|
Evaluasi Pembelajaran Menulis Bahasa Jepang (Sakubun) Frida Philiyanti, Cut Erra Rismorlita, Eva Jeniar Noverisa, Muhammad Ali Hamdi, Yuniarsih, Kadek Eva Krishna Adnyani, Lisda Nurjaleka
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Please Just Try to Submit This Sample Abstract
Evaluasi pembelajaran bahasa, khususnya bahasa asing, memiliki keunikan dibandingkan dengan evaluasi pembelajaran pada umumnya. Hal ini dikarenakan dalam mengajarkan bahasa asing, terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran selain faktor kognitif, sosial, emosional, dan motivasi (Sina, 2024), yaitu adanya intervensi budaya dan bahasa ibu peserta didik. Intervensi tersebut akan berpengaruh pada hasil produksi bahasa ibu ke bahasa asing. Dalam proses pembelajaran, produksi bahasa dapat dilihat dari keterampilan menulis (sakubun) atau berbicara (kaiwa) peserta didik. Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk upaya untuk melakukan evaluasi kurikulum demi peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat program studi, penelitian ini memfokuskan pada evaluasi pembelajaran sakubun dengan cara membandingkan proses pembelajaran sakubun di Universitas Negeri Jakarta dengan perguruan tinggi lain sejenis, yaitu perguruan tinggi LPTK, dalam hal ini Universitas Negeri Semarang (Unes) dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Teori yang digunakan yaitu teori constructive alignment dicetuskan oleh John Biggs, yang menyatakan bahwa pembelajaran efektif terjadi ketika ada keselarasan antara tujuan, proses pembelajaran, dan evaluasi.
Keywords: Evaluasi pembelajaran, Sakubun, Constructive Alignment
Topic: Inclusive Learning through Creative Media and Methods
|