THE RELATION BETWEEN HBA1C LEVELS AND SEVERITY OF DIABETIC RETINOPATHY IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS
Awan Buana(a), Rr. Desire Meria. N(b), Mohammad Fathussyifa(c), Diantinia(a)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI


Abstract

Retinopati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular akibat diabetes melitus dengan insidensi cukup tinggi dan memiliki prognosis yang buruk. Retinopati diabetik dibagi menjadi 2 jenis utama, yaitu Non-Proliferative Diabetic Retinopathy (NPDR) dan Proliferative Diabetic Retinopathy (PDR). Pengukuran HbA1C adalah cara yang paling akurat untuk menentukan tingginya kadar gula darah selama dua sampai tiga bulan terakhir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1C dengan derajat keparahan retinopati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian analitik komparatif dengan desain potong lintang dengan cara pengumpulan data menggunakan rekam medis dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo pada bulan Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 orang pasien dengan kadar HbA1C terkontrol baik sebanyak 5 orang (62,5%) mengalami retinopati diabetik NPDR dan 3 orang (37,5%) mengalami retinopati diabetik PDR. Dari 37 orang pasien dengan kadar HbA1C tidak terkontrol sebanyak 8 orang (21,62%) mengalami retinopati diabetik NPDR dan 29 orang (78,38%) mengalami retinopati diabetik PDR. Pada penelitian ini terdapat hubungan antara kadar HbA1C dengan derajat keparahan retinopati diabetik (p=0,034).

Keywords: Diabetic retinopathy, HbA1C, NPDR, PDR

Topic: Clinical Practice

PIT FK 2022 Conference | Conference Management System