasus tersebut. Hasil studi kajian adalah Islamic Center Samarinda Kalimantan Timur ini yang sudah didesain dengan penerapan konteks Arsitektur Ekspresionisme.

Keywords: Islamic Center, Samarinda, ArsitekturEkspresionisme

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Gilang Putra)


4 Sosial-Budaya dan Lingkungan Terbangun ABS-16

ANALISIS GUBAHAN MASSA PADA BANGUNAN HOTEL DAN CONVENTION BERDASARKAN KARAKTERISTIK KONTEKSTUAL CANDI PRAMBANAN
Khomsah Nur Janah *1, Nurhikmah Budi Hartanti2, Rita Walaretina3

Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,Universitas Trisakti


Abstract

Candi Prambanan ialah salah satu warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO pada tahun 1991 dan menjadi salah satu yang termegah di Asia Tenggara. Candi Prambanan sebagai warisan budaya perlu dilestarikan dengan bangunan penunjang kegiatan wisata disana yang bertema kontekstual. Arsitektur kontekstual merupakan perancangan arsitektur yang memperhatikan lingkungan sekitarnya, sehingga rancangan bangunan yang ingin dibangun memiliki harmoni dengan bangunan yang berada di sekitar tapak dengan bertujuan menjaga kelestarian lingkungan. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arsitektur kontekstual dari Candi Prambanan yang akan diterapkan pada perancangan bangunan hotel dan konvensi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan sumber merujuk dari hasil studi Pustaka.

Keywords: Aristektur Kontekstual, Candi Prambanan, Hotel dan Konvensi

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (khomsah nur janah)


5 Sosial-Budaya dan Lingkungan Terbangun ABS-28

Please Just Try to Submit This SamplPENERAPAN TATA RUANG DAN ORNAMEN RUMAH JOGLO YOGYAKARTA PADA TAMAN BUDAYA SLEMAN DENGAN PENDEKATAN NEO-VERNAKULARe Abstract
Sabrina Aprilia Dewata*1, Mohammad Ischak*2, Agus Saladin*3

UNIVERSITAS TRISAKTI


Abstract

Yogyakarta adalah salah satu provinsi yang memiliki banyak keistimewaan dan ciri khas sendiri sehingga menjadi pusat sejarah. rumah joglo menjadi salah satu sejarah Yogyakarta dimana memiliki pola ruang dan ornament ornament yang banyak di kembangkan. Saat ini banyaknya penerapan unsur unsur lokalitas terhadap pembangunan. Hal ini menjadi sebuah konsentrasi perancangan bangunan taman budaya di sleman. Yogyakarta pada umumnya bangunan taman budaya akan menggunakan pola ruang dan ornamen - ornamen khas Yogyakarta.dengan demikian diperlukan sebuah kajian yang tepat terhadap tata ruang dan ornamen yang dapat diterapkan terhadap fungsi taman budaya sleman. Pada penelitian ini akan menggunakan metode descriptive kualitatif dan pengamatan objek dari studi preseden yang dapat dianalisis menjadi sebuah kajian literatur. Dengan melalui penelitian ini dapat ditemukan bahwa pola tata ruang dan ornament ornament yang paling tepat digunakan terhadap taman budaya sleman yang men representasikan arsitektur neo-vernakular Yogyakarta.

Keywords: taman budaya, neo-vernakular, tata ruang, ornamen

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (SABRINA APRILIA DEWATA)


6 Sosial-Budaya dan Lingkungan Terbangun ABS-40

PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI PADA KRITERIA SOSIAL YANG RESILIEN TERHADAP KETIDAKPASTIAN EKONOMI GLOBAL
Jovani Bernika (1), Raflis (2), Giraldi Fardiaz Kuswanda (3)

(1,2,3) Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Kampus A, Jl. Kyai Tapa No.1, Grogol, Jakarta


Abstract

Perubahan ekonomi di suatu wilayah dapat dengan mudah secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi perubahan kondisi ekonomi suatu negara. Salah satu industri yang terkena dampak adalah konstruksi. Di masa pandemi, pergerakan perdagangan barang dan jasa berkurang signifikan akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Padahal, masih ada proyek yang sedang berjalan dan pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan menjadi prioritas, terutama untuk fasilitas yang mendukung penanganan dan pencegahan Covid-19, seperti pembangunan rumah sakit, penyediaan air bersih, dan tempat cuci tangan. Tujuan dari studi ini adalah untuk menetapkan alternatif yang paling sesuai dalam aspek sosial industri konstruksi, sehingga tahan terhadap ketidakpastian ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode AHP. Dalam penelitian ini terdapat 4 kriteria (Keadaan Ekonomi Keluarga Setempat, Aksesibilitas Transportasi Umum, Kemampuan Properti untuk Menarik Wisatawan dan Kemampuan untuk Memfasilitasi Aktivitas Fisik) dan 3 alternatif (Hotel, PUJASERA, dan Taman Kota). Hasil Penelitian ini mendapatkan Alternatif terbaik untuk dibangun yaitu PUJASERA.

Keywords: Ketidakpastian Ekonomi, Aspek Sosial, Metode AHP

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Jovani Bernika)


7 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-1

IDENTIFIKASI JEJAK KARBON DIOKSIDA PADA PEKERJAAN TIANG BOR (Studi Kasus : Stadion Indoor Multifungsi GBK)
Deffitania Olivia (a*), Bambang E. Yuwono (b)

a) Universitas Trisakti, Jakarta
Jl. Letjen S. Parman No.1, RT.6/RW.16, Grogol, Kec. Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440
b) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan


Abstract

Pertumbuhan pembangunan proyek konstruksi di Indonesia sangat berkembang pesat. Pada proses pembangunan proyek konstruksi mengakibatkan terjadinya fenomena efek rumah kaca. Emisi karbon merupakan salah satu hasil dari efek rumah kaca pada proses pembangunan proyek konstruksi. Fondasi merupakan salah satu bagian terpenting dalam pembangunan konstruksi yang berfungsi untuk menahan beban dan sebagai penyalur beban dari konstruksi yang berada diatas permukaan tanah. Pada pekerjaan fondasi menggunakan stuktur beton bertulang, struktur beton bertulang merupakan salah satu sumber emisi karbon pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar emisi karbon yang dihasilkan pada pekerjaan tiang bor di proyek Stadion Indoor Multifungsi GBK dan dielemen manakah yang menghasilkan emisi karbon terbesar. Hasil dari penelitian ini adalah emisi karbon yang dihasilkan oleh 1 tiang bor diameter 800 mm sebesar 6553,78 kg.CO2 dan pada pekerjaan tiang bor yang menghasilkan emisi karbon yang paling besar adalah konsumsi material atau bahan konstruksi sebesar 6134,40 kg.CO2.

Keywords: Proyek konstruksi- emisi karbon- tiang bor

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Deffitania Olivia)


8 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-2

IDENTIFIKASI JEJAK KARBON PADA PEKERJAAN TIANG PANCANG (Studi Kasus : Proyek Konstruksi Indoor Multifunction Stadium GBK)
Razaski Puteri Arsyah, Bambang E. Yuwono

Program Studi Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Kampus A, JL. Kyai Tapa No. 1 Grogol Jakarta


Abstract

Efek pemanasan global semakin terasa karena meningkatnya akumulasi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari berbagai macam kegiatan manusia, Pesatnya kegiatan konstruksi menjadi slah satu kontributor utama pembangunan ekonomi nasional namun di sisi lain merupakan kegiatan yang mengkonsumsi energi yang cukup besar dan memberikan konstribusi yang signifikan terhadap kenaikan jejak karbon di lingkungan. Dalam proses konstruksi, pekerjaan pondasi memiliki peran yang sangat penting sebagai bagian yang penopang beban bangunan diatasnya, pekerjaan pondasi menyumbang sepertiga atau bahkan setengah dari keseluruhan proyek dari aspek waktu dan biaya (Lyu et al., 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah emisi karbon yang dihasilkan dari pekerjaan tiang pancang pada proyek indoor multifunction stadium GBK dengan menggunakan metode perhitungan yang telah ditetapkan oleh IPPC (interngovernmental panel on climate change) metode tier-1. Metode tier 1 adalah metode perhitungan emisi dan serapan menggunakan persamaan dasar (basic equation), Hasil dari penelitian ini adalah emisi karbon yang dihasilkan dari pekerjaan 1 tiang pancang ukuran 450x450 mm adalah sebesar 11610,635 kg.CO2

Keywords: Jejak Karbon, Konstruksi, Tiang Pancang

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Razaski Puteri Arsyah)


9 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-3

EVALUASI STUDI KELAYAKAN LOKASI PADA PEMBANGUNAN BANDAR UDARA BARU DI KABUPATEN MAMUJU UTARA PROVINSI SULAWESI BARAT
Rahel Ektanti Tambunan

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Trisakti


Abstract

Transportasi mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam mendukung, mendorong, dan menunjang segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, sosial budaya, politik, dan pertahanan keamanan. Transportasi udara menjadi kian penting akibat luasnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dipisahkan oleh perairan yang luas. Transportasi udara merupakan sarana transportasi yang dapat menghubungkan wilayah-wilayah tersebut dengan waktu tempuh yang lebih cepat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan literatur dari jurnal, Badan Pusat Statistik Mamuju Utara dan peraturan-peraturan yang berlaku terkait pembangunan bandar udara baru, serta data kuantitatif yang diperoleh dari Konsultan PT. Pemilihan lokasi baru bandar udara memerlukan beberapa persyaratan pokok yaitu kemampuan operasional, kapasitas fasilitas bandara, biaya pembangunan, jalan akses, dampak lingkungan, faktor sosio ekonomis, dan konsistensi dengan pembangunan daerah. Setelah rencana lokasi baru sudah dipilih yang terbaik, proses selanjutnya adalah memilih konsep pembangunan dimana konsep fasilitas sisi udara, sisi darat dan jalan akses dikaji secara rinci dalam kaitan lokasi terpilih. Lokasi ini berada pada 3,5 km dari jalan poros Trans-Sulawesi sehingga aman untuk keamanan dari kegiatan penerbangan dan juga kegiatan lalu lintas penerbangan. Hasil analisis Obstacle Limitation Surace (OLS) menunjukkan bahwa lokasi Alternatif-3 dikategorikan sebagai lokasi paling aman dari obstacle. 3. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian kelayakan teknis pembangunan menunjukkan bahwa lokasi Alternatif-3 lebih baik dari lokasi Alternatif-1 dan Alternatif-2. 4. Berdasarkan evaluasi penentuan lokasi bandar udara dari aspek teknis dan operasi diperoleh hasil penilaian akhir di atas diperoleh nilai dari ketiga alternatif seperti di bawah ini : Dari alternatif 1,2, dan 3 di atas lokasi Alternatif-3 di Desa Batu Oge, Kecamatan Pedongga memperoleh nilai 241 sehingga Alternatif-3 merupakan pilihan yang terbaik.

Keywords: Studi Kelayakan, Aspek Teknis, Aspek Operasional, KKOP

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Rahel Ektanti Tambunan)


10 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-4

ANALISIS KAPASITAS AIR SIDE (STUDI KASUS: BANDAR UDARA INTERNASIONAL LOMBOK)
Fariz Nauval Ramadhan, Ir. Dewi Rintawati, M.T., Christina Sari, S.Pd, M.T.

Universitas Trisakti, Jalan Kyai Tapa No.1, RT.6/RW.16, Tomang, Grogol petamburan, Tomang, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440, Indonesia


Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang memiliki potensi pengembangan industri pariwisata yang pesat. Karena terdapat beberapa tempat wisata yang menarik seperti Gunung Rinjani, Gili Trawangan dan juga Sirkuit Mandalika. Dengan potensi tersebut, maka jumlah penumpang di Bandara Internasional Lombok akan meningkat. Oleh karena itu, guna meningkatkan kinerja pelayanan bandara saat ini, perlu dilakukan kajian ^Analisis Kapasitas Airside Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok^ dengan menggunakan metode berdasarkan pedoman perhitungan Federal Aviation Aadministration. Pada Bandar Udara Internasional Lombok menggunakan konfigurasi landas pacu tunggal, 3 buah landas hubung, dan 24 Parking Stand. Berdasarkan hasil analisis didapat hasil kapasitas landas pacu adalah 52 operasi penerbangan per jam dalam kondisi VFR, kapasitas landas hubung adalah 48 operasi per jam berdasarkan kondisi saat keberangkatan, dan kapasitas landas parkir adalah 72 operasi per jam. Berdsarkan pergerakan pesawat udara pada jam sibuk dalam 5 tahun terakhir yaitu 18 pergerakan per jam, maka kapasitas airside Bandar Udara Internasional Lombok dapat beroperasi dengan baik.

Keywords: Bandar Udara- kapasitas- landas pacu- landas hubung- landas parkir- FAA-

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Fariz Nauval Ramadhan)


11 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-5

Analisis Payback Period pada Green Building dari Segi Konservasi Air
Ariwijaya Kristiadi, Bambang Endro Yuwono

Universitas Trisakti


Abstract

Saat ini pembangunan proyek konstruksi terus meningkat seiring berjalannya waktu khususnya pembangunan gedung perkantoran. Faktor utama dalam pembangunan suatu gedung adalah biaya. Salah satu cara dari developer dalam membangun gedung yang ekonomis dan efisien dengan menerapkan konsep green building agar dapat bersaing ditengah maraknya pembangunan konstruksi. Green building merupakan bangunan yang sejak awal dalam tahap perencanaan, pembangunan, pengoperasian, operasional pemeliharaanya selalu memperhatikan aspek-aspek dalam melindungi, menghemat, mengurangi penggunaan sumber daya alam, menjaga kualitas mutu udara di ruangan, dan memprioritaskan kesehatan penghuninya. Penerapan green building pada gedung perkantoran baru maupun konvensional sangat berpengaruh dalam hal penghematan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya perubahan penggunaan air dan penghematan biaya dari segi konservasi air. Tujuan lain dari dari penelitian ini yaitu mengetahui waktu yang diperlukan untuk mencapai payback period dari penerapan green building. Hasil dari penelitian ini yaitu, Gedung Menara BCA Grand Indonesia dapat menghemat penggunaan air sebesar 4,47 L/orang/hari, efisiensi penggunaan air sebesar 11%, penghematan biaya penggunaan air per tahun sebesar Rp 327.849.097,14, pengembalian investasi atau payback period selama 3,5 Tahun, net present value sebesar Rp 218.642.475,89 sehingga penerapan green building tersebut dapat dikatakan layak dan akan mendatangkan keuntungan.

Keywords: Bangunan Hijau, Konservasi Air, Penghematan Biaya

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ariwijaya Kristiadi)


12 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-6

Analisis Angkutan Sedimen Pada Sungai Dadap Tangerang Banten
Mhd Fadil Arbi

Mahasiswa Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,
Universitas Trisakti Program Studi Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Kampus A,
Jl. Kyai Tapa No.1 Grogol, Jakarta


Abstract

Jalan Prancis yang berada di sebelah sungai dadap merupakan daerah yang rawan terkena banjir akibat luapan air dari sungai dadap. Maka dari itu, tujuannya dilakukan penelitian ini untuk mengetahui besarnya angkutan sedimen. Metode penelitian yang digunakan yaitu mengunakan data primer (kecepatan aliran, kedalaman sungai, lebar penampang sungai, sampel sedimen dasar dan sampel sedimen melayang. Metode yang digunakan untuk sedimen dasar yaitu metode Meyer-Peter-Muller dan untuk sedimen layang mengunakan metode sesaat. Hasil dari perhitungan motode sesaat pada sedimen melayang mengasilkan nilai rata - rata angkutan sedimen pada 9 titik tinjauan yaitu 1.22 ton/hari. Untuk angkutan sedimen dasar yang mengunakan metode Meyer-Peter-Muller nilai rata - rata angkutan sedimen pada 9 titik tinjauan sebesar 2.92 ton/hari dan Hasil nilai rata - rata laju sedimentasi pada 9 titik tinjauan sebesar 2.07 ton/hari

Keywords: Banjir, Laju Sedimentasi, Metode Meyer-Peter-Muller, Metode Sesaat, Sungai Dadap

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Mhd Fadil Arbi)


13 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-7

EVALUASI SISTEM DRAINASE KOMPLEK PERUMAHAN BANK INDONESIA, PANCORAN JAKARTA
Fajri Agma Syahranie

Program Studi Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Kampus A, Grogol, Jakarta


Abstract

Pada komplek perumahan Bank Indonesia yang berada di Pancoran, Jakarta Selatan memliki topografi yang lebih rendah dari pada daerah disekitarnya dan karena terus berkurangnya ruang terbuka hijau, hal ini dapat menyebabkan genangan setinggi 10 cm - 60 cm yang terjadi pada Jl.Rasamala raya yang merupakan jalan akses utama menuju Komplek Bank Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan genangan tersebut maka perlu dilakukan analisis sistem drainase untuk mengetahui penyebab terjadinya genangan. Peneltian memerlukan data berupa sistem drainase, curah hujan, dimensi saluran eksisting dan kapasitas storage memanjang eksisting. Berdasarkan hasil perhitungan terdapat 7 saluran yang tidak menampung debit banjir rencana 2 tahun yang terjadi, yaitu 4 saluran yang berada di kawasan Komplek Bank Indonesia dan 3 saluran diluar kawasan Komplek Bank Indonesia, maka dilakukan penerapan 2 alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut, yang pertama adalah melakukan perubahan dimensi saluran dan yang kedua adalah penerapan ekodrainase berupa sumur resapan pada saluran yang berada di komplek Bank Indonesia. Dari hasil penelitian diketahui alternatif 1 menyebabkan total volume air yang masuk kedalam storage memanjang mengalami peningkatan dari 3011 m3 pada kondisi eksisting menjadi 3030 m3. Jika menerapkan alternatif 2 maka genangan pada saluran di jl.Rasamala raya dapat diatasi dan volume total air yang masuk kedalam storage memanjang mengalami penurunan dari 3011 m3 pada kondisi eksisting menjadi 2940 m3.

Keywords: Sistem Drainase- Saluran Drainase- Storage Memanjang- Ekodrainase

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Fajri Agma Syahranie)


14 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-9

ANALISIS PENGEMBANGAN GEOMETRIK FASILITAS AIRSIDE (STUDI KASUS : BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN)
Muhammad Fauzan Suryana, Dewi Rintawati, Christina Sari

Universitas Trisakti


Abstract

Kota Makassar sebagai kota terbesar keempat di Indonesia dan terbesar di daerah Timur Indonesia yang memiliki luas area 175,79 km2 dan memiliki penduduk 1.571.814 jiwa pada tahun 2022. Makassar bisa disebut sebagai pintu gerbang dari/ke Indonesia bagian Timur. Hal itu menyebabkan peningkatan kebutuhan transportasi baik darat maupun udara. Sehingga diperlukan adanya analisis pengembangan geometrik terhadap fasilitas sisi udara pada Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk kemudian memastikan bahwa geometrik fasilitas sisi udara aman untuk melayani pergerakan pesawat udara, pergerakan penumpang di masa mendatang. Untuk menganalisis pengembangan geometrik fasilitas sisi udara 10 tahun mendatang dibutuhkan prakiraan pergerakan pesawat udara dan penumpang hingga didapatkan tipe pesawat udara rencana yaitu A380-800 yang dijadikan acuan dalam menghitung analisis geometrik tahun rencana yaitu 2033 berdasarkan SKEP/77/VI/2005 dan ICAO. Hasil analisis pengembangan geometrik tahun rencana didapat dimensi landas pacu sebesar 3214 m x 60 m dengan bahu landas pacu sebesar 12 m juga stopway sebesar 60 m x 45 m dan RESA sebesar 90 m x 90 m. Lebar total landas hubung sebesar 60 m dengan kemiringan maksimum sebesar 1,5%. Untuk landas parkir rencana tahun 2033 sebesar 4278 m x 135 m dengan jumlah aircraft stands sebanyak 49 buah dengan posisi nose in.

Keywords: Makassar, Bandar Udara, SKEP/77/VI/2005, ICAO, Geometrik

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Muhammad Fauzan Suryana)


15 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-10

Evaluasi Carbon Footprint Beton Ready Mix pada Proyek Gedung
Daniswara Putra Satya, Ryan Faza S.T.,M.T.

Universitas Trisakti


Abstract

Proyek konstruksi memiliki pengaruh besar terhadap kerusakan lingkungan, yang menyebabkan terjadinya fenomena efek gas rumah kaca dan peningkatan karbon dioksida. Salah satu sumber penyebabnya adalah pembangunan. Salah satu produsen terbesar dari karbon dioksida adalah Industri Portland cement dan berkontribusi kurang lebih 7% dari carbon footprint di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah jejak karbon yang dihasilkan pada proses penggunaan beton ready mix mulai dari proses kontrak, proses delivery, dan penggunaan concrete pump serta mengetahui pengaruh faktor pada proses terhadap emisi karbon. Hasil dari identifikasi perhitungan emisi karbon yaitu, pada proses mobilisasi saat kontrak sebesar 37,6302 kg.CO2, proses delivery sebesar 2.725,7823 kg.CO2,dan penggunaan concrete pump sebesar 4.284,61186 kg.CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah emisi karbon berpengaruh signifikan terhadap variabel lama waktu perjalanan, penggunaan bahan bakar, dan kapasitas mesin
Kata kunci : Proyek konstruksi, emisi karbon, Beton ready mix.

Keywords: Proyek konstruksi, emisi karbon, Beton ready mix.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Daniswara Putra Satya)


16 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-11

Evaluasi Ketinggian Bangunan Di Sekitar Bandar Udara Soekarno-Hatta (Studi Kasus: Lippo Karawaci Tangerang)
Allisa Kusuma Dewi

Universitas Trisakti


Abstract

Bandar Udara Soekarno-Hatta terletak di Kabupaten Tangerang, Banten. Bandar udara ini melayani penerbangan domestik maupun internasional dan dekat dengan Lippo Karawaci yang berjarak 10,3 km. Mengingat kawasan Lippo Karawaci sedang dilakukannya pembangunan gedung-gedung tinggi, maka diperlukan adanya evaluasi terhadap ketinggian bangunan agar tidak menghambat aktivitas Bandar Udara Soekarno-Hatta. Dalam evaluasi ini menggunakan ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandar Udara Soekarno-Hatta dan untuk mengetahui ketinggian bangunan yang diizinkan. Untuk ketinggian rencana bangunan sesuai dengan KKOP Bandar Udara Soekarno-Hatta digunakan metode analisis dari aspek legal seperti peraturan keselamatan penerbangan baik dari internasional maupun nasional, yang terkait dengan keselamatan penerbangan seperti KKOP, prosedur penerbangan, dan ketentuan ICAO. Hasil dari penelitian ini bahwa rencana bangunan di Lippo Karawaci berada pada kawasan permukaan horisontal luar terhadap KKOP Bandar Udara Soekarno-Hatta maka dari itu tidak mengharuskan pemberlakuan ketentuan mengenai batas permukaan halangan, dengan demikian tidak mengikat terhadap letak rencana bangunan dan tinggi rencana bangunan sampai dengan 1000 ft / 300 m aman dari perspektif keselamatan penerbangan.

Keywords: Bandar Udara Soekarno-Hatta, Lippo Karawaci, Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan, Prosedur Penerbangan, Ketinggian Bangunan

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Allisa Kusuma Dewi)


17 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-13

PENGARUH PROSES KARBONISASI HIDROTHERMAL PADA SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK MORTAR SEMEN
Winda Ellyta (1*), Ade Okvianti Irlan (1), Ananto Nugroho (2), Triastuti (2)

1) Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Trisakti, Jakarta
2) Pusat Riset Biomassa dan Biomaterial BRIN


Abstract

Karbonisasi hidrothermal merupakan suatu proses termokimia pada suhu tinggi untuk mengurangi kadar lignin dan ekstraktif dalam bahan organik dengan menggunakan air sebagai medianya. Produk dari karbonisasi hidrothermal berupa produk padat yang disebut hydrochar. Penggunaan sabut kelapa dalam campuran beton atau mortar merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi limbah perkebunan. Penggunaan bahan tambah dari serat alam dalam pembuatan mortar mempengaruhi kualitas mortar yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari proses karbonisasi hidrothermal (HTC) pada sabut kelapa terhadap sifat fisik dan mekanik mortar pada umur 28 hari. Serat alam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sabut kelapa dengan diameter serat berukuran antara 0.420 - 0.149 mm. Sabut kelapa dalam penelitian ini terlebih dahulu diberi perlakuan dengan cara merebus sabut kelapa dalam larutan Kalium Hidroksida (KOH) 5% pada suhu 80&#8304-C selama 30 menit. Kemudian dilanjutkan dengan proses karbonisasi hidrothermal selama 1, 2 dan 3 jam pada suhu 160&#8304-C. Penelitian ini menggunakan rasio semen portland komposit dan pasir adalah 1:2.75 (berdasarkan perbandingan berat) dan rasio air dan semen adalah 0.46. Sedangkan kadar hydrochar yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 1% dari berat semen. Sifat fisik dan mekanik yang diamati dalam penelitian ini antara lain flowabilitas, kuat tekan, kuat lentur, dan penyerapan air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa durasi proses karbonisasi hidrothermal dapat mempengaruhi flowabilitas, kuat tekan dan penyerapan air. Semakin lama durasi proses karbonisasi hidrothermal, flowabilitas, kuat tekan dan penyerapan air semakin meningkat. Namun hal ini berbanding terbalik dengan kuat lenturnya, semakin lama durasi proses karbonisasi hidrothermal, kuat lenturnya menurun.

Keywords: Mortar, Sabut Kelapa, Hydrochar, Karbonisasi Hidrothermal

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Winda Ellyta)


18 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-15

Pengaruh Nilai Waktu Terhadap Penerapan Sistem Multi Lane Free Flow Pada Gerbang Tol Ciputat 2
Nadya Fernanda Rakhafuri (1), Budi Hartanto Susilo (2)

(1,2) Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Kampus A, Jl. Kyai Tapa No. 1, Grogol, Jakarta Barat 11440, Indonesia


Abstract

Jalan tol dibuat untuk mengurai kemacetan. Kemacetan yang terjadi di jalan tol umumnya terjadi akibat antrean di gerbang tol. Antrean disebabkan oleh ketidakseimbangan tingkat pelayanan dan tingkat kedatangan. Sistem yang saat ini diterapkan menggunakan Electronic Card. Sistem tersebut membutuhkan waktu 4 hingga 6 detik untuk setiap transaksi, disertai dengan tingginya volume kendaraan pada saat jam puncak sibuk sore menyebabkan antrean terjadi di gerbang tol. Pemerintah memberikan solusi berupa peningkatan kinerja jalan tol khususnya pada sistem transaksi dengan menerapkan sistem Multilane Free Flow. Sistem ini merupakan sistem pembayaran tanpa henti dengan kecepatan yang sama saat melintas di jalan tol.
Antrean berhubungan dengan Nilai Waktu. Nilai Waktu sebagai sejumlah uang yang disediakan oleh pengendara untuk menghemat satu unit perjalanan. Pengurangan waktu perjalanan dapat mengubah kerugian dalam segi biaya dan waktu menjadi sebuah keuntungan. Penerapan awal sistem Multilane Free Flow didasarkan terhadap permasalahan antrean yang terjadi di gerbang tol. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar Nilai Waktu akibat antrean di gerbang tol.
Antrean menimbulkan waktu produktif terbuang, sehingga akumulasi waktu yang terbuang pada antrean dapat dilihat dari besarnya Nilai waktu. Jumlah uang yang bersedia dikeluarkan seseorang untuk menghemat satu unit waktu perjalanan disebut sebagai nilai waktu perjalanan. Mengurangi waktu perjalanan dapat memengaruhi sebagian besar keuntungan. Nilai waktu yang pada tahun 2023 sebesar Rp 726.897.010 / tahun, adapun pada tahun 2024 sebesar Rp 785.634.221 /tahun dan pada tahun rencana 2025 sebesar Rp 849.117.716 /tahun

Keywords: Jalan Tol, Nilai Waktu, Multilane Free Flow

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Nadya Fernanda Rakhafuri)


19 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-18

Analisis Statik Single Degree of Freedom dan Dampak Korosifitas Akibat Udara serta Air Tanah (Studi Kasus: Tugu Dirgantara)
Astri Dwi Septiarini, Fahmy Hermawan

Universitas Trisakti


Abstract

Secara umum, diketahui bahwa umur rencana bangunan adalah 50 tahun. Namun, per tahun 2023, Tugu Dirgantara sebagai objek penelitian sudah berumur 53 tahun. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terkait kekuatan pada Tugu Dirgantara, seperti perhitungan Single Degree of Freedom dan korosifitas yang mungkin terjadi dikarenakan udara dan air tanah di sekitarnya. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian Half Cell Potential serta pengujian pada baku mutu udara dan air tanah di sekitar Tugu Dirgantara. Selain itu juga dilakukan perhitungan lateral displacement pada pedestal tugu. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa pada bagian pedestal tugu, dari 10 titik pengujian, 9 titik menunjukkan tingkat korosi beton berada pada tipe kondisi 3 yaitu ^humid, chloride free concrete^, sementara satu titik lainnya merupakan tipe kondisi 4 yaitu ^humid, carbonated concrete^. Untuk hasil pengujian pada air tanah, diperoleh kandungan senyawa Sulfat (SO4) di air tanah sebesar 21,00 mg/L dimana masih berada pada rentang 0 - 150 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa dengan kandungan tersebut, dampak untuk korosifitas pada pile cap dapat diabaikan. Perhitungan lateral displacement didapatkan displacement terbesar arah X adalah 0,05897187 m dan terbesar arah Y adalah 0,03935646 m.

Keywords: mutu udara, mutu air tanah, korosi, displacement, SDOF

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Astri Dwi Septiarini)


20 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-20

Please Just Try to Submit This Sample AbstractANALISIS LIFE CYCLE COST (LCC) TERHADAP KEPUTUSAN RENOVASI ATAU PEMBONGKARAN (STUDI KASUS: GEDUNG X)
Sahara Reissa Amanda (a*), Ryan Faza Prasetyo (b)

Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti
Jl. Kyai Tapa No.1 Grogol, Jakarta Barat


Abstract

Life Cycle Cost (LCC) adalah suatu metode untuk menilai biaya total kepemilikan fasilitas, memperhitungkan semua biaya untuk memperoleh, memiliki, dan membuang bangunan atau sistem bangunan. Telah lama diketahui bahwa evaluasi biaya bangunan yang hanya berdasarkan biaya awal saja tidak memuaskan. Pertimbangan tentang biaya pemakaian yang diperlukan sepanjang usia bangunan harus diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan total biaya siklus hidup Life Cycle Cost (LCC) untuk masa periodik perawatan per 20 tahun pada pembangunan gedung. Dalam penelitian ini, bangunan yang akan ditinjau adalah Gedung X sebuah universitas. Bagian yang dihitung Life Cycle Cost nya adalah elemen dinding gedung dengan mempertimbangkan metode renovasi dan pembongkaran. Melalui proses perhitungan LCC untuk item pekerjaan dinding pada dua metode tersebut, maka didapatkan total biaya pembongkaran sebesar Rp 2.341.312.000,00 dan toal biaya renovasi sebesar Rp 3.037.137.000,00. Biaya renovasi lebih besar dari biaya pembongkaran karena umur rencana bangunan yang semakin berkurang pada tahap renovasi, sehingga bangunan pun harus tetap dibongkar dan memakan biaya lebih.

Keywords: Life Cycle Cost, Renovasi, Pembongkaran

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Sahara Reissa Amanda)


21 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-21

KARAKTERISTIK KEKUATAN DAN WORKABILITY PADA BETON SCC (SELF COMPACTING CONCRETE)
Ibnu Fakrianto (1), Liana Herlina (2)

(1,2) Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Kampus A, Jl. Kyai Tapa No.1, Grogol, Jakarta


Abstract

Ekonomi negara sangat bergantung salah satunya pada industri konstruksi, dan beton merupakan bahan konstruksi yang mengandung semen sebagai bahan pengikatnya. Dalam proses pengecoran, workability beton sangat dibutuhkan untuk mempermudah pekerjaan. Untuk perencanaan beton mutu tinggi, diperlukan nilai koefisien semen air (fas) yang kecil, sehingga workability akan sulit.Nilai koefisien semen air ini mempengaruhi porositas beton.Semakin kecil nilainya, semakin kecil bagian dari beton. beton dan Mempengaruhi kuat tekan beton, ada inovasi beton untuk mengatasi masalah ini, yaitu self compacting concrete (SCC concrete). Beton SCC adalah beton dengan fluiditas tinggi, yang dapat mengisi ruang dalam cetakan tanpa proses pemadatan, dan memiliki kuat tekan beton yang berkualitas tinggi. Dibuat dengan menambahkan aditif superplasticizer, berat superplasticizer yang ditambahkan dibandingkan dengan berat semen yang digunakan. Superplasticizer, Sika Viscocrete 3115N, digunakan dalam penelitian ini pada kadar 0,5%, 1% dan 2%. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati sifat-sifat beton seperti kuat tekan, kuat tarik belah, dan workability beton. Menurut hasil penelitian, dengan kadar 1% mempunyai kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari yaitu 52,08 MPa, kuat tarik belah pada umur 28 hari yaitu 3,16 Mpa. Diameter slump flow beton pada kadar 2% sebesar 70 cm. Penambahan superplasticizer menyebabkan peningkatan terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, dan menyebabkan beton mengalami flow.

Keywords: Beton SCC- Workability- Self Compacting Concrete- Superplasticizer

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ibnu Fakrianto)


22 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-22

Value Based Decisions Pada Supply Chain Management Proyek Konstruksi Dalam Upaya Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
Taufiq Nur Rohman (1), Raflis (2), Giraldi Fardiaz Kuswanda (3)

(1,2,3) Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Kampus A, Jl. Kyai Tapa No.1, Grogol, Jakarta


Abstract

Sektor konstruksi adalah salah satu sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan selalu dituntut untuk tetap meningkatkan kontribusinya melalui tolak ukur terhadap PDB nasional. Ketidakpastian krisis ekonomi global yang terjadi saat ini menjadikan perilaku konsumen lebih mengutamakan nilai (value). Perusahaan perlu mempertimbangkan permasalahan supply chain untuk memastikan bahwa supply chain mendukung strategi perusahaan. Supply Chain Management merupakan suatu metode terintegrasi diantara pihak-pihak yang terlibat. Melihat kondisi tersebut, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai Value Based Decision Pada Supply Chain Management Proyek Konstruksi Dalam Upaya Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi. Dalam penelitian ini terdapat 3 kriteria (information sharing, kinerja supply chain, kinerja perusahaan) dan alternatif (RFID, E-Procurement, ERP). Data tingkat kepentingan dianalisa dengan Analytical Hierarchy Process dengan meminta pandangan 7 ahli berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap ahli didapatkan bahwa alternatif ERP merupakan alternatif terbaik karena mampu mendorong efisiensi kinerja dan dapat mengurangi biaya yang tidak perlu.

Keywords: Ketidakpastian ekonomi, supply chain Management, Information Sharing, AHP.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Taufiq Nur Rohman)


23 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-23

KEANDALAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN PADA GEDUNG X
Maftukhah Sabililah, Ryan Faza

Universitas Trisakti


Abstract

Bencana alam di indonesia memiliki beberapa faktor yang mengakibatkan luka sehingga kerugian harta benda. Bencana yang sering di alami masyarakat disekitar merupakan bencana kebakaran dari beberapa sektor seperti gedung bertingkat karena gedung semakin berkembang pesat dapat menimbulkan ancaman kebakaran. Gedung yang dapat di manfaatkan adalah gedung yang andal memiliki beberapa aspek yaitu kesehatan, keselamatan, kenyamanan dan kemudahan. Untuk mengamankan suatu bangunan gedung dari kebakaran perlu dilakukan persyaratan teknis, pengendalian gedung, pemeriksaan fungsi gedung dan keandalan bangunan terhadap bahaya kebakaran. Maka perlu adanya prosedur penyelamatan sistem tanggap darurat yang tepat dan sesuai. Peneliti ini berujuan untuk mengetahui kondisi eksisting di gedung terhadap kajian kebakaran berdasarkan panduan Permen PU No.26 Tahun 2008. Metode pada penelitian yang digunakan yaitu teknik skoring untuk mengetahui kesesuaian sistem tanggap darurat pada gedung X mengacu pada Permen PU No.26 Tahun 2008. Berdasarkan hasil analisis kesesuaian sistem tanggap darurat mengacu pada Permen PU No.26 Tahun 2008 menghasilkan rata rata nilai skor 76,5% dengan kategori Cukup (C). Berdasarkan hasil penelitian melakukan rekomendasi penerapan pada sistem proteksi detektor, alaram, simulasi pemadam kebakaran, perletakan pada APAR sesuai dengan jarak 15 m ke APAR yang lain.

Keywords: Gedung, Kebakaran, Sistem Tanggap Darurat.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Maftukhah Sabililah)


24 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-26

Karakteristik Park and Ride sebagai Fasilitas Pendukung MRT Stasiun Lebak Bulus
Nadia Oktaviani, Dewi Rintawati, Christina Sari

Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Jakarta


Abstract

MRT merupakan moda transportasi yang bebas dari kemacetan, untuk menambah daya tarik perpindahan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke MRT perlu dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa prasarana Park and Ride. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parkir berdasarkan karakteristik parkir. Data penelitian berupa data sekunder (masuk dan keluar kendaraan yang parkir beserta waktunya). Hasil analisis karakteristik parkir didapatkan volume parkir tertinggi terjadi pada saat hari Selasa, 13 Desember 2022 yaitu untuk mobil sebesar 172 kendaraan dan volume sepeda motor sebesar 1.108 kendaraan, Indeks parkir mobil 67,97% dan motor 117,40% untuk sepeda motor IP>100% kendaraan yang terparkir melebihi kapasitas yang tersedia. Sedangkan Volume pada hari Sabtu, 17 Desember 2022 yaitu untuk mobil sebesar 83 kendaraan dan volume sepeda motor sebesar 417 kendaraan, Indeks parkir mobil 14% dan sepeda motor 29,47% IP<100% kendaraan yang parkir baik motor dan mobil tidak melebihi kapasitas yang tersedia. Berdasarkan volume puncak kendaraan yang terjadi pada saat weekday didapatkan kebutuhan ruang parkir untuk mobil sebesar 108 SRP dan untuk motor sebesar 617 SRP.

Keywords: Park and Ride, Karakteristik Parkir, Kebutuhan Ruang Parkir

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Nadia Oktaviani)


25 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-27

ANALYSIS OF PASSENGER CHARACTERISTIC ON MRT JAKARTA
Dwiki Wildan Mukholad*1, Dewi Rintawati*2, Christina Sari*3

*Universitas Trisakti


Abstract

MRT Jakarta is one of the public transportations used by the public in traveling. MRT Jakarta has 13 stations that connect the HI Roundabout Station to Lebak Bulus Station. This research was conducted to determine the characteristics of MRT Jakarta passengers. The method used to determine the characteristics of passengers is by distributing questionnaires to MRT Jakarta passengers. Based on the results of the questionnaires distributed, the results obtained were that 55.4% of the respondents were men and 44.6% were women with the highest age of the respondents being <25 years old at 56.9% with the last degree of education being 55.4% and the respondent^s monthly income the highest is Rp. 1-5 million per month and Rp. 5-10 million per month, which is 35.4%. With the purpose of traveling, namely to work, 61.5% of the reasons for using the MRT are to avoid congestion by 33.1% with the intensity of using the Jakarta MRT as an alternative to traveling 3-5 times a week by 45.4% with the respondent^s monthly expenditure of Rp. . 2-5 million a month at 50.8%. It was found that the majority of MRT Jakarta passengers aim to work and have an income of Rp. 1-10 million per month with the excuse of using MRT Jakarta to avoid traffic jams.

Keywords: MRT Jakarta, Karakteristik, Penumpang

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Dwiki Wildan Mukholad)


26 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-29

Analisis Sedimentasi Untuk Menentukan Layout Dermaga di Pelabuhan Cigading Provinsi Banten
Virda Deanty Nadhifa, Suwandi Saputro

Universitas Trisakti


Abstract

Pelabuhan merupakan tempat yang dapat mendukung kegiatan perdagangan dan transportasi antarpulau di Indonesia menggunakan transportasi laut. Proses bongkar muat dapat dilalukan tanpa terganggu gelombang dengan menyediakan kolam pelabuhan yang berfungsi untuk menampung kapal yang sedang sandar. Akibat pergerakan dan transportasi sedimen kedalaman kolam atau alur pelayaran harus dijaga dengan memelihara kolam pelabuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengendalikan sedimen serta untuk menganalisis besarnya laju sedimentasi dan mengetahui potensi terjadinya sedimentasi pada Dermaga 7 Pelabuhan Cigading I. Berdasarkan hasil pemodelan tinggi dan periode gelombang didapatkan tinggi gelombang bervariasi dari 1 meter hingga 3 meter. Sedangkan berdasarkan pemodelan arus baik saat pasang tertinggi maupun terendah yaitu relatif rendah berkisar 0,01 m/s - 0,2 m/s. Pada perubahan kedalaman (sedimentation rate) pada area alur dan kolam pelabuhan di muka Dermaga 7 berkisar sekitar 7 cm pertahun atau sekitar 35 cm per lima tahun, hasil tersebut menunjukkan hasil yang relatif kecil sehingga tidak berpengaruh terhadap keamanan manuever Kapal Panamax di Dermaga 7, maka dari itu tidak perlu dilakukan pengerukan.

Keywords: Pelabuhan, Sedimentasi, Gelombang, Dermaga

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (virda deanty nadhifa)


27 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-30

Perbandingan Efektifitas Hubungan Komunikasi pada proyek konstruksi sebelum dan saat pandemi dari sudut pandang owner
Trileksono Bimo Utomo1, Bambang E. Yuwono2

USAKTI


Abstract

Proyek konstruksi menjadi suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia, karena dalam setiap hari selalu ada pembangunan yang terjadi di beberapa tempat. Dalam suatu proyek konstruksi terdapat istilah manajemen konstruksi yang menjadi kunci keberhasilan suatu proyek. Manajemen konstruksi merupakan suatu proses dari perencanaan, kepemimpinan, pengaturan dan pengendalian dari suatu proyek dengan memanfaatkan sumber dayaseoptimal mungkin untuk mencapai sasaran yang sudah ditentukan. Sebuah proyek konstruksi terdapat pihak-pihak yang memiliki peranan dan tanggung jawab masing-masing dalam bidangnya, namun pada dasarnya secara garis besar terdapat 3 pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi meliputi, pihak pemilik proyek, pihak kontraktor dan pihak konsultan. Salah satu masalah pada proyek yaitu komunikasi yang kurang baik dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi maka pengaruh komunikasi akan semakin penting.Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka didapatkan tujuan penelitian yang diantaranya sebagaiberikut : Untuk mengetahui perbandingan efektifitas hubungan komunikasi dari sudut pandang owner Menganalisis perbandingan efektifitas hubungan komunikasi proyek konstruksi sebelum dan saat pandemi dari sudut pandang owner metode yang dilakukan yaitu dengan perumusan masalah, studi literatur lalu survey dan pengumpulan data proyek. setelah mendapatkan, data di bagi dua yaitu Primer dan Sekunder. Data primer meliputi kusioner, dan Data Sekunder meliputi Studi literatur dan jurnal terdahulu. Setelah itu masuk ke metode pengolahan data menggunakan SPSS yaitu ada Uji Validitas, Uji Relibilitas, Uji T-Test dan Uji Normalitas. dari pengujian menggunakan software SPSS tersebut di analisis yaitu dengan analisis Komparatif. maka di dapatkan hasil dengan perbandingan melalui analisi data komparatif. Dari hasil penelitian, pembahasan dan pengolahan data didapat kesimpulan indikator X1 terdapat perbandingan efektifitas komunikasi yang signifikan pada saat sebelum dan saat pandemi, begitupun pada indikator X2 terdapat perbandingan efektifitas komunikasi yang signifikan. Sedangkan pada indikator X3 tidak terdapat perbandingan efektifitas yang signifikan sebelum dan saat pandemi. Hal tersebut terjadi bukan karena kondisi pandemi COVID-19 tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi adanya perbedaan yang signifikan dan tidak signifikan pada indikator penelitian. Faktor - faktor lainnya akan dijadikan pembahasan pada penelitian selanjutnya yang melanjutkan penelitian ini. Adapun kekurangan data pendukung dan kekurangan penulisan pada penelitian ini akan menjadi bahan koreksi. Penelitian ini akan menjadi penelitian pembuka untuk menentukan perbandingan efektifitas pada hubungan komunikasi dalam kondisi sebelum pandemi dan saat pandemic dari sudut pandang owner (pemilik proyek).

Keywords: Hubungan Komunikasi, Perbendingan Efektifitas, COVID-19

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Trileksono Bimo Utomo)


28 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-31

EVALUASI GREEN BUILDING MUSEUM BALAI KIRTI DI KOTA BOGOR DARI SUDUT GUNA LAHAN, KONSERVASI ENERGI DAN KONSERVASI AIR Try to Submit This Sample Abstract
Hot Maruli Tua Frans Marihot Purba*1, Darmawan Pontan*2

Universitas Trisakti


Abstract

Konsep green building Merupakan suatu wacana yang diharapkan dapat menjawab tantangan pembangunan saat ini. Green Building yang dirumuskan dalam enam kriteria ini dapat dipergunakan sebagai panduan dalam kegiatan rancang bangun berwawasan lingkungan. Enam kriteria tersebut yaitu Tepat Tata Guna Lahan, Efisiensi dan Konservasi Energi, Konservasi Air, Sumber & Siklus Material, Kualitas Udara dan Kenyamanan Udara Dalam Ruang dan Manajemen Lingkungan Bangunan. Green building merupakan perencanaan bangunan untuk membuat hidup lebih baik dan memenuhi kebutuhan generasi berikutnya. Khususnya yang bersangkutan dengan kelestarian alam, kesehatan, dan juga sosial. Penelitian ini dilakukan pada bangunan Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti adalah sebuah museum yang berada di dalam Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jalan Ir. Juanda Nomor 1, Kota Bogor, Jawa Barat. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi , wawancara , dokumentasi secara langsung terhadap obyek yang akan di teliti agar mendapatkan data yang diperlukan dalam proses penelitian. Gedung museum memenuhi syarat kelayakan bangunan tetapi belum memenuhi konsep green building terkhusus pada aspek tepat guna lahan ,efesiensi energi dan konservasi air

Keywords: green building,konservasi air,efesiensi energi

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Hot Maruli Tua Frans Marihot Purba)


29 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-32

IDENTIFIKASI PENGARUH KONDISI BANGUNAN HOTEL TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA BANGUNAN HOTEL DI TANGERANG
Razaq Agung Wijasena (a*), Darmawan Pontan (b)

Universitas Trisakti


Abstract

Tangerang adalah salah satu kota yang terletak pada Provinsi Banten. Di Tangerang terdapat banyak sekali bangunan Hotel, Diantaranya yaitu Hotel Golden Tulip, Fave Hotel, Hotel Olive, Lemo Hotel, dan terakhir Narita Hotel. Dimana pada saat gedung tersebut dibuat dengan cara yang sesuai dengan desain bangunan hotel sehingga para pengguna dapat merasa nyaman, puas, dan aman. Oleh sebab itu, bangunan hotel harus dirawat secara teratur dan sesuai jadwal untuk menjamin kenyamanan dan kepuasan pengunjung serta untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemeliharaan hotel terhadap tingkat kepuasan pengunjung dan mengukur seberapa baik kinerja kriteria pemeliharaan pada bangunan hotel. Metode menggunakan analisis regresi sederhana dengan software SPSS (Statistical package for the Social Sciences). Hasil yang diperoleh dari analisis juga pembahasan mendapatkan nilai variabel pemeliharan gedung yaitu 46% diluar penelitian 54%. Variabel yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kondisi bangunan hotel yaitu indikator pemeliharaan dinding (X4.2) dengan nilai mean 4.12. Dengan variabel tingkat kepuasan pada indikator ketersediaan lift yang memberikan rasa kenyamanan (Y3.3) dengan nilai mean 3.98.

Keywords: Pemeliharaan Bangunan, Gedung Hotel, Tingkat Kepuasan

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Razaq Agung Wijasena)


30 Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun ABS-33

IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN DALAM MENENTUKAN KEPUASAN PENGGUNA GEDUNG KANTOR GREEN BUILDING DKI JAKARTA
Fadli Rahman Al Ghifari *1, Darmawan Pontan2

Universitas Trisakti


Abstract

Perkembangan pertumbuhan penduduk Indonesia setiap tahunnya menyebabkan penerapan konsep green building di Indonesia untuk menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kualitas pembangunan. Selanjutnya dilakukan perumusan masalah mengenai faktor dominan yang mempengaruhi kepuasan pengguna gedung perkantoran berbasis green building. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Uji Validitas dan Reabilitas, Customer Satisfaction Index (CSI), dan Importance Performance Analysis (IPA). Metode pengumpulan data terdiri dari menyebarkan kuesioner kepada responden dan mewawancarai informan pengguna gedung perkantoran yang ditinjau. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan peneliti pada Gedung perkantoran berbasis green building di DKI Jakarta, peneliti melakukan survei dengan menyebarkan 75 kuesioner kepada responden yang dipilih secara acak untuk menggambarkan kondisi gedung perkantoran yang diteliti. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa nilai kepuasan keseluruhan gedung perkantoran mendapatkan nilai rata-rata IPA sebesar 91.70 yang dapat diartikan sangat memuaskan. Setelah data didapat dan dianalisis, selanjutnya peneliti menarik kesimpulan dan mengurutkan variabel mulai peringkat 1 sampai 5 sebagai faktor yang paling dominan.

Keywords: Bangunan Hijau, Perkantoran, Kepuasan Pengguna.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (FADLI RAHMAN GHIFARI)


Page 1 (data 1 to 30 of 44) | Displayed ini 30 data/page
1 2 NEXT >>

SIM9 2023 - Conference Management System

Powered By Konfrenzi Standard 1.832M-Build6 © 2007-2026 All Rights Reserved