Kompos Digital: Revolusi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Rindang Diannita (a*), Mohammad Muslih (a), Yuangga Kurnia Yahya (a), Ahmad Maruf Muzaidin Arrosit (a), Umma Fatayati (a)
a) Universitas Darussalam Gontor, Jalan Raya Siman, Siman, Ponorogo, Indonesia
Abstract
Permasalahan sampah di Indonesia menghadapi tantangan utama dalam pengelolaan sampah khususnya wilayah dengan masyarakat pedesaan yang memegang tradisi membakar sampah. Proses pembakaran sampah menimbulkan masalah lain berupa risiko kebakaran, adanya polusi udara, mengakibatkan penyakit mata, asapnya mengandung zat beracun seperti dioksin, furan, karbon monoksida, serta partikel halus (PM2.5) yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan, kanker, gangguan hormone. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi Kompos Digital sebagai solusi pengolahan sampah berkelanjutan berbasis teknologi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan pendampingan penggunaan sistem digital yang terintegrasi dengan sensor Internet of Things (IoT) merupakan konsep dimana perangkat berupa aplikasi mobile Blynk IoT yang memiliki fungsi untuk memantau suhu serta mengetahui kadar kelembapan secara real-time. Selain itu, sebagai sarana edukasi dan monitoring masyarakat dalam proses pengomposan mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola sampah secara efisien, serta terciptanya produk kompos berkualitas tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian berupa kompos dan untuk peternakan sebagai pakan ternak. Dengan adanya Kompos Digital, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi melalui pengurangan biaya pupuk, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan penciptaan lingkungan yang lebih bersih. Program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara teknologi serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Keywords: Kompos Digital, Sampah, Teknologi IoT, Urban Farming, Pengabdian Masyarakat