EVALUASI STUDI KELAYAKAN LOKASI PADA PEMBANGUNAN BANDAR UDARA BARU DI KABUPATEN MAMUJU UTARA PROVINSI SULAWESI BARAT Rahel Ektanti Tambunan
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Trisakti
Abstract
Transportasi mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam mendukung, mendorong, dan menunjang segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, sosial budaya, politik, dan pertahanan keamanan. Transportasi udara menjadi kian penting akibat luasnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dipisahkan oleh perairan yang luas. Transportasi udara merupakan sarana transportasi yang dapat menghubungkan wilayah-wilayah tersebut dengan waktu tempuh yang lebih cepat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan literatur dari jurnal, Badan Pusat Statistik Mamuju Utara dan peraturan-peraturan yang berlaku terkait pembangunan bandar udara baru, serta data kuantitatif yang diperoleh dari Konsultan PT. Pemilihan lokasi baru bandar udara memerlukan beberapa persyaratan pokok yaitu kemampuan operasional, kapasitas fasilitas bandara, biaya pembangunan, jalan akses, dampak lingkungan, faktor sosio ekonomis, dan konsistensi dengan pembangunan daerah. Setelah rencana lokasi baru sudah dipilih yang terbaik, proses selanjutnya adalah memilih konsep pembangunan dimana konsep fasilitas sisi udara, sisi darat dan jalan akses dikaji secara rinci dalam kaitan lokasi terpilih. Lokasi ini berada pada 3,5 km dari jalan poros Trans-Sulawesi sehingga aman untuk keamanan dari kegiatan penerbangan dan juga kegiatan lalu lintas penerbangan. Hasil analisis Obstacle Limitation Surace (OLS) menunjukkan bahwa lokasi Alternatif-3 dikategorikan sebagai lokasi paling aman dari obstacle. 3. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian kelayakan teknis pembangunan menunjukkan bahwa lokasi Alternatif-3 lebih baik dari lokasi Alternatif-1 dan Alternatif-2. 4. Berdasarkan evaluasi penentuan lokasi bandar udara dari aspek teknis dan operasi diperoleh hasil penilaian akhir di atas diperoleh nilai dari ketiga alternatif seperti di bawah ini : Dari alternatif 1,2, dan 3 di atas lokasi Alternatif-3 di Desa Batu Oge, Kecamatan Pedongga memperoleh nilai 241 sehingga Alternatif-3 merupakan pilihan yang terbaik.
Keywords: Studi Kelayakan, Aspek Teknis, Aspek Operasional, KKOP
Topic: Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun