ANALISIS MODEL DAYA DUKUNG FONDASI DANGKAL MENGGUNAKAN PERKUATAN ANYAMAN BAMBU PADA TANAH LUNAK
Farhan Heryo Nugroho dan Dr. Tech Muhammad Zaki, S.T., M.T.

Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti


Abstract

Jakarta Utara umumnya memiliki karakteristik tanah yang lunak. Konstruksi yang dibangun di atas tanah lunak merupakan suatu masalah besar disebabkan daya dukung yang rendah dari tanah serta penurunan yang besar. Oleh sebab itu diperlukan suatau perkuatan dengan tujuan meningkatkan daya dukung tanah. Pada penelitian ini menggunakan perkuatan anyaman bambu, penggunaan perkuatan ini dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan daya dukung tanah yang digunakan sebagai dasar pondasi dangkal. Variasi kedalaman dan jumlah lapis perkuatan digunakan untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah yang maksimum. Variasi kedalaman yang digunakan yaitu 0,25B dan 0,5B dengan variasi 2 (dua) lapis perkuatan. Metode penelitian yang digunakan dalam skala laboratorium. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan membandingkan nilai daya dukung tanah tanpa perkuatan dengan menggunakan perkuatan yang dinyatakan dengan Bearing Capacity Ratio (BCR). Hasil penelitian menunjukkan nilai daya dukung terbesar terjadi pada pemodelan jarak perkuatan 0,25B dengan 2 lapis perkuatan sebesar 459,064 kN/m2 sedangkan nilai daya dukung terkecil terjadi pada pemodelan jarak perkuatan 0,5B dengan 1 lapis perkuatan sebesar 321,227 kN/m2 dan peningkatan daya dukung tanah dengan nilai peningkatan sebesar 76,31 %.

Keywords: tanah lunak, fondasi dangkal, daya dukung tanah, penurunan tanah, bearing capacity ratio (BCR).

Topic: Teknologi Informasi dan Lingkungan Terbangun

SIM9 2023 Conference | Conference Management System