Ekstraksi dan Amplifikasi DNA Ganggang Hijau (Chlorophyta) Genus Caulerpa dan Codium di Kabupaten Takalar Menggunakan Marka rbcL Riska Wildajaya (1), Irmawati (2), Inayah Yasir (2*)
(1) Mahasiswa Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
(2) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
Corresponding Authors:
* Inayah Yasir
email: inakhae[at]gmail.com
Abstract
Makroalga merupakan salah satu biota penyusun ekosistem laut yang memiliki manfaat secara ekologi dan bioteknologi. Karakteristik morfologi alga khususnya pada jenis Caulerpa dan Codium dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti pergerakan air, cahaya, suhu, salinitas dan keasaman (pH). Faktor genetik juga dapat mempengaruhi perbedaan kualitas produksi dan karakteristik morfologi alga. Hal ini dapat dianalisis secara molekuler untuk membedakan sifat morfologi. Kualitas hasil ekstraksi DNA dan amplifikasi gen dari alga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain sifat dan kompenen penyusunan dinding sel alga itu sendiri. Dengan demikian, prosedur ekstraksi yang berhasil untuk satu jenis ganggang mungkin gagal untuk yang lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji teknik ekstraksi DNA dan kondisi amplifikasi untuk markarbcL yang sesuai dalam genus Caulerpa dan Codium. Dalam penelitian ini, metode konvensional (CTAB) yang dimodifikasi oleh Doyle & Doyle (1987), Alvarez (2006), dan Kazi (2013) digunakan untuk ekstraksi DNA alga hijau. Amplifikasi DNA genom alga hijau menggunakan marka rbcL pada PCR. Keberhasilan isolasi DNA genom dan amplifikasi penanda rbcL dari alga hijau (Caulerpa racemosa, Caulerpa lentillifera dan Codium sp.) dideteksi menggunakan transilluminator UV setelah elektroforesis gel. Penelitian ini dilakukan untuk mencari cara terbaik dalam mengekstraksi DNA ganggang hijau (Chlorophyta) genus Caulerpa dan Codium menggunakan metode CTAB dan mengamplifikasi DNA menggunakan marka rbcL
Keywords: ekstraksi- DNA- CTAB- Marka rbcL- alga hijau.
Topic: Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (National)