|
Sistem Penjurian dalam Festival Reyog Ponorogo: Pengaruh Kepentingan terhadap Kreativitas Seniman dalam Konteks Diplomasi Budaya dan Literasi Global Universitas Negeri Jakarta Abstract Sistem penjurian dalam Festival Nasional Reyog Ponorogo memiliki peran penting dalam menentukan kualitas dan daya saing seniman, terutama penari dan koreografer. Meskipun festival ini bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan seni Reyog, dinamika dalam sistem penjurian sering kali dipengaruhi oleh kepentingan sosial, politik, dan hubungan pribadi antara peserta dan juri. Ketidakobjektifan dalam penjurian berdampak pada kreativitas seniman, karena mereka cenderung mengikuti preferensi juri demi mencapai kemenangan, bukan berinovasi dengan karya yang lebih orisinal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis sistem penjurian dalam Festival Reyog Ponorogo, mengeksplorasi pengaruh kepentingan terhadap kreativitas seniman, serta menjelaskan dampaknya dalam konteks diplomasi budaya dan literasi global. Menggunakan pendekatan kualitatif dan teori produksi budaya Pierre Bourdieu dan performativitas Richard Schechner, penelitian ini membahas bagaimana kepentingan-kepentingan sosial-politik mengganggu objektivitas penjurian dan membatasi kebebasan artistik dalam festival tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi perbaikan sistem penjurian yang lebih objektif dan mendukung kreativitas seniman dalam skala global. Keywords: Sistem Penjurian, Festival Reyog Ponorogo, Kreativitas Seniman, Kepentingan Sosial, Diplomasi Budaya Topic: Cultural Diplomacy and Global Literacy |
| I-CIRCALLED 2025 Conference | Conference Management System |