Luka Bakar, Kausa, Penatalaksanaan Dan Mencegah Gejala Sisa Iwan Darmawan Ma^mur
Departemen Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani-Rumah Sakit Dustira Cimahi, Jawa Barat, Indonesia
Abstract
Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumbar yang mempunyai suhu tinggi. Menurut WHO, tahun 2018 terdapat hampir 180.000 orang setiap tahun di dunia meninggal karena luka bakar. Luka bakar yang tidak fatal dapat mengarah kekematian. Dan tempat terjadinya mayoritas adalah di rumah dan tempat kerja. Dan luka bakar masih merupakan penyebab utama kecacatan di negara negara dengan penghasilan menengah ke bawah.
Penyebab luka bakar diklasifikasikan menjadi 6 golongan mekanisme yaitu, air panas, kontak dengan benda panas, api, kimia, listrik dan radiasi.
Angka survival dari luka bakar sangat tergantung dari 3 hal yaitu, usia, luas luka bakar dan ada atau tidaknya trauma inhalasi. Pasien dengan derajat luka bakar berat masih dikhawatirkan keselamatannya dengan timbulnya infeksi pada luka bakar.
Penanganan pasien luka bakar harus dimulai dengan primary survey cepat prehospital. Jalan nafas harus menjadi perhatian utama. Intubasi awal akan menyelamatkan pasien bila terdapat trauma inhalasi. Secondary survey dilakukan meliputi mekanisme kejadian, penilaian Kembali adanya trauma inhalasi, intoxicasi CO dan assessment yang teliti terhadap luka bakar.
Penanganan nyeri pada pasien luka bakar sangat krusial, penutupan luka dengan berbagai jenis bahan, pemberian antibiotic sampai tindakan pembedahan bila diperlukan.
Timbulnya hipertropik scars dan keloid merupakan gejala sisa yang timbul kemudian. Dan akan membuat kecacatan permanen atau sementara. Penanganan sejak awal agar tidak timbulnya kecacatan permanen harus dilakukan sejak dini.
Keywords: luka bakar, kausa, penata laksanaan, gejala sisa