KONSEP HIDUP JEPANG IKIGAI: MENINGKATKAN KESADARAN DIRI UNTUK HIDUP YANG LEBIH BERMAKNA
Eky Kusuma Hapsari(1), Gres Grasia Azmin(2*), Komara Mulya(3), Poppy Rahayu(4), Muhammad Ali Hamdi(5), Nadhira Shafa Humaira(6), Nuha Yus^ad Thalib(7), Anugrah Listanto Fadillah(8), Dea Puspitasari(9), Fildzah Izzuddin Syaifullah(10)

Faculty of Language and Arts, State University of Jakarta


Abstract

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) ini dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap diri sendiri dan lingkungannya sehingga tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin 1, 2, 3, 4, 8 bisa dicapai dalam skala yang lebih luas dengan mengenalkan konsep dan filosofi hidup Jepang yakni Ikigai dipandang sebagai kerangka reflektif yang mengintegrasikan passion, mission, vocation, dan profession sehingga mampu membantu individu menemukan makna hidup yang mendalam. Bekerja sama dengan TP PKK Kecamatan Pulo Gadung dimana permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Pulo Gadung adalah tekanan psikososial, ketidakpastian ekonomi, dan minimnya ruang interaksi sosial lintas generasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pre-test, seminar, diskusi interaktif, tanya-jawab, serta post-test (sebagai evaluasi). Hasil yang dicapai adalah terjadinya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terhadap konsep Ikigai, peningkatan dalam kesadaran diri, penataan ulang prioritas hidup, serta semakin tumbuhnya rasa percaya diri dan lebih termotivasi. Temuan ini membuktikan bahwa Ikigai dapat diadaptasi menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan psikologis, tetapi juga mendorong partisipasi sosial dan potensi kesejahteraan ekonomi warga. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam penguatan kapasitas masyarakat menuju kehidupan yang lebih bermakna, berdaya, dan berkelanjutan.

Keywords: Jepang- Ikigai- SDGs, Pengabdian pada Masyarakat, UNJ

Topic: Sosial Humaniora

SNPPM 2025 Conference | Conference Management System