PENGARUH PROSES KARBONISASI HIDROTHERMAL PADA SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK MORTAR SEMEN Winda Ellyta (1*), Ade Okvianti Irlan (1), Ananto Nugroho (2), Triastuti (2)
1) Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Trisakti, Jakarta
2) Pusat Riset Biomassa dan Biomaterial BRIN
Abstract
Karbonisasi hidrothermal merupakan suatu proses termokimia pada suhu tinggi untuk mengurangi kadar lignin dan ekstraktif dalam bahan organik dengan menggunakan air sebagai medianya. Produk dari karbonisasi hidrothermal berupa produk padat yang disebut hydrochar. Penggunaan sabut kelapa dalam campuran beton atau mortar merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi limbah perkebunan. Penggunaan bahan tambah dari serat alam dalam pembuatan mortar mempengaruhi kualitas mortar yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari proses karbonisasi hidrothermal (HTC) pada sabut kelapa terhadap sifat fisik dan mekanik mortar pada umur 28 hari. Serat alam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sabut kelapa dengan diameter serat berukuran antara 0.420 - 0.149 mm. Sabut kelapa dalam penelitian ini terlebih dahulu diberi perlakuan dengan cara merebus sabut kelapa dalam larutan Kalium Hidroksida (KOH) 5% pada suhu 80⁰-C selama 30 menit. Kemudian dilanjutkan dengan proses karbonisasi hidrothermal selama 1, 2 dan 3 jam pada suhu 160⁰-C. Penelitian ini menggunakan rasio semen portland komposit dan pasir adalah 1:2.75 (berdasarkan perbandingan berat) dan rasio air dan semen adalah 0.46. Sedangkan kadar hydrochar yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 1% dari berat semen. Sifat fisik dan mekanik yang diamati dalam penelitian ini antara lain flowabilitas, kuat tekan, kuat lentur, dan penyerapan air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa durasi proses karbonisasi hidrothermal dapat mempengaruhi flowabilitas, kuat tekan dan penyerapan air. Semakin lama durasi proses karbonisasi hidrothermal, flowabilitas, kuat tekan dan penyerapan air semakin meningkat. Namun hal ini berbanding terbalik dengan kuat lenturnya, semakin lama durasi proses karbonisasi hidrothermal, kuat lenturnya menurun.