Analisis Sedimentasi Untuk Menentukan Layout Dermaga di Pelabuhan Cigading Provinsi Banten Virda Deanty Nadhifa, Suwandi Saputro
Universitas Trisakti
Abstract
Pelabuhan merupakan tempat yang dapat mendukung kegiatan perdagangan dan transportasi antarpulau di Indonesia menggunakan transportasi laut. Proses bongkar muat dapat dilalukan tanpa terganggu gelombang dengan menyediakan kolam pelabuhan yang berfungsi untuk menampung kapal yang sedang sandar. Akibat pergerakan dan transportasi sedimen kedalaman kolam atau alur pelayaran harus dijaga dengan memelihara kolam pelabuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengendalikan sedimen serta untuk menganalisis besarnya laju sedimentasi dan mengetahui potensi terjadinya sedimentasi pada Dermaga 7 Pelabuhan Cigading I. Berdasarkan hasil pemodelan tinggi dan periode gelombang didapatkan tinggi gelombang bervariasi dari 1 meter hingga 3 meter. Sedangkan berdasarkan pemodelan arus baik saat pasang tertinggi maupun terendah yaitu relatif rendah berkisar 0,01 m/s - 0,2 m/s. Pada perubahan kedalaman (sedimentation rate) pada area alur dan kolam pelabuhan di muka Dermaga 7 berkisar sekitar 7 cm pertahun atau sekitar 35 cm per lima tahun, hasil tersebut menunjukkan hasil yang relatif kecil sehingga tidak berpengaruh terhadap keamanan manuever Kapal Panamax di Dermaga 7, maka dari itu tidak perlu dilakukan pengerukan.