PEMERTAHANAN LEKSIKON PERTANIAN TRADISIONAL DI DESA MEDALSARI
Asep Supriyana, Miftahulkhaerah Anwar, Sigit Widyatmoko

Program Studi Sastra Indonesia FBS Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan vitalitas leksikon pertanian tradisional yang digunakan masyarakat Desa Medalsari, Kabupaten Karawang, serta merumuskan strategi pemertahanannya melalui pendekatan leksikografi deskriptif. Pergeseran sosial dan modernisasi pertanian telah menyebabkan penurunan penggunaan kosakata agraris tradisional yang merupakan warisan budaya takbenda masyarakat Sunda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model leksikografi berbasis lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi audio-visual terhadap dua belas informan yang terdiri atas petani aktif dan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 191 kosakata pertanian yang teridentifikasi, 45 % masih aktif digunakan, 31 % bersifat semiaktif, dan 24 % telah pasif. Faktor yang memengaruhi pergeseran leksikon meliputi modernisasi alat pertanian, dominasi bahasa Indonesia di sekolah dan media, serta menurunnya pewarisan antargenerasi. Strategi pemertahanan dilakukan melalui dokumentasi digital dan penyusunan kamus mini berbasis komunitas. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi leksikografi terapan dan pelestarian bahasa daerah dengan memadukan analisis linguistik, sosiokultural, dan teknologi digital

Keywords: leksikon pertanian tradisional, leksikografi deskriptif, vitalitas bahasa, pelestarian bahasa, Medalsari.

Topic: Revitalizing Local Cultures through Interdisciplinary Approaches

I-CIRCALLED 2025 Conference | Conference Management System