ETNOMATEMATIKA GEOMETRI PADA KAPAL TRADISIONAL PINISI Ady Akbar (a), Turmudi(b), Tatang Herman (c)
(a), (b), (c). Universitas Pendidikan Indonesia
Abstract
Kapal Pinisi adalah kapal kayu tradisional berasal dari Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Pengetahuan dan keahlian masyarakat Bulukumba dalam membuat Pinisi telah diakui oleh UNESCO sejak 2017 melalui penetapan seni pembuatan Pinisi sebagai warisan budaya dunia tak benda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika geometri yang terdapat Kapal Pinisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif-deskriptif melalui pendekatan etnografi untuk menjelaskan dan menganalisis konsep etnomatematika geometri pada komponen kapal pinisi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah interactive model, yaitu reduksi data (data reduction, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsep etnomatematika geometri bangun datar dan bangun ruang pada sejumlah komponen kapal pinisi. Konsep etnomatematika geometri yang dimaksud adalah: (1) Konsep segitiga yang terdapat pada bentuk layar, (2) konsep persegi panjang yang terdapat pada papan lambung kapal, (3) konsep geometri ruang berupa balok yang terdapat komponen lunas kapal, dan 4) konsep geometri ruang berupa kerucut yang terdapat pada komponen pasak kapal.