SIM-PONI SEBAGAI FONDASI SPIRITUALITAS DAN EMPOWERMENT BAGI KEMANDIRIAN UMKM DISABILITAS Aam Amaningsih Jumhur, Ratu Amilia Avianti
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam akses pendidikan, pelatihan, dan peluang wirausaha. Program vokasional disabilitas diperlukan untuk mendorong kemandirian ekonomi, terutama melalui penguatan faktor internal seperti efikasi diri dan spiritualitas. Dalam konteks ini, pendekatan SIM-PONI (Spiritual Integrity Motivation dan Personal Empowerment Disabilitas Mandiri) dikembangkan sebagai strategi untuk memperkuat daya juang, motivasi internal, serta integritas spiritual. Pendekatan ini diharapkan menjadi fondasi setara berdaya bagi UMKM disabilitas yang mandiri dan berdaya saing. Metode yang digunakan tujuan program ini adalah dilaksanakan dalam bentuk Workshop Disabilipreneur. Sebanyak 20 pelaku UMKM disabilitas mengikuti sesi motivasi, penguatan efikasi diri, serta internalisasi nilai spiritual melalui model SIM-PONI. Metode yang digunakan adalah partisipatif, meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan refleksi pengalaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan optimisme, rasa percaya diri, serta kesadaran spiritual peserta dalam mengembangkan usaha. Model SIM-PONI diapresiasi sebagai pendekatan baru yang tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga memberikan penguatan psikologis dan spiritual. Kolaborasi multi-pihak, termasuk yayasan, perguruan tinggi, dan komunitas, memperkuat keberlanjutan program dan membuka peluang replikasi di wilayah lain. Kesimpulan Model SIM-PONI terbukti berperan sebagai fondasi penting dalam pemberdayaan UMKM disabilitas. Integrasi spiritualitas dan empowerment mampu membangun kemandirian ekonomi sekaligus mewujudkan prinsip kesetaraan dan keberdayaan. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya perluasan implementasi SIM-PONI dalam program vokasional disabilitas dengan dukungan perguruan tinggi dan pemerintah daerah.