KONSERVASI UPACARA PERKAWINAN DALAM BEDAYA WIWAHA SANGASKARA KRATON KASULTANAN YOGYAKARTA Pramularsih Wulansari
Pasca Sarjana Program Doktoral Pengkajian Seni Institut Seni Indonesia Surakarta
Abstract
Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan perspektif kajian teks dan kontekstual melalaui penyajian Bedaya Wiwaha Sangaskara. Metode penelitian deskriptif kualitatif merupakan metode yang lebih menekankan pada kekuatan analisis data yang diperoleh melalui berbagai sumber-sumber yang diperoleh dari berbagai buku dan tulisan-tulisan lainnya dengan mengandalkan teori-teori yang ada untuk diinterpretasikan secara jelas dan mendalam.
Teknik pengumpulan data melalui telaah dokumen melalui bukti-bukti tertulis, website, video, foto-foto tentang upacara perkawinan adat Jawa.
Tujuan penulisan ini adalah 1. menjelaskan latar belakang munculnya karyakoreografi Bedaya Wiwaha Sangaskara., 2. memaparkan proses adaptasi (alih wahana) dari upacara adat perkawinan Jawa ke dalam bentuk koreografi Bedaya Wiwaha Sangaskara, 3. menjelaskan secara teks dan konteks nilai-nilai simbolis estetis dalam stuktur (susunan) koreografi Bedaya Wiwaha Sangaskara
Hasil penelitian menunjukan bahwa Bedaya Wiwaha Sangaskara adalah sajian tari yang dipergelarkan dalam upacara perkawinan agung Kraton Kasultanan Yogyakarta. Bedaya ini diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwana IX pada tahun 1942 yang direncanakan untuk dipentaskan pada saat beliau dhaup dengan garwa padmi.
Konteks konservasi nilai-nilai kearifan lokal memliki relevansi dan memiliki nilai kegunaan yang tinggi, seperti yang dilakukan KR.T Poerboningrat sebagai koreografer Bedaya Wiwaha Sangaskara menyampaikan informasi fenomena upacara perkawinan adat Kraton Kasultanan Yogyakarta melalui sebuah karya tari, yaitu Bedaya Wiwaha Sangaskara. Konsep garap koreografi dilakukan secara cermat, karena sajian Bedaya Wiwaha Sangaskara tidak hanya mengungkapkan bentuk estetis dalam tampilan secara visual namun di dalamnya terkandung pesan-pesan moral sebagai sebuah tuntunan dan tontonan. melalui sebuah karya tari, yaitu Bedaya Wiwaha Sangaskara, sebagai bentuk konservasi terhadap adat dan nilai-nilai kearifan
Keywords: Bedaya Wiwaha Sangaskara, upacara perkawinan, Kraton Kasultanan Yogyakarta