ISMF 2022
Conference Management System
Main Site
Submission Guide
Register
Login
User List | Statistics
Abstract List | Statistics
Poster List
Paper List
Reviewer List
Presentation Video
Online Q&A Forum
Access Mode
Ifory System
:: Abstract ::

<< back

Hubungan Antara Nutrien Nitrat Dan Fosfat Pada Substrat Dengan Kerapatan Lamun di Pulau Pajenekang Pangkep.
Andi Afdalul Rijal, Yayu Anugrah La Nafie*, Mahatma Lanuru, Rahmadi Tambaru & Khairul Amri.

Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin.
Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10, Makassar 90245. Indonesia
*yayulanafie[at]gmail.com


Abstract

Pulau Pajenekang memiliki keanekaragaman jenis lamun dengan kondisi tutupan dan kerapatan yang berbeda-beda, hal tersebut disebabkan oleh pengaruh alam dan pengaruh antropogenik. Kondisi perairan yang sangat mempengaruhi kerapatan jenis lamun adalah fraksi substrat dan kandungan nutrien substrat dasar tempat lamun tumbuh. Hal tersebut penting dikarenakan lamun memanfaatkan nutrien terlarut di perairan dan nutrien yang berada di substrat untuk proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nutrien nitrat dan fosfat pada substrat dengan kerapatan lamun di Pulau Pajenekang, Kecamatan Liukang Tuppabiring, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pengambilan data lamun dilakukan di sebelah barat dan utara dengan menggunakan metode line transek yang meliputi data frekuensi kemunculan, tutupan dan kerapatan lamun. Sedangkan, pengambilan data nutrien nitrat dan fosfat pada substrat menggunakan metode random sampling dan analisis dengan metode penetapan hara makro ekstrak Morgan-Wolf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kerapatan lamun di Pulau Pajenekang memiliki nilai yang beragam, dengan rata-rata kerapatan lamun pada stasiun barat 275 tegakan per m2 sedangkan pada stasiun utara 356 tegakan per m2. Untuk Kandungan nutrien pada substrat di Pulau Pajenekang termasuk rendah jika dibandingkan hasil penelitian ditempat lain. Kandungan nitrat (0,36 ppm) dan fosfat (0,49 ppm) di stasiun barat lebih rendah secara signifikan (P<0,05) dibandingkan kandungan nitrat (0,49 ppm) dan fosfat (0,64 ppm) di stasiun utara. Hasil analisis korelasi pearson antara kandungan nitrat dan kerapatan lamun di Pulau Pajenekang menunjukkan hubungan yang bersifat negatif dengan angka korelasi sedang (-0,496). Sedangkan, analisis korelasi pearson kandungan fosfat menunjukkan hubungan yang bersifat negatif dan menunjukkan tidak adanya hubungan (-0,166). Hal ini dapat dijelaskan bahwa ada faktor lain yang berpengaruh terhadap kerapatan lamun di lokasi penelitian.

Keywords: Kerapatan lamun, nitrat, fosfat, substrat, pulau pajenekang.

Topic: Ekologi dan Konservasi Perairan (National)

Plain Format | Corresponding Author (Andi Afdalul Rijal)

Share Link

Share your abstract link to your social media or profile page

ISMF 2022 - Conference Management System

Powered By Konfrenzi Premium 1.832M-Build3 © 2007-2026 All Rights Reserved